Buka menu utama

Perubahan

2 bita ditambahkan, 3 bulan yang lalu
k
namun (di tengah kalimat) → tetapi
}}
 
'''Beirut''' ([[bahasa Arab]]: '''بيروت;''', '''''Bayrūt'''''; [[bahasa Prancis]]: '''Beyrouth''') adalah [[ibu kota]] negara [[Lebanon]] dan juga menjadi kota terbesar di negara tersebut. Kota ini didiami oleh 1,2 juta jiwa, namuntetapi bila daerah metropolitan disekitarnya dihitung menjadi 2,1 juta. Sebelum [[Perang Saudara Lebanon]] pecah, kota ini mendapat julukan "Paris di Dunia Timur" karena suasana kosmopolitannya.
 
Sekarang, Beirut sudah menjalani berbagai upaya rekonstruksi. Kota ini akan menjadi lokasi [[Jeux de la Francophonie]] tahun [[2009]] dan menjadi salah satu calon tuan rumah potensial [[Olimpiade 2024]]. Berbagai organisasi internasional juga memiliki kantor di Beirut seperti [[ILO]] dan [[UNESCO]] yang memiliki kantor untuk daerah [[Jazirah Arab|Arab]] di kota ini.
 
== Sejarah ==
Beirut, ibu kota dan pelabuhan utama [[Libanon]] berasal dari tahun [[3000 SM]], saat menjadi pelabuhan penting bagi [[bangsa Funisia]]. [[Bangsa Romawi]]lah yang pertama kali menarik perhatian orang kepada Beirut pada tahun [[14 SM]]. Beirut mendapat reputasi untuk sekolah hukumnya (ketiga sejak [[abad ke-6]]), namuntetapi hancur akibat serangkaian gempa bumi yang menyerang cepat, dan berpuncak pada munculnya gelombang pasang pada tahun [[551]]. Muslimin masuk Beirut pada tahun [[635]], umumnya hanya menemukan reruntuhan dan kemudian membangunnya perlahan-lahan, memungkinkan berkembangnya pelabuhan dagang yang menjadi pelabuhan singgah utama di [[Suriah]] bagi para saudagar rempah-rempah Venesia.
 
[[Revolusi Industri]] dan pendudukan Mesir atas Suriah pada tahun [[1832]] menggairahkan peran pentingnya dalam perdagangan yang meredup selama pemerintahan Usmaniyah. Para pengungsi Kristen melarikan diri ke sini dari perang saudara di pegunungan-pegunungan Suriah, sementara misionaris Protestan dari AS, [[Inggris]] dan [[Jerman]] menambah jumlah penduduk kota ini. Pada akhir [[Perang Dunia I]], yang menandai jatuhnya [[Kesultanan Usmaniyah]], [[Prancis]] menciptakan negara Libanon Besar, yang menjadi [[Libanon|Republik Libanon]] pada tahun [[1926]]. Beirut berperan sebagai pusat ekonomi sosial, intelektual dan budaya TimTeng antara tahun [[1952]]-[[1975]]. Sebuah pusat pariwisata, salah satu pemimpin perbankan, dan pelabuhan masuk utama untuk daerah sekitarnya. Tiba-tiba keberhasilannya hancur akibat perang terbuka antara kelompok Islam dan Kristen. [[Perang 6 Hari]] pada tahun [[1967]] menyeret organisasi-organisasi perlawanan Palestina di Beirut, yang mendapat reputasi sebagai MaBes gerakan itu. Beirut menjadi wilayah perang dahsyat pada tahun [[1980-an]]. Berbagai pasukan milisi lokal, ditambah tentara Israel dan milisi [[PLO]] (Organisasi Pembebasan Palestina) berperang di Libanon dan menghancurkan sebagian besar [[Beirut Barat]] dan melumpuhkan kota yang pernah hidup.
268.871

suntingan