Buka menu utama

Perubahan

12 bita ditambahkan ,  6 bulan yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
{{untuk|sekolah Thawalib di Parabek|Pondok Pesantren SumatraSumatera Thawalib Parabek}}
{{untuk|sekolah Thawalib di Padang Panjang|Perguruan Thawalib Padang Panjang}}
'''SumatraSumatera Thawalib''' ({{lang-ar|سومطرة ثاواليب|Pelajar-Pelajar Sumatra}}) adalah salah satu organisasi massa [[Islam]] yang paling awal di Indonesia. Thawalib berdiri pada tanggal 15 Januari 1919 sebagai hasil dari pertemuan para pelajar Muslim dari [[Padang Panjang]] dan [[Parabek]]. Tujuan awal organisasi ini adalah untuk memperdalam ilmu dan mengembangkan agama Islam. Di kemudian hari, organisasi struktural Thawalib diwarisi oleh [[Persatuan Tarbiyah Islamiyah]], sedangkan sekolah-sekolah yang menjadi pendiri awalnya masih berdiri dengan kepengurusan terpisah.
 
== Sejarah ==
Surau Jembatan Besi didirikan pada tahun 1914 oleh [[Abdullah Ahmad]] dan [[Abdul Karim Amrullah]], atau yang dikenal dengan Haji Rasul. Setelah Ahmad pindah ke [[Padang]], Haji Rasul menggantikannya sebagai pimpinan surau dan memperkenalkan membawa banyak perubahan. Atas inisiatif Haji Habib, pada tahun 1915 didirikan Koperasi Pelajar yang kelak dikembangkan lagi oleh Haji Hasyim. Dengan adanya koperasi ini, surau semakin terbuka akan ide-ide pembaruan, terutama yang berasal dari dunia Barat.<ref name="Mo"/> Pada tahun 1913, [[Zainuddin Labay El Yunusy]] kembali ke Padang Panjang setelah menuntut ilmu kepada [[Abbas Abdullah]] di Padang Japang, [[Payakumbuh]]. Di surau tersebut, El Yunusy mendirikan sekolah khusus putri [[Diniyah Putri]] pada 1915. Ia kemudian mengajak para pelajar surau Jembatan Besi untuk membentuk suatu perkumpulan bernama ''Makaraful Ichwan'' untuk memperdalam pengetahuan tentang Islam dan berusaha menyelesaikan masalah Agama secara ilmiah serta persahabatan antara sesama penganut agama Islam.<ref name="De"/>
 
Pada tahun 1918, melalui jejaring Ichwan, El Yunusy, Jalaluddin Thaib, dan Inyiak Mandua Basa mengubah nama koperasi pelajar tersebut menjadi SumatraSumatera Thawalib dan memperluas ruang lingkup kegiatannya. Perubahan ini sedikit sebanyak diihami oleh organisasi pemuda sekuler-nasionalis yang sudah membuka cabang di Padang dan [[Bukittinggi]].<ref name="De">[https://www.jpnn.com/news/sumatera-thawalib-sekolah-modern-islam-pertama-di-indonesia SumatraSumatera Thawalib, Sekolah Modern Islam Pertama di Indonesia.] ''JPNN''. Retrieved November 29, 2017.</ref> Setelah munculnya pembaharuan di Thawalib, Haji Rasul memperkenalkan sistem kelas ala perguruan Barat pada tahun 1918. Ia menyusun ulang kurikulum, metode mengajar, dan buku referensi yang dipergunakan dalam pembelajaran di Thawalib dengan memasukkan pelajaran-pelajaran umum.
 
Di saat yang sama, surau Parabek juga mulai memperbaharui sistem pendidikannya. Awalnya bernama ''Muzakaratul Ikhwan'' atau ''Jami'atul Ikhwan'', surau ini berakar dari sebuah komunitas pengajian yang dipimpin oleh [[Ibrahim Musa|Syekh Ibrahim Musa]] sejak September 1920.<ref name="Mo"/><ref name="De"/>
 
=== Pendirian dan pergerakan politik ===
Pada tanggal 15 Januari 1919, bertempat di surau milik [[Muhammad Jamil Jambek|Syekh Muhammad Jamil Jambek]] di Bukittinggi, diadakan pertemuan antara pelajar SumatraSumatera Thawalib dengan pelajar Parabek. Pertemuan ini menyetujui terbentuknya sebuah persatuan antara kedua pelajar lembaga pendidikan itu, yang dinamai SumatraSumatera Thawalib, dengan tujuan memperdalam ilmu dan mengembangkan agama Islam. Lembaga ini diletakkan di bawah kepemimpinan sebuah Dewan Pusat dan cabang-cabang di daerah. Peresmian ini dihadiri oleh Haji Rasul, Ahmad, Musa, dan Muhammad Thaib Umar.
 
