Buka menu utama

Perubahan

1.237 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k
tidak ada ringkasan suntingan
 
Sejak tahun 1855 Landschap Koesan mencakup daerah Batulicin dan Pulau Laut<ref name="Veth">{{nl}} {{cite book|first=Pieter Johannes|last=Veth|title=''[http://books.google.co.id/books?id=oFY9AAAAIAAJ&dq=Tanah%20landschap%20Koesan.&pg=PA163#v=onepage&q=Tanah%20landschap%20Koesan.&f=false Aardrijkskundig en statistisch woordenboek van Nederlandsch Indie: bewerkt naar de jongste en beste berigten, Volume 3]''|publisher=P. N. van Kampen|year=1869}}</ref>
{{cquote|Koesan, landschap in Borneo's Zuid- en Oosterafdeeling, grenzende ten Westen aan het voormalig rijk Bandjermasin, ten Zuid-Westen aan [[Tanah Laut]], ten Zuid-Oosten aan zee, ten Oosten aan de straat die FoeloePoeloe Laut van den vasten wal scheidt en ten Noorden aan Tanah Boemboe. Het beslaat eene oppervlakte van 73.7 vierkante geographische mijlen, en is verdeeld in verscheidene distrikten, waarvan Koesan, [[Sela Selilau, Karang Bintang, Tanah Bumbu|Sela, Selillau]] en [[Tamunih, Kusan Hulu, Tanah Bumbu|Tamoeni]] de voornaamste zijn. Onder dit landschap behoort Batoe Litjin en sedert 1855 [[Pulau Laut|Poeloe Laut]]. Het wordt door eenen Mohammedaanschen Pangeran bestuurd en het grootste gedeelte der bevolking, welke op ongeveer 1,600 zielen geschat wordt, is Mohammedaansch.
 
In Sela, Selillau cn Tamoeni worden goudmijnen gevonden en in de heuvelstreken zijn uitgestrekte en rijke diamantmijnen. Kuituur bestaat er niet; de bodem is bedekt met bosschen van ijzerhout en rotan, die overvloed van *as, honig en damar opleveren. De meeste levensbehoeften moeten van Pagatan worden aangebragt.
De rivier van Koesan heeft harén oorsprong op den berg Happarie, is aanzienlijk, en valt in eene noord-westwaartsche rigting in de straat van Poeloe Laut.}}
 
De rivier van Koesan heeft harén oorsprong op den berg Happarie, is aanzienlijk, en valt in eene noord-westwaartsche rigting in de straat van Poeloe Laut.te|}}
 
{{cquote|Koesan, lansekap di bagian Selatan dan Timur Kalimantan, berbatasan dengan Barat di bekas kekaisaran Bandjermasin, barat daya di [[Tanah Laut]], tenggara di tepi laut, timur di jalan Poeloe Laut dari daratan memisahkan dan ke utara ke Tanah Boemboe. Ini mencakup area seluas 73,7 mil persegi geografis, dan dibagi menjadi beberapa distrik, dimana Kusan, [[Sela Selilau, Karang Bintang, Tanah Bumbu|Sela, Selillau]] dan [[Tamunih, Kusan Hulu, Tanah Bumbu|Tamoeni]] adalah yang paling penting. Di bawah lanskap ini Batoe Litjin dan sejak 1855 [[Pulau Laut | Poeloe Laut]]. Ini diperintah oleh Pangeran Muhammad dan bagian terbesar dari populasi, diperkirakan sekitar 1.600 jiwa, adalah Mohammedan.
 
Di Sela, Selillau dan Tamoeni, tambang emas ditemukan dan di perbukitan ada tambang berlian yang luas dan kaya. Tidak ada budaya; bagian bawah ditutupi dengan kayu dari kayu ulin dan rotan, yang menghasilkan kelimpahan abu, madu dan damar. Sebagian besar kebutuhan hidup harus dibawa dari Pagatan.
 
Sungai Kusan berasal dari gunung Happarie, cukup besar, dan jatuh ke arah barat laut di jalan [[Pulau Laut|Poeloe Laut]].|}}
 
Kerajaan Kusan pada mulanya didirikan [[Pangeran Amir]] bin Sultan Muhammad Aliuddin Aminullah, keturunan dari Sultan Kuning (Hamidullah), Sultan Banjar. Kerajaan Kusan lebih dulu berdiri sebelum Kerajaan Pagatan. Pada tahun [http://books.google.co.id/books?id=UT4sAAAAYAAJ&dq=pangerang%20moesa&pg=PA279#v=onepage&q=pangerang%20moesa&f=false 1832], Pangeran Haji Musa menjadi Raja Bangkalaan dan Raja Batulicin [mencakup pula Pulau Laut dan negeri Kusan yang dahulu didirikan Pangeran Amir]. <ref>[http://books.google.co.id/books?id=wFYRAQAAIAAJ&dq=pangeran%20moesa&pg=PA69#v=onepage&q=pangeran%20moesa&f=true Pangeran Haji Musa]</ref> merupakan ipar dari [[Sultan Adam]], Sultan Banjarmasin. Pada tahun [[1845]], Pangeran Haji Musa mengangkat puteranya sebagai Raja Kusan.
28.795

suntingan