Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran ,  6 bulan yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Pada Agustus 1882, Theo memberikan uang kepada Vincent untuk membeli bahan-bahan yang diperlukan untuk bekerja ''[[en plein air]]'' (di luar ruangan). Vincent menulis kepada Theo bahwa ia sekarang "melukis dengan semangat baru".{{sfnp|Van Gogh|2009|loc=[http://vangoghletters.org/vg/letters/let253/letter.html Letter 253]|ps= . Vincent to Theo van Gogh. The Hague, Saturday, 5 August 1882.}} Semenjak awal 1883, ia mulai mengerjakan komposisi-komposisi multifigur. Ia memfoto beberapa di antaranya, tetapi saat adiknya berkomentar bahwa komposisi-komposisi ini kurang terlihat hidup, ia menghancurkannya dan beralih ke lukisan minyak. Van Gogh mencoba belajar dari para seniman [[Aliran Den Haag]] yang terkenal seperti [[Johan Hendrik Weissenbruch|Weissenbruch]] dan [[Bernard Blommers|Blommers]], dan mendapatkan nasihat-nasihat yang bersifat teknis dari mereka, serta dari pelukis-pelukis seperti [[Théophile de Bock|De Bock]] dan [[Herman Johannes van der Weele|Van der Weele]] yang merupakan generasi kedua Aliran Den Haag.{{sfnp|Dorn|Schröder|Sillevis|1996}} Setelah pindah ke Nuenen, ia mulai membuat beberapa lukisan besar, tetapi ia lalu memutuskan untuk menghancurkan sebagian besar karya-karya tersebut. Dari antara lukisan-lukisan ini, hanya lukisan ''Pemakan Kentang'' dan karya-karya yang menyertainya yang masih bertahan hingga kini.{{sfnp|Dorn|Schröder|Sillevis|1996}} Kemudian, seusai lawatannya ke [[Rijksmuseum]], Van Gogh menulis bagaimana ia mengagumi goresan kuas yang irit dan cepat dari [[Lukisan Zaman Keemasan Belanda|pelukis-pelukis terbesar Belanda]], khususnya [[Rembrandt]] dan [[Frans Hals]].{{sfnp|Van Gogh|2009|loc=[http://vangoghletters.org/vg/letters/let535/letter.html Letter 535]|ps= To Theo van Gogh. Nuenen, on or about Tuesday, 13 October 1885.}}{{efn|group=note|{{harvp|Van Gogh|2009|loc=[http://vangoghletters.org/vg/letters/let535/letter.html Letter 535 ]|ps= Kepada Theo van Gogh. Nuenen, pada atau sekitaran hari Selasa, 13 Oktober 1885:{{paragraph break}}Apa yang muncul di benakku saat aku melihat lagi lukisan-lukisan Belanda lama adalah bagaimana lukisan-lukisan ini dibuat dengan cepat. Para ahli-ahli besar seperti Hals, Rembrandt, [[Jacob van Ruisdael|Ruisdael]] – dan masih banyak lagi – langsung menorehkannya – dan tidak terlalu sering memeriksanya lagi. Dan  ... jika berhasil, mereka akan membiarkannya. Aku mengagumi khususnya tangan-tangan Rembrandt and Hals – tangan-tangan yang hidup, tetapi ''belum selesai'' dalam artian seperti yang ingin ditegakkan oleh orang-orang saat ini ... Pada musim dingin aku akan menjelajahi berbagai hal yang aku sadari dari lukisan-lukisan lama. Aku melihat banyak hal yang aku perlukan. Tapi yang paling penting adalah – apa yang mereka sebut – ''langsung pergi'' – kamu bisa lihat itu adalah sesuatu yang terkenal dilakukan oleh para pelukis Belanda lama. Hal tersebut  – [yaitu] langsung pergi  – dengan sedikit goresan kuas  – hal seperti itu saat ini tidak lagi terdengar  – tetapi betapa bagus hasilnya.{{paragraph break}}}}}} Ia menyadari bahwa kelemahannya dalam melukis diakibatkan oleh kurangnya pengalaman dan keahlian teknis,{{sfnp|Dorn|Schröder|Sillevis|1996}} sehingga pada November 1885, ia berkunjung ke Antwerpen dan kemudian Paris untuk mengembangkan keterampilannya.{{sfnp|Walther|Metzger|1994|loc= 708}}
 
