Buka menu utama

Perubahan

3.995 bita ditambahkan ,  3 bulan yang lalu
+ risiko aritmia
{{penyangkalan medis}}
{{Infobox medical condition (new)
| name = Sindrom QT panjang
 
Beberapa bentuk sindrom QT panjang langka berkaitan dengan gejala yang memengaruhi bagian tubuh lain. Yang termasuk bentuk ini adalah [[ketulian]] pada bentuk kondisi [[Sindrom Jervell dan Lange-Nielsen|Jervell dan Lange-Nielsen]], serta [[kelumpuhan periodik]] pada bentuk [[Sindrom Andersen–Tawil|Andersen-Tawil]] (LQT7).<ref name="ESC 2015">{{cite journal | vauthors = Priori SG, Blomström-Lundqvist C, Mazzanti A, Blom N, Borggrefe M, Camm J, Elliott PM, Fitzsimons D, Hatala R, Hindricks G, Kirchhof P, Kjeldsen K, Kuck KH, Hernandez-Madrid A, Nikolaou N, Norekvål TM, Spaulding C, Van Veldhuisen DJ | display-authors = 6 | title = 2015 ESC Guidelines for the management of patients with ventricular arrhythmias and the prevention of sudden cardiac death: The Task Force for the Management of Patients with Ventricular Arrhythmias and the Prevention of Sudden Cardiac Death of the European Society of Cardiology (ESC)Endorsed by: Association for European Paediatric and Congenital Cardiology (AEPC) | journal = Europace | volume = 17 | issue = 11 | pages = 1601–87 | date = November 2015 | pmid = 26318695 | doi = 10.1093/europace/euv319 }}</ref>
 
=== Risiko aritmia ===
Meskipun penderita sindrom QT panjang memiliki peningkatan risiko terjadinya ritme jantung abnormal dibandingkan dengan orang bukan pengidap kondisi ini, risiko mutlak aritmia sangat bervariasi.<ref name=":3">{{cite journal | vauthors = Trinkley KE, Page RL, Lien H, Yamanouye K, Tisdale JE | title = QT interval prolongation and the risk of torsades de pointes: essentials for clinicians | journal = Current Medical Research and Opinion | volume = 29 | issue = 12 | pages = 1719–26 | date = Desember 2013 | pmid = 24020938 | doi = 10.1185/03007995.2013.840568 }}</ref> Prediktor terkuat apakah ''torsades de pointes'' (TdP) timbul pada seseorang adalah apakah mereka sebelumnya pernah mengalami TdP secara spontan atau pernah mengalami bentuk henti jantung lainnya. Bahkan jika aritmia tidak pernah terlihat, pengidap LQTS yang pernah mengalami pingsan juga memiliki risiko lebih tinggi karena pingsan pada kasus ini seringkali diakibatkan oleh aritmia yang berakhir sendiri tanpa terdokumentasi.<ref name=":2">{{cite journal | vauthors = Barsheshet A, Dotsenko O, Goldenberg I | title = Genotype-specific risk stratification and management of patients with long QT syndrome | journal = Annals of Noninvasive Electrocardiology | volume = 18 | issue = 6 | pages = 499–509 | date = November 2013 | pmid = 24206565 | doi = 10.1111/anec.12117 }}</ref>
 
Selain riwayat aritmia, selang QT juga dapat memprediksi risiko. Walaupun beberapa penderita LQTS memiliki selang QT yang sangat memanjang, pengidap lainnya hanya memiliki sedikit pemanjangan QT, atau bahkan memiliki selang QT normal pada keadaan istirahat (LQTS tersembunyi). Pengidap dengan selang QT paling panjang lebih mungkin mengalami TdP, dan selang QT terkoreksi lebih besar dari 500 ms diperkirakan merepresentasikan risiko lebih tinggi pada pengidap.<ref name="Roden">{{cite journal | vauthors = Roden DM | title = Drug-induced prolongation of the QT interval | journal = The New England Journal of Medicine | volume = 350 | issue = 10 | pages = 1013–22 | date = Maret 2004 | pmid = 14999113 | doi = 10.1056/NEJMra032426 }}</ref> Walaupun seperti itu, penderita dengan sedikit pemanjangan QT maupun penderita LQTS tersembunyi tetap memiliki risiko mengalami aritmia.<ref name="Tester in EDH" /> Secara keseluruhan, setiap peningkatan selang QT sebesar 10 ms berkorelasi dengan peningkatan risiko aritmia sebesar 5%.<ref name=":3" />
 
Karena efek pemanjangan QT pada LQTS yang disebabkan oleh varian genetik maupun perolehan bersifat aditif, penderita yang diwarisi LQTS lebih mungkin mengalami TdP jika diberi obat yang memperpanjang QT atau mengalami [[Ketakseimbangan elektrolit|masalah elektrolit]] seperti [[Hipokalemia|kadar kalium rendah]]. Serupa dengan itu, seseorang yang mengonsumsi obat yang memperpanjang QT lebih mungkin mengalami TdP jika orang tersebut memiliki kecenderungan genetik untuk memperpanjang selang QT, bahkan jika kecenderungan tersebut tersembunyi.<ref name=":3" /> Aritmia lebih umum terjadi pada LQTS imbas obat jika obat yang dimaksud dengan cepat diberikan secara [[Infus|intravena]], atau jika terdapat obat berkonsentrasi tinggi di dalam darah. Risiko aritmia juga lebih tinggi jika orang penerima obat memiliki [[gagal jantung]], mengonsumsi [[Digoksin|digitalis]], atau baru saja dikardioversi dari [[fibrilasi atrium]].<ref name="Roden" /> Faktor risiko penderita LQTS mengalami ''torsades de pointes'' lainnya adalah berjenis kelamin wanita, bertambahnya usia, [[penyakit kardiovaskular]] yang sudah ada sebelumnya, dan memiliki [[Gagal hati|fungsi hati]] atau [[Laju filtrasi glomerular|ginjal]] abnormal.<ref name=":1">{{cite journal|last1=Thomson|first1=Clare|last2=Wright|first2=Paul | name-list-format = vanc |title=Long QT syndrome|journal=The Pharmaceutical Journal|date=15 Oktober 2014|volume=293|issue=7833|url=http://www.pharmaceutical-journal.com/topics/cpd/long-qt-syndrome/20066791.cpdarticle|access-date=18 Oktober 2014}}</ref>
 
== Referensi ==