Buka menu utama

Perubahan

9 bita ditambahkan, 7 bulan yang lalu
 
== Pahlawan ==
Setelah Republik Indonesia merdeka, Tan Malaka menjadi salah satu pelopor sayap kiri. Ia juga terlibat dalam [[Peristiwa 3 Juli 1946]] dengan membentuk [[Persatuan Perjuangan]] dan disebut-sebut sebagai otak dari penculikan [[Sutan Syahrir]] yang pada waktu itu merupakan perdana menteri. Karena itu ia dijebloskan ke dalam penjara tanpa pernah diadili selama dua setengah tahun. Setelah meletus pemberontakan FDR/PKI di Madiun, September 1948 dengan pimpinan [[Musso]] dan [[Amir Syarifuddin]], Tan Malaka dikeluarkan begitu saja dari penjara.
 
Di sisi lain, setelah mengevaluasi situasi yang amat parah bagi Republik Indonesia akibat [[Perjanjian Linggajati]] 1947 dan [[Perjanjian Renville|Renville]] 1948, yang merupakan buah dari hasil diplomasi [[Sutan Syahrir]] dan Perdana Menteri [[Amir Syarifuddin]], Tan Malaka merintis pembentukan [[Murba|Partai Murba]], [[7 November]] [[1948]] di Yogyakarta.
Pengguna anonim