Pondok Pesantren An-Nuqayah: Perbedaan revisi

1.585 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k (Bot: Penggantian teks otomatis (-  + ))
== Pendiri Pondok Pesantren Annuqayah ==
Pondok Pesantren Annuqayah didirikan oleh KH. Moh Syarqawi. Beliau lahir di Kudus Jawa tengah. Kiai Syarqawi muda sebelum mendirikan pesantren pernah menuntut ilmu di berbagai pesantren di Madura, Pontianak, merantau ke Malaysia, Pattani (Thailand Selatan), dan bermukim di Makkah. Pengembaraan dia dalam menuntut ilmu tersebut dilakukan selama sekitar 13 tahun.
 
KH. Moh Syarqawi sendiri merupakan keturunan ke 10 dari [[Sunan Kudus]] (Ja’far Shadiq) di mana Sunan Kudus merupakan keturunan ke 24 dari Rasulullah. Itu artinya Kiai Syarqawi adalah keturunan ke 34 dari Rasulullah. Adapun perincian nasab beliau: Kiai Syarqawi bin Raden Sudikromo bin R. Mertowijoyo bin R. Tirtokusumo bin R. Arya Kering bin R. Arya Panyangkringan bin Panembahan Kebiji Dipokusumo bin P. Krapyak Yudhobongso bin P. kaliku bin P. Pakaos bin R. Jakfar Shodiq (Sunan Kudus) bin bin Sunan Ngudung bin Fadhal Ali Murtadha bin Ibrahim Zainuddin Al-Akbar bin Jamaluddin Al-Husain bin Ahmad Jalaluddin bin Abdillah bin Abdul Malik Azmatkhan bin Alwi Ammil Faqih bin Muhammad Shahib Mirbath bin Ali Khali’ Qasam bin Alwi bin Muhammad bin Alwi bin Ubaidillah bin Ahmad Al-Muhajir bin Isa bin Muhammad bin Ali Al-Uraidhi bin Ja’far Shadiq bin Muhammad Al-Baqir bin Ali Zainal Abidin bin Husain bin Sayyidah [[Fatimah az-Zahra|Fathimah Az-Zahra]] binti Nabi [[Muhammad|Muhammad Rasulullah.]]
 
== Sejarah Berdirinya Pondok Pesantren Annuqayah ==
Pondok Pesantren Annuqayah yang berlokasi di Guluk-Guluk Sumenep Madura didirikan pada tahun 1887. Pendirinyaoleh K.H. Moh. Syarqawi. Dia Dalam lahirkiprahnya dimenyebarkan Kudus Jawa tengah.ilmu, Kiai Syarqawi mudamula-mula sebelummembuka mendirikanpengajian pesantrenal-Qur’an pernahdan menuntutkitab-kitab ilmuklasik di berbagaiPrenduan pesantrenSumenep. di MaduraNamun, Pontianakdengan beberapa alasan, merantaubeberapa tahun kemudian beliau ‘hijrah’ ke Malaysia,desa PataniGuluk-Guluk (Thailandyang Selatan),berjarak dan± bermukim7 dikm Mekah.ke Pengembaraanarah diautara dalamdari menuntutdesa ilmuPrenduan, tersebutdan dilakukanbermukim selamadi sekitarsana 13hingga tahunakhir hayatnya.
 