[[Berkas:Van_Gogh_The_Olive_Trees..jpg|jmpl|kiri|''[[Pohon Zaitun (serial Van Gogh)|Pohon-Pohonpohon Zaitun dengan Perbukitan Alpilles di Latar Belakang]]'', 1889. [[Museum of Modern Art]], New York]]
 
Theo mengkritik lukisan ''Pemakan Kentang'' karena paletnya menggunakan warna-warna gelap, yang ia anggap tak sesuai dengan gaya modern.{{sfnp|van Uitert|van Tilborgh|van Heugten|1990|loc=18}} Pada saat Van Gogh tinggal di Paris dari tahun 1886 hingga 1887, ia berusaha untuk menguasai palet yang baru dengan warna yang lebih cerah. ''[[Potret Père Tanguy]]'' (1887) buatannya menunjukkan keberhasilannya dengan palet yang lebih cerah dan merupakan bukti bahwa ia telah mengembangkan gayanya sendiri.{{sfnp|van Uitert|van Tilborgh|van Heugten|1990|loc=18–19}} Risalah buatan [[Charles Blanc]] mengenai penggunaan warna sangat memengaruhi gaya Van Gogh dan membuatnya berkarya dengan warna-warna komplementer. Van Gogh kemudian mulai meyakini bahwa dampak warna lebih dari sekadar unsur deskriptif; ia menulis bahwa "warna mengekspresikan sesuatu dalam warna itu sendiri".{{sfnp|Sund|1988|loc=666}}{{sfnp|Van Gogh|2009|loc=[http://vangoghletters.org/vg/letters/let537/letter.html Letter 537]|ps= . Vincent to Theo, Nuenen, on or about Wednesday, 28 October 1885.}} Menurut Hughes, Van Gogh menganggap warna sebagai sesuatu yang mengandung "beban psikologis dan moral", seperti yang ditunjukkan oleh warna merah dan hijau dalam lukisan ''[[Kafe Malam]]'', ketika ia ingin "mengungkapkan gairah-gairah buruk kemanusiaan".{{sfnp|Hughes|2002|loc= 7}} Kuning merupakan warna yang paling penting baginya, karena dianggap melambangkan kebenaran emosional. Ia memakai warna kuning sebagai simbol sinar matahari, kehidupan dan Tuhan.{{sfnp|Hughes|2002|loc= 11}}
 
==== Potret ====
{{See also|Potret karya Vincent van Gogh|Lukisan Anak-Anakanak (serial Van Gogh)|Keluarga Van Gogh dalam seni rupanya}}
 