Segera setelah pendirian Thawalib, para tokohnya mulai menyeru dan mendorong surau-surau di seluruh Sumatra Barat untuk bergabung. Pertemuan pada Januari 1922 menghasilkan semakin banyak surau, seperti di Maninjau, Payakumbuh, dan Batusangkar, berafiliasi kepada Thawalib dan menerapkan sistem pendidikannya. Para pelajar membentuk Persatuan Pelajar SumatraSumatera Thawalib yang berpusat di Padang Panjang.
 
Pada 1923, dipengaruhi oleh [[Djamaluddin Tamin]] dan [[Datuak Batuah]], mulai banyak pelajar Thawalib yang terpengaruh dengan ajaran [[komunisme]]. Tibanya gagasan ini bersamaan dengan menyebarnya pengaruh komunis di seantero [[Hindia Belanda]]. Mereka ditentang habis-habisan oleh dewan pengajar, terutama Haji Rasul yang saat itu telah menjabat guru besar. Terjadinya [[Pemberontakan Malam Tahun Baru]] di [[Silungkang]] pada Januari 1927 meningkatkan kecurigaan pemerintahan kolonial kepada Thawalib.<ref name="Mo"/><ref name="Pa">[http://padangkita.com/sumatera-thawalib-sekolah-islam-modern-pertama-di-indonesia/ SumatraSumatera Thawalib, Sekolah Islam Modern Pertama di Indonesia.] ''Padang Kita''. Retrieved November 29, 2017.</ref>
 
Terjunnya banyak ulama yang mengajar di Thawalib ke [[Persatuan Tarbiyah Islamiyah]] sejak 1930 mulai menarik organisasi ini ke pusaran politik praktis. Para alumnus Thawalib juga mendirikan partai Islam nasionalis [[Persatuan Muslim Indonesia]]. Pada akhirnya, Thawalib diperintahkan untuk tutup oleh pemerintah Hindia.<ref>[http://wawasansejarah.com/persatuan-tarbiyah-islamiyah-perti/ Persatuan Tarbiyah Islamiyah (Perti) 1930-1971M.] ''Wawasan Sejarah''. Retrieved November 29, 2017.</ref>
Salah satu warisan terbesar Thawalib yang masih dirasakan hari ini adalah sistem pendidikannya. Para pengajar awal Thalib seperti Haji Rasul, El Yunusy, dan Tuanku Mudo Abdul Hamid Hakim menekankan sikap terbuka terhadap pembaharuan, terutama dari Barat. Sekolah-sekolah Thawalib terdiri atas tujuh kelas. Pada kelas satu dan dua, hanya diberikan dua mata pelajaran; pada kelas tiga, diberikan enam pelajaran. Mulai kelas empat sudah diberikan semua pelajaran yang tersedia. Terdapat tujuh pelajaran keagamaan Islam, sedangkan yang lain adalah pelajaran-pelajaran umum. Thawalib menggunakan kitab-kitab keluaran [[Makkah]].
 
Pada hari ini, sekolah-sekolah yang masih menerapkan sistem pendidikan ala Thawalib termasuklah [[Pondok Pesantren SumatraSumatera Thawalib Parabek]] di [[Banuhampu]] dan [[Perguruan Thawalib Padang Panjang]] di Padang Panjang.
 
== Rujukan ==
== Bibliografi ==
* Menchik, Jeremy. (2017) ''Islam and Democracy in Indonesia: Tolerance without Liberalism''. Cambridge Studies in Social Theory, Religion and Politics.
* Naim, Mochtar. (1990) ''Madrasah SumatraSumatera Thawalib Parabek, Bukittingi''. Laporan Penelitian Madrasah Bersama Tim Penelitian IAIN Imam Bonjol, Padang.
 
== Pranala luar ==
* [https://app.box.com/s/h4553djkiymxarlsp86v ''Silsilah dan Riwayat Pendidikan Pendiri Madrasah''] Website [[Mochtar Naim]]. Diakses 15 September 2013.
* [http://ramadan.detik.com/read/2013/07/03/101543/2291067/1523/sumatera-thawalib-parabek-tempat-ngaji-mantan-wapres-ri-adam-malik?r992203625 ''SumatraSumatera Thawalib Parabek, Tempat Ngaji Mantan Wapres RI Adam Malik''] detikcom, 3 Juli 2013. Diakses 15 September 2013.
* [https://groups.google.com/forum/#!msg/rantaunet/Pa_EK20jD4U/8HV3Qb0udvoJ ''Penyebar .... Soematera Thawalib''] R@ntau-Net, 5 Juni 2008. Diakses 15 September 2013.
* Website SumatraSumatera Thawalib Parabek thawalib-parabek.sch.id/.Diakses 16 Mei 2015
 
[[Kategori:Organisasi Islam di Indonesia]]