Di Guluk-Guluk, Kiai Syarqawi menerima sebuah kandang kuda dari seorang saudagar kaya bernama H. Abdul Aziz. Kandang kuda ini kemudian dirubah menjadi sebuah langgar. Di langgar itulah Kiai Syarqawi mulai mengajar membaca al-Qur’an dan dasar-dasar ilmu agama. Tempat itulah yang merupakan cikal bakal PP Annuqayah. Sekitar 23 tahun Kiai Syarqawi memimpin pesantren Annuqayah. Setelah Kiai Syarqawi meninggal dunia pada bulan Januari 1911, pesantren dipimpin oleh putra dia dari isteri pertama, K.H. Bukhari, yang dibantu oleh K.H. Moh. Idris dan K.H. Imam.
Dalam kiprahnya menyebarkan ilmu, Kiai Syarqawi mula-mula membuka pengajian al-Qur’an dan kitab-kitab klasik di Prenduan Sumenep. 14 tahun kemudian, Kiai Syarqawi bersama dua istrinya dan K Bukhari (putra dari isteri pertama) pindah ke Guluk-Guluk dengan maksud mendirikan pesantren. Atas bantuan seorang saudagar kaya bernama H. Abdul Aziz, dia diberi sebidang tanah dan bahan bangunan. Di atas sebidang tanah itu, dia mendirikan rumah tinggal dan sebuah langgar. Tempat ini kemudian disebut Dalem Tenga. Selain itu, dia juga membangun tempat tinggal untuk isterinya yang ketiga, Nyai Qamariyah berjarak sekitar 200 meter ke arah barat dari Dalem Tenga. Kediaman Nyai Qamariyah ini kemudian dikenal dengan Lubangsa.
 
Mulai tahun 1917, kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh salah seorang putra Kiai Syarqawi, yakni K.H. Moh. Ilyas. Pada masa kepemimpinan Kiai Ilyas inilah, Annuqayah mengalami banyak perkembangan, misalnya pola pendekatan masyarakat, sistem pendidikan dan pola hubungan dengan birokrasi pemerintah. Perkembangan lain yang terjadi adalah ketika pada tahun 1923 K. Abdullah Sajjad, saudara Kiai Ilyas, membuka pesantren sendiri. Tempat baru itu kemudian dikenal dengan nama Latee ini berjarak sekitar 100 meter di sebelah timur kediaman K. Ilyas. Sejak K. Abdullah Sajjad membuka pesantren sendiri, pesantren-pesantren daerah di Annuqayah terus berkembang dan bermunculan, sehingga sekarang Annuqayah tampak sebagai “pesantren federasi”. Setelah Kiai Ilyas meninggal dunia di penghujung 1959, kepemimpinan di Annuqayah untuk selanjutnya berbentuk kolektif, yang terdiri dari para kiai sepuh generasi ketiga. Sepeninggal Kiai Ilyas, kepemimpinan kolektif Annuqayah diketuai oleh K.H. Moh. Amir Ilyas (w. 1996), dan kemudian dilanjutkan oleh K.H. Ahmad Basyir AS (w. 2017).
Di langgar itulah Kiai Syarqawi mulai mengajar membaca al-Qur’an dan dasar-dasar ilmu agama. Tempat itulah yang merupakan cikal bakal PP Annuqayah. Sekitar 23 tahun Kiai Syarqawi memimpin pesantren Annuqayah. Setelah Kiai Syarqawi meninggal dunia pada bulan Januari 1911, pesantren dipimpin oleh putra dia dari isteri pertama, K.H. Bukhari, yang dibantu oleh K.H. Moh. Idris dan K.H. Imam.
 
Nama Pesantren “Annuqayah” diambil dari nama sebuah kitab karya Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi. Secara harfiyah, ‘annuqayah’ memiliki makna ‘bersih’ atau ‘murni’. Pemberian nama ini baru dilakukan pada tahun 1833 oleh Kiai Khazin Ilyas, salah satu cucu Kiai Syarqawi. kitab ‘Annuqayah’ karya Syaikh Jalaluddin As-Suyuthi mengandung 14 disiplin ilmu. Mungkin saja, pemberian nama ini merupakan harapan dari Kiai Khazin Ilyas agar para santri dapat mempelajari dan menguasai ilmu-ilmu tersebut.
Mulai tahun 1917, kepemimpinan pesantren dilanjutkan oleh salah seorang putra Kiai Syarqawi, yakni K.H. Moh. Ilyas. Pada masa kepemimpinan Kiai Ilyas inilah, Annuqayah mengalami banyak perkembangan, misalnya pola pendekatan masyarakat, sistem pendidikan dan pola hubungan dengan birokrasi pemerintah. Perkembangan lain yang terjadi adalah ketika pada tahun 1923 K. Abdullah Sajjad, saudara Kiai Ilyas, membuka pesantren sendiri. Tempat baru itu kemudian dikenal dengan nama Latee ini berjarak sekitar 100 meter di sebelah timur kediaman K. Ilyas. Sejak K. Abdullah Sajjad membuka pesantren sendiri, pesantren-pesantren daerah di Annuqayah terus berkembang dan bermunculan, sehingga sekarang Annuqayah tampak sebagai “pesantren federasi”.
Setelah Kiai Ilyas meninggal dunia di penghujung 1959, kepemimpinan di Annuqayah untuk selanjutnya berbentuk kolektif, yang terdiri dari para kiai sepuh generasi ketiga. Sepeninggal Kiai Ilyas, kepemimpinan kolektif Annuqayah diketuai oleh K.H. Moh. Amir Ilyas (w. 1996), dan kemudian dilanjutkan oleh K.H. Ahmad Basyir AS.
 
