Negara Islam Indonesia: Perbedaan revisi

394 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
k
←Suntingan 140.213.33.169 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh Fido Cahya
Tag: suntingan perangkat seluler suntingan web seluler
k (←Suntingan 140.213.33.169 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh Fido Cahya)
Tag: Pengembalian
Gerakan ini bertujuan menjadikan [[Republik Indonesia]] yang saat itu baru saja [[Proklamasi Kemerdekaan Indonesia|diproklamasikan kemerdekaannya]] dan ada pada masa [[Perang Kemerdekaan Indonesia|perang dengan tentara Kerajaan Belanda]] sebagai negara [[teokrasi]] dengan [[agama Islam]] sebagai dasar negara. Dalam proklamasinya bahwa "Hukum yang berlaku dalam Negara Islam Indonesia adalah Hukum Islam", lebih jelas lagi dalam undang-undangnya dinyatakan bahwa "Negara berdasarkan Islam" dan "Hukum yang tertinggi adalah [[Al Quran]] dan [[Sunnah]]". Proklamasi Negara Islam Indonesia dengan tegas menyatakan kewajiban negara untuk membuat undang-undang yang berlandaskan [[syariat Islam]], dan penolakan yang keras terhadap ideologi selain Alqur'an dan Hadits Shahih, yang mereka sebut dengan "hukum [[kafir]]".
 
== Pergerakan ==
== Pergerakan == maaf jangan mau dibohongi sejarah sebenarnya khilafah Islam sudah ada waktu jaman Rasulullah kenapa karena rasul sendiri diperintahkan Allah menyebarkan agama Islam dengan dakwah seperti yg terjadi di Mekkah yg dipimpin abu Jahal banyak kaum jahiliyah yg banyak menyimpang ajaran Islam tugas pertama seorang rosul mengubah pola pikir mereka yg tadinya togut menjadi apa yg diperintahkan Allah
Dalam perkembangannya, DI menyebar hingga di beberapa wilayah, terutama Jawa Barat (berikut dengan daerah yang berbatasan di [[Jawa Tengah]]), [[Sulawesi Selatan]], [[Aceh]] dan [[Kalimantan]] .<ref>Robert Cribb. 2000. ''Historical Atlas of Indonesia''. Halaman 162.</ref><ref>{{cite web|title=Relevansi Darul Islam Untuk Masa Kini|url=http://www.crisisgroup.org/en/regions/asia/south-east-asia/indonesia/op-eds/jones-relevansi-darul-islam-untuk-masa-kini.aspx|publisher=crisisgroup.org|date=16 Agustus 2010|accessdate=28 November 2014}}</ref>
Untuk melindungi kereta api, Kavaleri Kodam VI Siliwangi (sekarang Kodam III) mengawal kereta api dengan panzer tak bermesin yang didorong oleh lokomotif uap D-52 buatan Krupp Jerman Barat. Panzer tersebut berisi anggota TNI yang siap dengan senjata mereka. Bila ada pertempuran antara TNI dan DI/TII di depan, maka kereta api harus berhenti di halte terdekat. Pemberontakan bersenjata yang selama 13 tahun itu telah menghalangi pertumbuhan ekonomi masyarakat. Ribuan ibu-ibu menjadi janda dan ribuan anak-anak menjadi yatim-piatu. Diperkirakan 13.000 rakyat Sunda, anggota organisasi keamanan desa (OKD) serta tentara gugur. Anggota DI/TII yang tewas tak diketahui dengan tepat.<ref>{{cite web|title=History of Railways in Indonesia|url=http://keretapi.tripod.com/history.html|publisher=keretapi.tripod.com|date=|accessdate=28 November 2014}}</ref>