Van Gogh meyakini bahwa lukisan-lukisan potret yang ia buat adalah "satu-satunya hal dalam bidang seni lukis yang sangat menyentuhku dan memberiku sebuah perasaan akan sesuatu yang tak terhingga."{{sfnp|van Uitert|1981|loc= 242 }}{{sfnp|Van Gogh|2009|loc=[http://vangoghletters.org/vg/letters/let652/letter.html Letter 652]|ps= . Vincent to Theo van Gogh. Arles, Tuesday, 31 July 1888.}} Ia berkata kepada adik perempuannya bahwa ia ingin melukis potret-potret yang akan terus ada, dan bahwa ia akan menggunakan warna untuk menangkap emosi dan karakter mereka ketimbang berupaya mewujudkan realisme fotografi.{{refn|{{harvp|Channing|Bradley|2007|loc=67}}; {{harvp|Van Gogh|2009|loc=[http://vangoghletters.org/vg/letters/let879/letter.html Letter 879]|ps= . Vincent to Willemien van Gogh. Auvers-sur-Oise, Thursday, 5 June 1890.}}}} Orang-orang terdekat Van Gogh kebanyakan tidak menjadi subjek lukisan potretnya; ia jarang melukis Theo, Van Rappard, atau Bernard. Potret-potret ibunya dibuat berdasarkan foto yang sudah ada.{{sfnp|McQuillan|1989|loc= 198}}
Terdapat lima belas kanvas yang menggambarkan [[Cupressus sempervirens|pohon sanobar]], dan Van Gogh mulai merasa terkesima dengan pohon ini di Arles.{{sfnp|Pickvance|1986|loc= 101, 189–191}} Ia membawa unsur kehidupan ke dalam pohon-pohon tersebut, yang sebelumnya dianggap sebagai lambang kematian.{{sfnp|Hughes|2002|loc= 8–9}} Serial pohon sanobar yang ia mulai di Arles menggambarkan pohon-pohon tersebut dari kejauhan sebagai penahan angin di ladang; saat ia berada di Saint-Rémy, ia menggambarkan pohon-pohon ini dari jarak dekat.{{sfnp|Pickvance|1986|loc= 110}} Vincent menulis kepada Theo pada Mei 1889: "Pohon sanobar masih menyita pikiranku, aku sebaiknya membuat sesuatu dengannya seperti kanvas-kanvas bunga matahariku", dan ia lalu berkomentar bahwa "Barisan dan proporsi pohon-pohon ini indah seperti sebuah [[obelisk]] Mesir."{{sfnp|Rewald|1978|loc= 311}}
 
Pada pertengahan tahun 1889, atas permintaan adiknya yang bernama Wil, Van Gogh membuat beberapa versi lukisan ''[[Ladang Gandum beserta Pohon-Pohonpohon Sanobar]]'' yang lebih kecil.{{sfnp|Pickvance|1986|loc= 132–133}} Karya-karya tersebut memiliki ciri berupa putaran-putaran [[spiral]] dan [[impasto]] yang sangat tebal, dan salah satunya adalah ''Malam Berbintang'' dengan pohon-pohon sanobar yang mendominasi di bagian depan.{{sfnp|Pickvance|1986|loc= 101, 189–191}} Beberapa contoh karya lain Van Gogh yang menggambarkan pohon sanobar adalah ''Pohon-Pohonpohon Sanobar'' (1889), ''Pohon-Pohonpohon Sanobar dengan Dua Perempuan'' (1889–90), dan ''[[Jalan dengan Pohon Sanobar dan Bintang]]'' (1890).{{sfnp|Pickvance|1986|loc= 101}}
 