== Letak Geografis dan Demografi ==
 
Wilayah yang cukup luas ini ternyata tidak memberikan harapan penghidupan bagi masyarakat Guluk-guluk karena susunan tanahnya , sebagaimana daerah Madura lainnya cenderung terdiri dari batu-batu berkapur (lime store rock) dan sebagian besar tanahnya berjenis mediteran. Sedangkan curah hujan rata-rata pertahunnya 2176 mm, dengan jumlah hariannya kurang lebih 100 hari per tahun.
 
== Sistem Kepemimpinan ==
Secara kepemimpinan, Annuqayah dipimpin secara kolektif. Dalam artian, Annuqayah tidak memiliki satu pengasuh yang memimpin pesantren secara keseluruhan, sebab Annuqayah terdiri dari berbagai asrama/komplek. Terdapat Dewan Pengasuh yang menaungi Pengurus Yayasan dan Pengurus Pesantren. Kebijakan dan peraturan di Pesantren Annuqayah merupakan hasil musyawarah Dewan Pengasuh dan unit-unit di bawahnya. Tetapi, masing-masing asrama/komplek juga diberi hak untuk mengatur sistem pembinaan santri dan pembelajarannya sendiri asal tidak menyimpang dengan peraturan dari pusat.
 
== Perkembangan Pondok Pesantren Annuqayah ==
Annuqayah merupakan pesantren yang berbentuk federasi. Hal itu dimulai sejak Kyai Abdullah Sajjad (Putra Kiai Syarqawi) mendirikan pesantren sendiri yang bernama Latee pada tahun 1923. Inisiatif itu dilakukan ketika Annuqayah daerah Lubangsa yang didirikan Kyai Syarqawi tidak mampu lagi menampung santrinya. Berdirinya daerah Latee kemudian diikuti oleh berdirinya daerah-daerah/komplek lain. Hingga tahun 1972 Annuqayah sudah terdiri dari lima daerah yang seluruhnya diasuh oleh keturunan dan menantu Kyai Syarqawi. Saat ini (2019) total ada belasan daerah/komplek di Annuqayah.
 
Saat ini, Pondok Pesantren Annuqayah menampung sedikitnyalebih 6000dari 8000 orang santri dari berbagai jenjang pendidikan, dari [[taman kanak-kanak]] sampai [[perguruan tinggi]].
 
Dari tahun ke tahun ke tahun, Pondok Pesantren Annuqayah semakin berkembang, dan saai ini telah memiliki berbagai lembaga dan unit pengembangan intelektual, sosial, maupun ekonomi, di antaranya:
Pondok Pesantren Annuqayah dikenal karena usahanya dalam pengembangan masyarakat yang secara khusus diselenggarakan oleh Biro Pengabdian Masyarakat Pondok Pesantren Annuqayah (BPM-PPA). Pesantren ini memiliki perhatian yang sangat besar terhadap lingkungan, berupa penanaman pohon dan pelestarian alam sekitar. Itu sebabnya, tahun 1981 Presiden [[Soeharto]] menganugerahi hadiah [[Kalpataru (penghargaan)|Kalpataru]] kepada pesantren Annuqayah karena dinilai berjasa sebagai penyelamat lingkungan (Sumber: Ensiklopedi NU).
 
