Teater Populer: Perbedaan revisi

2 bita dihapus ,  12 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
k (Robot: Cosmetic changes)
Kegiatan Teater Populer bukan hanya di panggung saja, tetapi juga di televisi. Pada tahun 1971, kelompok ini melahirkan sebuah karya film berjudul [[Wajah Seorang Laki-laki]]. Sejak saat itu, teater-film-televisi, merupakan begian kegiatan yang tak terpisahkan dari kelompok ini.
 
Banyak nama mencuat lewat kelompok ini. Selain, tentu saja, [[Teguh Karya]], yang kemudian dianggap sebagai [[suhu (gelar)|suhu]] teater dan film Indonesia saat ini, lahir pula [[SlametN. RahardjoRiantiarno|Slamet Rahardjo Djarot]], [[Christine Hakim]], [[Franky Rorimpandey]], [[George Kamarullah]], [[Henky Solaiman]], [[Benny Benhardi]], [[Niniek L. Karim]], [[Sylvia Widiantono]], [[Dewi Matindas]], [[Alex Komang]], dll.
 
Sepeninggalan Teguh Karya, sanggar Teater Populer diteruskan oleh [[Slamet Rahardjo|Slamet Rahardjo Djarot]] sebagai pimpinan sanggar dengan anggota angkatan setelah [[Alex Komang]], seperti [[Nungki Kusumastuti]], [[Arya Dega]], [[Tri Rahardjo]], [[Hendro Susanto]].
Pengguna anonim