Selama enam atau tujuh bulan terakhir tahun 1889, ia juga membuat paling tidak lima belas lukisan pohon zaitun, sebuah subjek yang ia anggap menantang.<ref name="NGA">{{cite web |url=https://web.archive.org/web/20110510143650/http://www.nga.gov/collection/gallery/gg84/gg84-46627.html |title=The Olive Garden, 1889 |author= |year=2011 |work=Collection |publisher=National Gallery of Art, Washington, DC |accessdate=March 25, 2011}}</ref> Salah satu contohnya adalah lukisan ''[[Pohon Zaitun (serial Van Gogh)|Pohon Zaitun dengan Pegunungan di Latar Belakang]]'' (1889). Terkait dengan lukisan ini, Van Gogh pernah menulis kepada Theo: "Akhirnya aku memiliki sebuah bentang alam dengan pohon-pohon zaitun."{{sfnp|Pickvance|1986|loc= 101}}
<gallery widths="165px" heights="165px">
Berkas:Van Gogh Starry Night Drawing.jpg|''Pohon Sanobar pada Malam Berbintang'', sebuah gambar yang dibuat dengan sebuah [[kalam]] dan didasarkan pada lukisan ''Malam Berbintang''
Berkas:Van Gogh - Zypressen mit zwei weiblichen Figuren.jpeg|''Pohon-Pohonpohon Sanobar dengan Dua Perempuan'', 1890. Museum Kröller-Müller, Otterlo, Belanda
Berkas:Vincent van Gogh - Wheat Field with Cypresses - Google Art Project.jpg|''[[Ladang Gandum beserta Pohon-Pohonpohon Sanobar]]'', 1889. Museum Seni Rupa Metropolitan, New York
Berkas:Vincent Van Gogh 0016.jpg|''Pohon Sanobar'', 1889. Museum Seni Rupa Metropolitan, New York
</gallery>
<gallery widths="180px" heights="180px">
Berkas:Vincent van Gogh - De roze boomgaard - Google Art Project.jpg|''Kebun Buah Merah Jambu'', juga disebut ''Kebun Buah dengan Pohon Aprikot Bermekaran'', Maret 1888. Museum Van Gogh, Amsterdam
Berkas:Van Gogh - Blühender Obstgarten, von Zypressen umgeben.jpeg|''Kebun Buah Bermekaran, Dibatasi oleh Pohon-Pohonpohon Sanobar'', April, 1888. Museum Kröller-Müller, Otterlo, Belanda
Berkas:Vincent Van Gogh 0018.jpg|''[[Pemandangan Arles, Kebun Buah Berbunga]]'', 1889. [[Neue Pinakothek]], Munich
</gallery>
Pada tahun 1957, [[Francis Bacon (seniman)|Francis Bacon]] membuat beberapa buah lukisan yang didasarkan atas karya-karya reproduksi lukisan ''Pelukis di Jalan menuju Tarascon'' karya Vincent, yang aslinya telah musnah dalam [[Perang Dunia II]]. Francis Bacon terinspirasi oleh citra yang ia sebut "menghantui" itu, dan menganggap Vincent berada pada posisi orang luar yang terkucil, yakni posisi yang juga ia sendiri rasakan. Francis Bacon merasa memiliki kesamaan gagasan dengan dengan teori-teori seni rupa Vincent dan kalimat-kalimat dalam surat Vincent kepada Theo yang berbunyi "pelukis-pelukis sejati tidak melukis benda-benda sebagaimana adanya&nbsp;... mereka melukis benda-benda menurut apa yang ''mereka sendiri'' rasakan tentang benda-benda itu."{{sfnp|Farr|Peppiatt|Yard|1999|loc=112}}
Lukisan-lukisan karya Vincent tergolong [[daftar lukisan termahal|lukisan-lukisan termahal]] di dunia. Lukisan-lukisan yang terjual lebih dari [[dolar Amerika Serikat|US$]] 100 juta (disesuaikan dengan nilai uang saat ini) adalah ''Potret Dokter Gachet'',{{refn|{{cite web|first=Andrew|last=Decker| url=http://www.artnet.com/magazine_pre2000/features/decker/decker11-4-98.asp |date=5 November 1998 |title= The Silent Boom|website=[[Artnet]] |access-date= 14 September 2011}}}}'' [[:Berkas:Vincent van Gogh - Portrait of Joseph Roulin.jpg|Potret Joseph Roulin]]'', dan ''Bunga-Bunga Iris''. Versi ''[[Ladang Gandum beserta Pohon-Pohonpohon Sanobar]]'' yang tersimpan di [[Museum Seni Rupa Metropolitan]] dibeli pada tahun 1993 dengan harga US$ 57 juta.{{refn|{{cite news |url=https://www.nytimes.com/1993/05/25/arts/annenberg-donates-a-van-gogh-to-the-met.html |title=Annenberg Donates A van Gogh to the Met |first=Michael |last=Kimmelman |newspaper=The New York Times |date=25 Mei 1993}}}} Pada 2015, ''[[Les Alyscamps|L'Allée des Alyscamps]]'' terjual senilai US$ 66,3 juta di balai lelang Sotheby's, New York, lebih tinggi dari harga ancangan yang ditetapkan sebesar US$ 40 juta.<ref>{{cite news|url=https://news.artnet.com/market/led-66m-van-gogh-sothebys-impressionist-modern-sale-robustly-kicks-off-season-294831|first=Brian|last=Boucher|date=5 Mei 2015|title=Mysterious Asian Buyer Causes Sensation at Sotheby's $368 Million Impressionist Sale|newspaper=[[Artnet]]|accessdate=4 Agustus 2016}}</ref>
 
=== Museum Van Gogh ===