Buka menu utama

Perubahan

1.383 bita ditambahkan ,  6 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
[[Jalur kereta api Tegal-Prupuk]] merupakan salah satu jalur kereta api tersepi di pulau [[Jawa]]. Jalur ini hanya melayani kereta api barang bahan bakar minyak (BBM) dari [[Stasiun Maos|Maos]] ke [[Stasiun Tegal|Tegal]] dan sama sekali tak melayani kereta api penumpang. Kereta api penumpang terakhir yang melewati jalur ini adalah [[Kereta api Harina|Mahesa]] relasi [[Stasiun Bandung|Bandung]]-[[Stasiun Semarang Tawang|Semarang]]. Kereta api ini dihentikan operasionalnya pada tahun [[2003]] karena terlalu jauh Rute Bandung-Kroya-Tegal-Semarang serta okupansi penumpang yang sepi. Pada tahun [[2009]], [[PT Kereta Api]] memperpanjang trayek [[Kereta api Kaligung]] yang semula [[Kota Semarang|Semarang]]-[[Kota Tegal|Tegal]] pp menjadi [[Kota Semarang|Semarang]]-[[Slawi, Tegal|Slawi]] pp. Sayangnya pada tahun [[2012]] trayek Kereta api Kaligung dikembalikan seperti semula karena dianggap rute ini tak menguntungkan PT KAI. Barulah pada tahun [[2014]] PT KAI mulai mengkaji ulang untuk mengoperasikan kembali kereta api penumpang di jalur ini.
 
== Rangkaian Rangkaian KA ==
Pada awal beroperasi, susunan rangkaian KA ini adalah lima hingga tujuh (7) unit kereta kelas ekonomi AC split (K3) buatan 2006 dan 1965 milik KA Serayu berkapasitas 106 tempat duduk dan 1 unit kereta makan dan pembangkit kelas ekonomi (KMP3) milik Dipo Kereta Purwokerto (PWT). Pada tanggal 19 Desember 2014, bertepatan dengan diluncurkannya KA Kamandaka 2, KA Kamandaka mendapatkan hibah 4 unit K3 split buatan tahun 1994 milik KA Progo dengan nomor K3 0 94 27 - K3 0 94 30. KA Kamandaka terkadang juga menggunakan kereta ekonomi buatan 1993 (K3 0 93 XX) milik KA Logawa dan Kereta ekonomi buatan 2006/1966/1965/1964 (K3 0 06 XX, K3 0 66 XX, K3 0 65 XX dan K3 0 64 XX) milik KA Serayu. Pada tanggal 23 Februari 2017, Kereta api Kamandaka menggunakan rangkaian kereta api Ekonomi AC ''Plus'' non-PSO bekas rangkaian Kereta api Menoreh dan KA Ambarawa Ekspres buatan tahun 2012-2014 karena peremajaan rangkaian KA Menoreh dan KA Ambarawa Ekspres yang menggunakan rangkaian Ekonomi 2016. Sedangkan rangkaian lama KA Kamandaka akan dikembalikan ke KA Logawa dan KA Serayu sedangkan sisanya dimutasi ke Sidotopo (SDT) dan Malang (ML) untuk memenuhi Rangkaian KA Pasundan, KA Lokal (Penataran, Dhoho dan Kertosono) dan KA Matarmaja (Reguler dan Tambahan).
 
kereta api Ekonomi AC ''Plus'' non-PSO bekas rangkaian Kereta api Menoreh dan KA Ambarawa Ekspres buatan tahun 2012-2014 karena peremajaan rangkaian KA Menoreh dan KA Ambarawa Ekspres yang menggunakan rangkaian Ekonomi 2016. Sedangkan rangkaian lama KA Kamandaka akan dikembalikan ke KA Logawa dan KA Serayu sedangkan sisanya dimutasi ke Sidotopo (SDT) dan Malang (ML) untuk memenuhi Rangkaian KA Pasundan, KA Lokal (Penataran, Dhoho dan Kertosono) dan KA Matarmaja (Reguler dan Tambahan).
 
