Opera Beijing: Perbedaan revisi

6 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
k
 
[[Berkas:Pekingoper2.jpg|ka|jmpl|100px|Sebuah topeng yang digunakan dalam opera Beijing.]]
* Opera Beijing berakar dari sandiwara tradisional yang dipandu seni bercerita lewat nyanyian, ''gaoqiang''. Kesenian rakyat tersebut dengan berbagai kekhasannya berkembang di wilayah [[Sungai Yangtze]] dan [[Sungai Kuning]] di wilayah tengah dan utara [[Tiongkok]], serta wilayah [[Shandong]] di selatan.
 
* Perpaduan dua cabang seni itu di kalangan rakyat jelata melahirkan opera ''huabu'' yang banyak menampilkan cerita-cerita rakyat. Pada tahun [[1790]], sekelompok sandiwara dari daerah [[Anhui]] datang ke Beijing. mereka menetap dan memodifikasi cerita, tata rias wajah, dan musik yang dikenal sebagai opera Beijing.
 
* Di Beijing, banyak teater dan hotel yang secara berkala menampilkan opera tradisional tersebut dengan tarif yang relatif murah bagi opera yang hanya menyajikan beberapa babak dari sebuah atau sejumlah cerita. Opera yang menyajikan cerita yang relatif utuh lebih mahal.
 
* Seperti banyak seni tradisional, menyaksikan opera Beijing tidak harus mengerti [[bahasa Mandarin]]. Penokohan dan alur cerita paling tidak tergambar dari cat wajah aktor dan nada musik yang dimainkan. Bagaimanapun, mengerti bahasa Tionghoa lebih baik untuk lebih mendalami alur cerita yang dimainkan.
 
* Untuk kostum, warna merah umumnya untuk tokoh berkarakter berani dan loyal, ungu untuk yang bijaksana, hitam untuk tokoh yang tegas, kuning bagi tokoh yang brutal sedangkan warna emas dan perak untuk tokoh magis.
 
* Melodi yang tenang dan dalam (''er huang'') yang dimainkan oleh instrumen-instrumen gesek dan petik mengiringi kisah babak opera yang mengisahkan kesedihan, cinta, dan dialog yang serius.
 
* Melodi yang bersemangat dan cepat serta tegas (''xi pi'') umumnya untuk mengiringi babak drama yang mengisahkan kemenangan, pertarungan dan kegembiraan.
 
81.451

suntingan