Gordian III: Perbedaan revisi

2 bita ditambahkan ,  13 tahun yang lalu
k
(←Membuat halaman berisi 'thumb|200px|Patung dada Gordian III, antara 242 dan 244. '''Marcus Antonius Gordianus Pius''' (20 Januari 225 – ...')
 
Menyusul pembunuhan terhadap Kaisar [[Alexander Severus]] di Moguntiacum (sekarang [[Mainz]]), yang saat itu adalah ibukota [[Provinsi Romawi]] [[Germania Inferior]]; [[Maximinus Thrax]] mengambil kekuasaan sebagai kaisar, meskipun terdapat penolakan yang kuat dari [[Senat Romawi]] dan sebagian besar masyarakat. Sebagai tanggapan Roma atas kejadian yang dianggap pemberontakan tersebut, maka kakek dan paman Gordian III, yaitu Gordian I dan II, diproklamasikan sebagai kaisar bersama di [[Provinsi Africa]]. Akan tetapi perlawanan mereka segera saja ditumpas dalam waktu sebulan oleh Cappellianus, gubernur [[Numidia]] dan pendukung setia Maximinus Thrax. Kedua Gordian tewas, akan tetapi kemudian publik mengenang mereka berdua sebagai orang-orang yang cinta damai dan terpelajar, yang menjadi korban kediktatoran Maximinus.
 
Sementara itu ketika Maximinus sedang mempersiapkan pasukan memasuki Roma, Senat mengangkat [[Pupienus]] dan [[Balbinus]] sebagai kaisar bersama. Kedua senator ini bukanlah tokoh populer, dan masyarakat Roma saat itu ternyata masih belum pulih dari keterkejutan atas nasib kedua Gordian. Maka kemudian Senat memutuskan untuk menarik Gordian III yang masih belasan tahun, mengubah namanya menjadi Marcus Antonius Gordianus sebagaimana kakaeknya, dan mengangkatnya sebagai [[Caesar (gelar)|''Caesar'']] dan ahli waris kekaisaran. [[Pupienus]] dan [[Balbinus]] berhasil mengalahkan Maximinus, sebagian besar karena membelotnya beberapa [[Legiun Romawi|legiun Romawi]], diantaranya [[Legio II Parthica|''Legio II Parthica'']] yang membunuh Maximinus. Namun pemerintahan gabungan mereka sejak awalnya menjadi terpuruk karena kerusuhan-kerusuhan massa, keresahan para pasukan, serta kebakaran besar yang melanda Romawi pada bulan Jun1Juni 238. Pada tanggal [[29 Juli]], Pupienus dan Balbinus pun dibunuh oleh [[Penjaga Praetoria]] dan Gordian diangkat sebagai kaisar tunggatunggal.
<!-- Akan diterjemahkan, bantuan anda dialu-alukan! - Naval Scene
===Rule===
Gordian's youth and good nature, along with the deaths of his grandfather and uncle and his own tragic fate at the hands of another usurper, granted him the everlasting esteem of the Romans. Despite the opposition of the new emperor, Gordian was deified by the Senate after his death, in order to appease the population and avoid riots.
-->
 
=== Referensi ===
*{{1911}}
25.215

suntingan