Gereja Kristen Jawi Wetan: Perbedaan revisi

848 bita ditambahkan ,  7 bulan yang lalu
Tag: VisualEditor-alih
== GKJW masa kini ==
 
Kenyataan sosial, politik, ekonomi dan budaya pada zaman ini sudah berbeda sama sekali dari kenyataan yang melingkupi pendirian MA sekitar tiga perempat abad silam. Hindia Belanda telah tiada, Indonesia kini berdaulat sebagai sebuah negara-bangsa. Identitas nasional telah menggantikan kolonialisme. Konstelasi geopolitik telah bergeser. Ekonomi liberal pra-Perang Dunia II telah berganti dengan kapitalisasi neo-liberal yang bersifat global dan lintas ruang. Indonesia dan tentu saja Jawa Timur, sudah banyak berubah. GKJW adalah bagian dari Gereja yang Esa. Meski hanya berada di wilayah Jawa Timur, hal itu tidak berarti GKJW hanya memperhatikan lingkup provinsi ini saja karena panggilan Tuhan tidak mengenal batas-batas wilayah maupun waktu. GKJW meyakini bahwa banyak hal yang bisa dilakukan warga GKJW di lingkungan keluarga, masyarakat, bangsa dan negara bahkan di lingkup global.
 
Saat ini GKJW memiliki anggota sekitar 150.000 jiwa yang terbagi dalam 171 jemaat di seluruh penjuru Jawa Timur mulai Ngawi di ujung barat sampai Banyuwangi di ujung timur dalam semangat “Patunggilan kang Nyawiji”. Sejumlah jemaat tersebut dikoordinasikan melalui Majelis Daerah (setara dengan klasis dalam sistem sinodial) dan berada di bawah Majelis Ahung (MA) GKJW sebagai pucuk pimpinan gereja. Meski tidak secara formal diakui sebagai suatu sistem hierarkis, susunan organisasi GKJW lebih suka dipandang sebagai sistem koordinasi.
 
GKJW juga menjalin hubungan oikumenis dengan gereja-gereja lain sebagai bagian dari gereja yang am. GKJW merupakan anggota dari [[Persekutuan Gereja-Gereja di Indonesia]] (PGI), [[Christian Conference of Asia]] (CCA), [[United Evangelical Mission]] (UEM), [[The World Communion of Reformed Churches]] (WCRC), dan [[The World Council of Churches]] (WCC).
 
== Bidang Pelayanan GKJW ==
Pengguna anonim