Buka menu utama

Perubahan

2 bita ditambahkan ,  5 bulan yang lalu
k
ibukota → ibu kota
== Sejarah ==
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Het huis van J. Boot te Klaten Midden-Java TMnr 60013611.jpg|jmpl|Rumah orang Belanda di Klaten pada tahun 1904]]
Kota Klaten dibentuk berdasarkan PP 41/1986<ref>{{cite web|url=http://sipruu.ditjenpum.go.id/1986/1986/1986pp41.htm |title=PP 41/1986 |publisher=ditjenpum.go.id|}}</ref> dan PP 33/2003. Cikal bakal kota ini adalah dari Kecamatan Klaten yang kemudian dimekarkan sebagai kota administratif dengan menggandeng beberapa kecamatan di sekelilingnya. Pada tanggal 17 september 1986, Presiden [[Soeharto]] mengumumkan dibentuknya Kota Administratif Klaten yang juga sebagai bagian dari Kabupaten Klaten. Dalam statusnya menjadi kotif, Kota Klaten berkembang cukup pesat. Beberapa perumahan dibangun di area pinggir kota, sementara di pusat kota dibangun [[Plasa Klaten]], renovasi Pasar Kota Klaten, dan penataan wajah kota. Namun setelah masuk era reformasi, status kota administratif dihilangkan, dan Kota Klaten tetap sebagai ibukotaibu kota Kabupaten Klaten dengan hanya menghilangkan status kota administratifnya berdasarkan PP 33/2003.
 
Wacana pemekaran wilayah Kota Klaten menjadi sebuah pemerintahan kota sendiri terlepas dari kabupaten induknya sudah mulai bermunculan walau belum begitu menjamur, mengingat bekas kotif lain seperti Jember dan Purwokerto juga bergerak menuju terbentuknya daerah otonom baru. Sayangnya, pembangunan di Kota Klaten sejak era reformasi tidak begitu tampak. Perlu adanya pembangunan bersifat perkotaan untuk dapat mewujudkan Kota Klaten sebagai kota yang mandiri.
== Kependudukan ==
 
Bahasa masyarakat Kota Klaten yang digunakan umumnya adalah bahasa Jawa, karena letaknya yang diapit oleh 2 kota besar bekas ibukotaibu kota kerajaan berbudaya Jawa. Mayoritas penduduknya adalah penganut [[Islam]], kemudian [[Kristen]], [[Katolik]], dan sebagian kecil [[Hindu]], [[Budha]], dan [[Kong Hu Chu]].
 
=== Rumah Susun ===
268.871

suntingan