Buka menu utama

Perubahan

k
| system =Kereta api barang;<br/>kereta api barang cair;<br/> kereta api ketel
| status =Beroperasi
| locale =[[Daerah Operasi IV Semarang]] </br> [[Daerah Operasi V Purwokerto]] </br> [[Daerah Operasi VI Yogyakarta]] </br> [[Daerah Operasi VII Madiun]] </br> [[Daerah Operasi VIII Surabaya]] </br> [[Divisi Regional I SumateraSumatra Utara dan Aceh]] </br> [[Divisi Regional III Palembang]] </br> [[Divisi Regional IV Tanjungkarang]]
| start =[[Stasiun Maos|Maos]], [[Stasiun Cilacap|Cilacap]], [[Stasiun Rewulu|Rewulu]], [[Stasiun Benteng|Benteng]], [[Stasiun Labuan|Labuan]], & [[Stasiun Kertapati|Kertapati]]
| end =[[Stasiun Tegal|Tegal]], [[Stasiun Rewulu|Rewulu]], [[Stasiun Madiun|Madiun]], [[Stasiun Malang Kotalama|Malang Kotalama]], [[Stasiun Kisaran|Kisaran]], [[Stasiun Siantar|Siantar]], [[Stasiun Lubuk Linggau|Lubuk Linggau]], [[Stasiun Lahat|Lahat]], & [[Stasiun Tigagajah|Tigagajah]]
Dahulu sistem penomoran yang digunakan adalah '''KKW/KKR''' (gerbong gandar empat) dan '''KR/KW''' (gerbong gandar dua). Akan tetapi, dengan berlakunya [[s:Peraturan Menteri Perhubungan Nomor 45 Tahun 2010|Peraturan Menteri Perhubungan No. KM 45 tahun 2010]], semua gerbong ketel menggunakan [[sistem penomoran kereta api di Indonesia|format penomoran]] '''GK'''. Kemudian diikuti dengan dua digit menandakan muatan maksimum dalam ton, dua digit menandakan tahun, dan dua atau tiga digit menandakan nomor urut administrasi gerbong. Contoh: '''GK 30 65 01''' artinya gerbong ketel (GK), berat muatan maksimum 30 ton, mulai operasi tahun [[1965]], dan memiliki nomor urut 01.
 
Sejak tak diizinkan lagi beroperasi karena usia gerbong dan aspek keselamatan operasional KA, semua gerbong ketel gandar dua sudah tidak ada lagi yang untuk mengangkut barang. Semua gerbong ketel ini sudah "[[pensiun]]." Gerbong ini diproduksi di [[Rumania]] dan di PT Pertamina. Kapasitas muatnya hanya 18.890 liter. Dengan berat yang ringan dan non-bogie, sangat riskan untuk dioperasikan dengan kecepatan yang diatur dalam [[grafik perjalanan kereta api]] (gapeka). Umumnya dioperasikan untuk mengangkut [[avtur]] dari [[stasiun Cilacap|Cilacap]] menuju [[stasiun Rewulu|Rewulu]], atau di beberapa [[stasiun kereta api|stasiun]]/[[dipo lokomotif]] yang digunakan untuk mengangkut HSD. Sempat pada tahun [[2010]] di Divre I SumateraSumatra Utara gerbong ketel gandar dua dioperasikan namun sekarang sudah afkir semua.
 
=== Variasi lokomotif ===
 
== Daftar kereta api ==
Pengangkutan BBM dan BBK: di Jawa meliputi 5 relasi, SumateraSumatra Utara 2 relasi, dan SumateraSumatra Selatan 3 relasi. Berikut merupakan relasi KA Ketel Pertamina.
 
=== KA BBM Maos-Tegal ===
Setiap harinya, ada satu KA BBM yang beroperasi di lintas [[Stasiun Benteng|Benteng]]-[[Stasiun Madiun|Madiun]] (sejauh 159 km). Stamformasinya terdiri dari 20 gerbong ketel bermuatan premium, solar, dan kerosin.
 
=== KA BBM SumateraSumatra Utara ===
Angkutan BBM di PT KAI [[Divisi Regional I SumateraSumatra Utara dan Aceh]] melayani distribusi BBM dari Depo Pertamina Labuan menuju dua tempat dengan dua relasi, yaitu [[Stasiun Labuan|Labuan]]-[[Stasiun Kisaran|Kisaran]] (149 km) dan [[Stasiun Labuan|Labuan]]-[[Stasiun Siantar|Siantar]] (174 km).
 
=== KA BBM SumateraSumatra Selatan ===
Di Divisi Regional PT KAI [[Divisi Regional III SumateraSumatra Selatan dan Lampung]], angkutan KA BBM melayani pengiriman/distribusi BBM jenis premium, solar, dan kerosin (minyak tanah). Ada tiga KA yang dioperasikan melayani distribusi BBM dari Depo Pertamina Kertapati ke tiga tempat berbeda: [[Stasiun Kertapati|Kertapati]]-[[Stasiun Lubuklinggau|Lubuklinggau]] sejauh 305 km, [[Stasiun Kertapati|Kertapati]]-[[Stasiun Lahat|Lahat]] sejauh 190 km, dan [[Stasiun Kertapati|Kertapati]]-[[Stasiun Tigagajah|Tigagajah]] sejauh 171 km.
 
== Jadwal Kereta BBM ==
224.887

suntingan