Meer Uitgebreid Lager Onderwijs: Perbedaan revisi

21 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
k (Bot: Perubahan kosmetika)
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Groepsportret met leerlingen van de openbare Muloschool TMnr 60016264.jpg|jmpl|300px|Sekolah MULO di Medan (sekitar tahun 1925)]]
 
{{judul miring}}
'''MULO''' (singkatan dari [[bahasa Belanda]]: '''''Meer Uitgebreid Lager Onderwijs''''') adalah [[Sekolah Menengah Pertama]] pada zaman kolonial Belanda di [[Indonesia]]. Meer Uitgebreid Lager Onderwijs berarti "Pendidikan Dasar yang Lebih Luas". MULO menggunakan [[Bahasa Belanda]] sebagai bahasa pengantar. Pada akhir tahun 1930-an, sekolah-sekolah MULO sudah ada hampir di setiap kabupaten di [[Jawa]]. Hanya beberapa kabupaten di luar Jawa yang mempunyai MULO.
 
'''MULO''' (singkatan dari [[bahasa Belanda]]: '''''Meer Uitgebreid Lager Onderwijs''''') adalah [[Sekolah Menengah Pertama]] pada zaman pemerintah kolonial Belanda di [[Indonesia]]. ''Meer Uitgebreid Lager Onderwijs'' berarti "Pendidikan Dasar yang Lebih Luas". MULO menggunakan [[Bahasabahasa Belanda]] sebagai bahasa pengantar. Pada akhir tahun 1930-an, sekolah-sekolah MULO sudah ada hampir di setiap kabupaten di [[Jawa]]. Hanya beberapa kabupaten di luar Jawa yang mempunyai MULO.
Jenjang studi di MULO terdiri atas tiga tingkatan dalam tiga tahun bagi lulusan [[ELS]] dan bagi lulusan selain [[ELS]] ditambah dengan kelas persiapan selama satu tahun (total empat tahun), yaitu:
 
* ''Voorklasse'' (Kelas Persiapan/Pendahuluan - bagi lulusan selain [[ELS]])
Jenjang studi di MULO terdiri atas tiga tingkatan dalam tiga tahun bagi lulusan [[ELS]] dan bagi lulusan selain [[ELS]] ditambah dengan kelas persiapan selama satu tahun (total empat tahun), yaitu:
* Kelas I
 
* Kelas II
* ''Voorklasse'' (Kelas Persiapan/Pendahuluan - bagi lulusan selain [[ELS]]).
* Kelas III
* Kelas I.
* Kelas II.
* Kelas III.
 
== Peraturan Pendidikan 1848, 1892, dan Politik Etis 1901 ==
Peraturan pendidikan dasar untuk masyarakat pada waktu Hindia -Belanda pertama kali dikeluarkan pada tahun 1848, dan disempurnakan pada tahun 1892 di mana pendidikan dasar harus ada pada setiap Karesidenan (?), Kabupaten (?), Kawedanan (?), atau pusat-pusat kerajinan, perdagangan, atau tempat yang dianggap perlu <ref>http://pakguruonline.pendidikan.net/sjh_pdd_sumbar_bab3a.html</ref>. Peraturan yang terakhir (1898) diterapkan pada tahun 1901 setelah adanya [[Politik Etis]] atau ''Politik Balas Budi'' dari Kerajaan Belanda, yang diucapkan pada pidato penobatan Ratu Belanda [[Wilhelmina]] pada 17 September 1901, yang intinya ada 3 hal penting: [[irigasi]], [[transmigrasi]], dan [[edukasi]].
 
Pada zaman Hindia Belanda anak masuk HIS pada usia 6 th dan tidak ada Kelompok Bermain (''speel groep'') atau Taman Kanak-Kanak (di antaranya dengan dasar pendidikan [[Friedrich Fröbel]]), sehingga langsung masuk dan selama 7 tahun belajar. Setelah itu dapat melanjutkan ke MULO, atau ''[[Kweekschool]]''. Untuk memasuki HBS diperlukan syarat yang sangat ketat, tamatan HIS tidak dapat masuk HBS.
Bagi masyarakat keturunan Tionghoa biasanya memilih jalur HCS (''[[Hollands Chineesche School]]'') karena selain bahasa pengantar Belanda, juga diberikan bahasa Tionghoa.
 
Di luar jalur resmi Pemerintahpemerintah Hindia -Belanda, maka masih ada sekolah partikelir seperti [[Taman Siswa]], Perguruan Rakyat, Kristen, dan Katholik. Pada jalur pendidikan Islam ada pendidikan yang diselenggrakan oleh Muhammadiyah, [[Pondok Pesantren]], dan lain sebagainya.
 
== Referensi ==
9.326

suntingan