Irigasi: Perbedaan antara revisi

596 bita dihapus ,  13 tahun yang lalu
Dengan memanfaatkan pasang-surut air di wilayah Sumatera, Kalimantan, dan Papua dikenal apa yang dinamakan Irigasi Pasang-Surat (Tidal Irigation)[http://www.maff.go.jp/nouson/sekkei/kaigai/english/e_indonesia2.html].
Teknologi yang diterapkan di sini adalah: pemanfaatan lahan pertanian di dataran rendah dan daerah rawa-rawa, di mana air diperoleh dari sungai pasang-surut di mana pada waktu pasang air dimanfaatkan. Di sini dalam dua minggu diperoleh 4 sampai 5 waktu pada air pasang. Teknologi ini telah dikenal sejak Abad XIX. Pada waktu itu pendatang di Pulau Sumatera memanfaatkan rawa sebagai kebun kelapa. Di Indonesia terdapat 5,6 juta Ha dari 34 Ha yang ada cocok untuk dikembangkan. Hal ini bisa dihubungkan dengan pengalaman Jepang di Wilayah Sungai Chikugo untuk wilayah Kyushu, di mana di sana dikenal dengan sistem irigasi ''Ao-Shunsui'' yang mirip.
 
 
==Daftar Irigasi di Indonesia== [http://sda.pu.go.id/IRIGASI/New_irigasi2007.ASP]
01. Nanggroe Aceh Darussalam
02. Sumatera Utara
03. Sumatera Barat
04. Riau
05. Jambi
06. Bengkulu
07. Sumatera Selatan
08. Lampung
09. Bangka Belitung
10. Banten
11. Jateng
12. Jatim
13. Jabar
14. Yogyakarta
15. Bali
16. NTB
17. NTT
18. Sulawesi Selatan
19. Gorontalo
20. Sulawesi Tengah
21. Sulawesi Tenggara
22. Sulawesi Utara
23. Kalimantan Barat
24. Kalimantan Timur
25. Kalimantan Selatan
26. Kalimantan Tengah
27. Maluku
28. Maluku Utara
29. Papua
 
== Lihat pula ==
Pengguna anonim