Stasiun Nganjuk: Perbedaan revisi

62 bita dihapus ,  9 bulan yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
k (Persinyalan)
k
Awalnya stasiun ini memiliki empat jalur kereta api dengan jalur 3 sebagai sepur lurus dan jalur 4 yang jarang sekali digunakan. Setelah [[jalur ganda]] pada segmen lintas antara stasiun ini dan [[Stasiun Baron]] sudah dioperasikan sejak 14 Maret 2019, terdapat satu jalur baru di sisi selatan stasiun sehingga kini jumlah jalurnya menjadi lima dengan jalur 3 yang hanya dijadikan sebagai sepur lurus arah [[Stasiun Madiun|Madiun]] saja dan jalur 4 yang juga dijadikan sebagai sepur lurus baru untuk jalur tunggal dari arah Madiun dan juga jalur ganda hanya untuk arah [[Stasiun Kertosono|Kertosono]]. Selain itu, sistem persinyalannya telah diganti dengan sistem persinyalan elektrik.
 
Arsitektur bangunan bagian depan sudah mengalami renovasi dan pemugaran walaupun masih tetap ada nuansa arsitektur [[Belanda]], sedangkan ''overkapping'' (atapkanopi stasiun) sepur dan Kantor Resor Jalan Rel di samping stasiun masih terlihat kental dengan gaya Belanda. Selain itu, ruang tunggu stasiun ini berada di teras dalam serta di antara jalur 1 dan 2. Stasiun ini menggunakan selasar jalur untuk menempatkan ruang/kursi tunggu penumpang karena teras dalamnya sangat terbatas dan sempit.
 
Terkait dengan pembangunan [[jalur ganda]] lintas selatan Jawa, saat ini Stasiun Nganjuk sedang menjalani perombakan. Diagram tata letak stasiun ini sedang direnovasi besar-besaran.
 
Kereta api yang melintas langsung/tidak berhenti di stasiun ini adalah [[Kereta api Argo Wilis|KA Argo Wilis]] dan [[Kereta api Gaya Baru Malam Selatan|Gaya Baru Malam Selatan]].