Pada tanggal 1 Desember 2018, layanan KA Kamandaka secara resmi dihapus dan digantikan oleh KA Joglosemarkerto yang melayani rute loop line Jateng-DIY walaupun ada rute KA Joglosemarkerto yang. Namun pada kenyataannya masyarakat kebingungan dengan rute KA Joglosemarkerto relasi Purwokerto-Tegal-Semarang, padahal seharusnya KA Joglosemarkerto melayani rute loop line Jateng-DIY, sehingga pada Februari 2019
 
Pada tanggal 1 April 2017, KA Kamandaka ditambahkan satu unit kelas eksekutif karena tingginya animo dari masyarakat, lalu mulai Agustus 2018, KA kereta eksekutif ditambah lagi menjadi dua unit pada setiap perjalanannya.
 
Sejak 28 September 2018, Kereta api Kamandaka dan KA Wijayakusuma mendapatkan hibah rangkaian Kereta Eksekutif buatan tahun 1964, 1966, dan 2009 dari [[Kereta api Purwojaya]] karena Kereta api Purwojaya telah menggunakan Kereta Eksekutif baru buatan tahun 2018 berbodi [[Baja nirkarat|Stainless Steel]] dari PT KAI. Terkadang rangkaian Eksekutif KA Kamandaka sering bertukar rangkaian dengan KA Joglosemarkerto dan KA Wijayakusuma (relasi Cilacap-Banyuwangi).
 
Pada tanggal 1 Desember 2018, layanan KA Kamandaka secara resmi dihapus dan digantikan oleh KA Joglosemarkerto yang melayani rute loop line Jateng-DIY walaupun ada rute KA Joglosemarkerto yang. Namun pada kenyataannya masyarakat kebingungan dengan KA Joglosemarkerto yang hanya melayani rute Purwokerto-Tegal-Semarang, padahal seharusnya KA Joglosemarkerto melayani rute loop line Jateng-DIY, sehingga pada Februari 2019 KA Joglosemarkerto relasi Purwokerto-Tegal-Semarang diubah namanya menjadi KA KAMANDAKA. Dengan rincian 1 kali perjalanan dari Purwokerto menuju Semarang dan 2 kali perjalanan dari Semarang ke Purwokerto.
 
 
1 buah Lokomotif CC 201/CC 203/206 milik Dipo Induk Purwokerto/Semarang Poncol.
 
'''Berikut ini adalah stanformasi KA Kamandaka saat ini'''
 
1 Kereta Ekonomi AC plus
''' Tidak Menggunakan Kereta Pembangkit (P)'''
 
3 Kereta Ekonomi AC (K3 2012/2014) milik Dipo Induk Purwokerto.
 
1 buah Kereta Restorasi (M1/MP3) milik Dipo Induk Purwokerto
 
3 Kereta Ekonomi AC (K3 2012/2014) milik Dipo Induk Purwokerto
 
Apabila KA Kamandaka/Joglosemarkerto menggunakan Kereta Restorasi M1, makan akan ditambah sebuah Kereta Pembangkit (P).
 
* Purwokerto-Semarang Tawang
** 1 Lokomotif CC201/CC203/CC 206 Dipo Induk PWT/ Dipo Induk SMC.
** 23 Kereta Eksekutif (K1 PWT)
** 3 Kereta Ekonomi AC Plus (K3 PWT)
** 1 Kereta Makan Pembangkit (MP3 PWT)3
** 43 Keretakereta Ekonomi AC Plus (K3 PWT)
 
* Semarang Tawang-Purwokerto
** 1 Lokomotif CC201/CC203/CC 206 Dipo Induk PWT/ Dipo Induk SMC.
** 43 Kereta Ekonomi AC Plus (K3 PWT)
** 1 Kereta Makan Pembangkit (MP3 PWT)
** 3 Kereta Ekonomi AC Plus (K3 PWT)
** 23 Kereta Eksekutif (K1 PWT)
 
''' Menggunakan Kereta Pembangkit (P)'''
* Purwokerto-Semarang Tawang
** 1 Lokomotif CC201/CC203/CC 206 Dipo Induk PWT/ Dipo Induk SMC.
**
** 1 Kereta Pembangkit (P PWT)
** 23 Kereta Eksekutif (K1 PWT)
** 3 Kereta Ekonomi AC Plus (K3 PWT)
** 1 Kereta Makan Pembangkit (MP3 PWT)
** 43 Kereta Ekonomi AC Plus (K3 PWT)
 
* Semarang Tawang-Purwokerto
33

suntingan