Payung Teduh: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Baris 16:
* Mohammad Istiqomah Djamad (keluar akhir tahun 2017)
* Alejandro Saksakame (drum)
* Surya Batukalam (Gendang Galon)
* Rohay (tepuk kaki)
* Comi Aziz Kariko (kontra bass)
* Ivan Penwyn (vokalis saat ini)
|past_members =
* Mohammad Istiqamah Djamad
 
* Haddid
}}
'''Payung Teduh Haddid''' merupakan Band alternatif Indonesia beraliran fusi antara folk, keroncong dan jazz. Payung Teduh terbentuk pada akhir 2007 dengan formasi awal Is (vokalis) dan Comi (kontra bass). Pada tahun 2008, Payung Teduh mengajak Cito untuk bergabung bersama sebagai drummer lalu mengajak Ivan sebagai pemain gitarlele dan pemain terompet pada tahun 2010. ''Angin Pujaan Hujan'' ialah lagu pertama yang memunculkan warna mereka sendiri. Seiring berjalannya waktu tercipta pula lagu-lagu lainnya seperti Kucari ''Kamu, Amy, Untuk Perempuan Yang Sedang Dalam Pelukan'', juga termasuk karya-karya dari pementasan teater bersama Catur Ari Wibowo seperti ''Resah'', ''Cerita tentang Gunung dan Laut'', serta karya Amalia Puri yang berjudul ''Tidurlah'' dan ''Malam''. Pada akhirnya Payung Teduh memutuskan untuk membuat album indie pertamanya yang dirilis di penghujung 2010.