Pondok Pesantren Annuqayah dikenal karena usahanya dalam pengembangan masyarakat yang secara khusus diselenggarakan oleh# Biro Pengabdian Masyarakat Pondok Pesantren Annuqayah (BPM-PPA), yang berfokus pada pengembangan kesejateraan masyarakat dan pesantren sendiri. PesantrenBiro inijuga memiliki perhatian yang sangat besar terhadap lingkungan, berupa penanaman pohon dan pelestarian alam sekitar. Itu sebabnya, tahun 1981 Presiden [[Soeharto]] menganugerahi hadiah [[Kalpataru (penghargaan)|Kalpataru]] kepada pesantren Annuqayah karena dinilai berjasa sebagai penyelamat lingkungan (Sumber: Ensiklopedi NU).
# Markaz Al-Lughah Al-Arabiyah (pusat pengembangan Bahasa Arab) dan Annuqayah English Center (pusat pengembangan Bahasa Inggris).
# Lembaga Pengembangan Tilawatil Qur’an (LPTQ)
# Koperasi Pesantren (Koppotren) Annuqayah, yang mengembangkan Unit Jasa Keuangan Syariah dan memproduksi air minum dalam kemasan (AMDK).
# Pramuka dengan nomor Gudep 0761 (putra) dan 0762 (putri).
 
Selain beberapa lembaga di atas dengan programnya masing-masing, salah satu lembaga pendidikan di Annuqayah (SMA 3 Annuqayah) memiliki program cinta lingkungan seperti pengelolaan sampah plastik, pembuatan pupuk organik, dan juga pembuatan jajan tradisional.
 
== Lembaga Pendidikan ==
Annuqayah memiliki lembaga pendidikan formal dan lembaga pendidikan nonformal. Lembaga pendidikan formal memadukan kurikulum kemenag dan kurikulum pesantren. Adapun Lembaga pendidikan formal yang ada di Annuqayah yaitu:
 
# [[TK Annuqayah]]
# [[MI 1 Annuqayah]] (Putra)
# [[MI 2 Annuqayah]]
# [[MI 3 Annuqayah]] (Putri)
# [[MTs. 1 Putri Annuqayah]]
#MTs 1 Annuqayah Putra
# MTs. 2 Annuqayah
# MTs. 3 Annuqayah (Putri)
# MA 1 Annuqayah (Putra-Putri)
#MA 1 Annuqayah Putri
# MA 2 Annuqayah
# MA Tahfidz Annuqayah (Putra)
# SMA Annuqayah (Putra)
# SMA 3 Annuqayah (Putri)
# SMK Annuqayah Putra
#SMK Annuqayah (Putri)
# INSTIKA (Institut Ilmu Keislaman Annuqayah)
#Institut Sains dan Teknologi Annuqayah
 
Selain lembaga pendidikan formal, Annuqayah juga menerapkan pendidikan diniyah (pendidikan nonformal). Namun struktur organisasi, kebijakan, dan penerapannya diserahkan langsung kepada pengurus daerah/komplek masing-masing.
== Daerah ==
 
== Daerah/Komplek ==
Pondok Pesantren Annuqayah terdiri dari beberapa daerah yang tersebar di lingkungan desa Guluk-guluk yang mengelola santri dengan pendidikan diniyah secara sendiri-sendiri.
# PPA Al Furqon
# PPA Latee
# PPA Latee I
# PPA Latee II
# PPA Lubangsa
# PPA Lubangsa Tengah/ PPA. Dhelem Tengah
# PPA Lubangsa Putri
# PPA Lubangsa Selatan
# PPA Lubangsa Utara
# PPA Kebon Jeruk
# PPA Al Amir
# PPA Karang Jati Putra
# PPA Assaudah Karang Jati Putri
# PPA KUSUMA BANGSA (KUBA)
 
