Buka menu utama

Perubahan

56 bita ditambahkan, 3 bulan yang lalu
+pranala buku
Menurut [[Tambo Minangkabau|tambo]], sistem adat Minangkabau pertama kali dicetuskan oleh dua orang bersaudara, [[Datuk Ketumanggungan]] dan [[Datuk Perpatih Nan Sebatang]]. Datuk Ketumanggungan mewariskan sistem adat Koto Piliang yang aristokratis, sedangkan Datuk Perpatih mewariskan sistem adat Bodi Caniago yang egaliter. Dalam perjalanannya, dua sistem adat yang dikenal dengan ''kelarasan'' ini saling isi mengisi dan membentuk sistem masyarakat Minangkabau.
 
Dalam masyarakat Minangkabau, ada tiga pilar yang membangun dan menjaga keutuhan budaya serta adat istiadat. Mereka adalah alim ulama, cerdik pandai, dan ninik mamak, yang dikenal dengan istilah ''Tungku Tigo Sajarangan''. Ketiganya saling melengkapi dan bahu membahu dalam posisi yang sama tingginya. Dalam masyarakat Minangkabau yang demokratis dan egaliter, semua urusan masyarakat dimusyawarahkan oleh ketiga unsur itu secara mufakat.<ref>{{cite book|last=Westenenk|first=L.C.|authorlink=|coauthors=|title=De Minangkabausche Nagari|publisher=Visser|year=1918|location=Weltevreden|url=https://resolver.kb.nl/resolve?urn=MMUBL07:000001645:pdf|doi=|isbn=|page=59|ref=Westenenk}}</ref>
 
=== Matrilineal ===