Buka menu utama

Perubahan

tidak ada ringkasan suntingan
Pada tanggal 2 Desember 1805, tentara Perancis dapat memukul mundur pasukan gabungan Austria-Rusia di Kota Austerlitztz, 20 km dari Kota Brno, Moravia yang kini berada di wilayah Ceko. Keberhasilan ini membawa kehancuran bagi Pasukan [[Perang Koalisi Ketiga]] dan juga menjadi pemicu bubarnya Kekaisaran Romawi Suci dan digantikan Kekaisaran Austria. Namun, juga menjadi awal terbentuknya [[Perang Koalisi Keempat]].
 
Napoelon mencaplok Italia, dan membentuk pemerintahan boneka disana, dibawah pimpinan keponakanya, [[Eugène de Beauharnais]]. Kemudian menduduki Belanda pada 1806, dan mendirikan Kekaisaran Belanda, lalu mengangkat adiknya, [[Louis Bonaparte]] sebagai pemimpin disana, serta memaksa menyerahkan seluruh jajahannya dibawah Kekaisaran Perancis, termasuk [[Guyana Belanda]] dan [[Hindia Belanda]].
 
Napoleon mencaplok Italia, termasuk kota Roma, dan mendirikan pemerintahan boneka dibawah pimpinan keponakanya, [[Eugène de Beauharnais]] . Kemudian, di tahun 1806, Perancis menduduki Belanda dan mendirikan Kekaisaran Belanda dibawah pimpinan adik Napoleon, [[Louis Bonaparte]], serta memaksa menyerahkan seluruh daerah jajahannya dibawah Kekaisaran Perancis, termasuk [[Guyana Belanda]] dan [[Hindia Belanda]].
 
Walau unggul di darat, tetapi dilaut, Angkatan Laut Kekaisaran Perancis lemah. Hal ini dapat dibuktikan dengan kekalahan pasukan gabungan Perancis-Spanyol melawan Angkatan Laut Inggris di Tanjung Trafalgar pada 1805 dalam [[Pertempuran Trafalgar]], sebuah usaha Napoleon menduduki Inggris, musuh lama Perancis. Karena kalah, akhirnya Napoleon memutuskan untuk memblokade Laut Baltik bagi Inggris. Padahal, Laut Baltik adalah salah satu akses perdagangan Inggris- Rusia. Namun karena Tsar [[Aleksandr I dari Rusia]] telah menandatangani kesepakatan damai antara Napoleon dalam [[Perjanjian Tilsit]] pada 180711, Rusia sejak saat itu mengikuti isi perjanjian, termasuk memutuskan hubungan perdagangan dengan Inggris.
160

suntingan