Pondok Pesantren Annuqayah terdiri dari beberapa asrama/daerah/komple yang tersebar di lingkungan desa Guluk-gulukGuluk yangTengah, mengelolabeberapa santridi dengan pendidikan diniyah secara sendiri-sendiri.anatranya:
== Dewan Pengasuh ==
Berikut ini personalia pengurus Pondok Pesantren Annuqayah Masa Bakti 2006-2010.
# KH. Ahmad Basyir AS. (Ketua)
# KH. Moh. Mahfoudh Husaini
# KH. Moh. Ishomuddin AS.
# Drs. K.H. Warits Ilyas
# KH. A. Muqsith Idris
# KH. A. Basith AS. BA.
# KH. Abbasi Ali
 
# PPA Latee (Putra)
== Pengurus Harian ==
# PPA Latee I (Putri)
 
# PPA Latee II (Putri)
# Ketua : K.H. A. Hanif Hasan
# PPA Lubangsa UtaraBarat (Putra-Putri)
# Wakil Ketua I : K.H. A. Naufal Ashiem
# PPA Lubangsa Tengah (Putri)
# Wakil Ketua II : K.H. A. Hamidi Hasan
# PPA Lubangsa Selatan (Putra-Putri)
# Wakil Ketua III : K.H. Muhammad Muhsin Amir
# PPA Lubangsa Utara (Putra-Putri)
# Wakil Ketua IV : K. Alawi Thaha
# PPA Al-Furqan Karang Jati (Putra-Putri)
# Sekretaris : K. M. Mushthafa
# PPA Nurul Hikmah (Putri)
# Wakil Sekretaris : K. Muhammad-Affan
# PPA Kusuma Bangsa (Putra-Putri)
# Bendahara : K. M. Hazmi Basyir
# PPA Al FurqonAmir
# Wakil Bendahara : K. M. Halimi Ishom
# PPA Kebon Jeruk Kemisan
 
Pondok Pesantren Annuqayah Daerah Al Amir berdiri tahun 1998 diasuh oleh Drs. KH. Muhammad Muhsin bin Amir bin Ilyas bin Moh. Assyarqowi terletak kl. 500 meter arah utara Masjid Jamik Annuqayah atau tempat tinggal almarhum KH. Moh. Amir bin Ilyas sebagai salah salah satu Pengasuh Pon. Pes. Annuqayah 1960-1996. Dia dikenal Mukasyafah (bermata bathin) dan disiplin serta istiqomah. Dia adalah pendiri MTS Annuqayah. Wafat tahun 1996 di rumah kediamannya dalam usia 71 tahun.Dia aktif sebagi pengurus NU dan Partai PPP Sumenep. Makbaroh dia terletak di Makbaroh kelurga, miliknya sendiri barat laut TK Annuqayah yang dibelinya kepada almarhum KH. Mahfudz Husaini pada tahun 1994. Kuburan dia dibagian shaf paling utara no. 2 dari arah barat setelah kuburan Ny. Mamduhah binti Ilyas binti Moh.Syarqowi. Ketika dia wafat, seluruh masyarakat Kabupaten Sumenep bahakn luar Sumenep dan luar Madura, terdiri dari para wali santri. datang ke Guluk-Guluk untuk mengantarkan janazahnya yang di sholati di Masjid Annuqayah. Jalan-jalan di kec. Guluk=Guluk penuh sesak dengan sang pelawat, mulai dari pertigaan Kapolsek Guluk-Guluk hingga halaman Masjid Jamik dan Makbarohnya penuh dengan ratusan ribu pelayat... semoga amal dia di Ridloi oleh Allah SWT. Amin !
[http://berita-annuqayah.blogspot.com/2008/10/profil-annuqayah_14.html Website Annuqayah]
 
Selain asrama di atas, terdapat banyak sekali asrama-asrama baru yang bermunculan sebab berbagai faktor.
[[Kategori:Pesantren di Indonesia|Annuqayah]]
[[Kategori:Pesantren di Jawa Timur|Annuqayah]]
Pengguna anonim