Kuningan, Jakarta Selatan: Perbedaan revisi

k
←Suntingan 180.214.247.58 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh HsfBot
k (←Suntingan 180.214.247.58 (bicara) dibatalkan ke versi terakhir oleh HsfBot)
Tag: Pengembalian
[[Berkas:Kuningan-rasuna-hariadhi.jpg|jmpl|Daerah Rasuna, Kuningan, yang menjadi salah satu tempat populer di daerah Kuningan]]
== Asal usul nama ==
Asal nama [[Kuningan]] di [[Jakarta]] tidak lepas dari sejarah [[Kabupaten Kuningan]], sebuah kabupaten di timur [[Jawa Barat]]. Hal ini terkait erat dengan seorang tokoh bernama Dipati Ewangga. Dipati Ewangga adalah panglima pasukan tentara Cirebon karena beliau berasal dari Cangkuang CirebonKuningan. Dia mempunyai kemahiran berperang dan membuat senjata dari logam berupa keris, kujang, tombak, anak panah dan pedang. Dia mempunyai seekor kuda tunggangan bernama Si Windu, yang tubuhnya kecil tetapi tenaganya kuat dan larinya gesit. Dalam mitologi setempat kuda ini disebut kuda semberani yang dapat terbang. Karena tempat menetapnya di Cangkuang (sekitar 2 km sebelah tenggara kota Kuningan sekarang) Dipati Ewangga mendapat julukan Dipati Cangkuang.
 
Tatkala pasukan [[Demak]] dan [[Cirebon]] menyerang [[Banten]] (1526 M) dan [[Sunda Kalapa]] (1527 M) yang merupakan pelabuhan kerajaan [[Sunda]] [[Pajajaran]], pasukan [[Kuningan]] diikutsertakan dalam penyerangan tersebut dan dipimpin langsung oleh Dipati Cangkuang. Akhirnya [[Banten]] dan [[Sunda Kalapa]] bisa ditaklukkan dan kemudian Sunda Kalapa berubah nama menjadi Jayakarta dan sekarang menjadi [[Jakarta]].