Pelat nomor: Perbedaan revisi

20 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
k
Mengubah kata tidak baku menjadi kata baku
k
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler VisualEditor
k (Mengubah kata tidak baku menjadi kata baku)
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler VisualEditor
[[Berkas:License plate from Indonesia.jpg|thumb|181px|right|PlatPelat Kendaraan Pribadi (Bali)]]
[[Berkas:Temporary license plate from Indonesia.jpg|thumb|181px|right|PlatPelat Nomor Sementara (Jakarta)]]
 
'''Pelat nomor''' adalah salah satu jenis identifikasi kendaraa[[kendaraan|n]] bermotorbermotorbermotor. PlatPelat nomor juga disebut '''platpelat registrasi kendaraan''', atau di Amerika Serikat dikenal sebagai '''platpelat izin''' (''license plate''). Bentuknya berupa potongan platpelat logam atau plastik yang dipasang pada [[kendaraan bermotor]] sebagai identifikasi resmi. Biasanya platpelat nomor jumlahnya sepasang, untuk dipasang di depan dan belakang kendaraan. Namun ada jurisdiksi tertentu atau jenis kendaraan tertentu yang hanya membutuhkan satu platpelat nomor, biasanya untuk dipasang di bagian belakang. PlatPelat nomor memiliki [[nomor seri]] yakni susunan huruf dan angka yang dikhususkan bagi kendaraan tersebut. Nomor ini di Indonesia disebut [[nomor polisi]], dan biasa dipadukan dengan informasi lain mengenai kendaraan bersangkutan, seperti warna, merk, model, tahun pembuatan, nomor identifikasi kendaraan atau [[VIN]] dan tentu saja nama dan alamat pemilikinya. Semua data ini juga tertera dalam Surat Tanda Nomor Kendaraan Bermotor atau [[STNK]] yang merupakan surat bukti bahwa nomor polisi itu memang ditetapkan bagi kendaraan tersebut.
 
Karena wujudnya yang spesifik, platpelat nomor juga digunakan sebagai identifikasi kendaraan oleh banyak lembaga, seperti kepolisian, perusahaan [[asuransi]] mobil, bengkel, tempat parkir, dan juga armada kendaraan bermotor. Di beberapa wilayah jurisdiksi, plat nomor juga dipakai sebagai bukti bahwa kendaraan tersebut sudah memiliki 'izin' untuk beroperasi di [[jalan raya]] umum, atau juga sebagai bukti pembayaran [[pajak]] kendaraan bermotor.
 
Namun di beberapa negara, seperti Inggris misalnya, mobil selalu menggunakan platpelat nomor yang sama sejak saat pertama dijual hingga akhir masa operasinya, dengan pertimbangan semua informasi yang ada di plat nomor dan kendaraan bersangkutan juga tidak pernah berubah.
 
Sementara di tempat lain, seperti Amerika Serikat, platpelat nomor perlu diganti secara berkala yakni saat habis masa berlakunya, atau karena dijual atau berpindah tangan. Ini yang dikenal dengan kebijakan ''"plate-to-owner"'' atau platpelat nomor yang terkait dengan kepemilikan.
Artinya, ketika mobil dijual, penjual harus melepas platpelat nomornya sementara pembeli harus meminta platpelat nomor baru dari pihak berwenang sesuai wilayah tempat tinggalnya dan mendaftarkan kembali atas namanya ([[balik nama]]). Bila orang yang menjual mobil tersebut membeli mobil baru, ia dapat meminta agar platpelat nomornya yang lama dipasang di mobilnya yang baru. Bila tidak, ia harus mengembalikan platpelat nomor ke pihak berwenang, menghancurkannya, atau menyimpannya sebagai barang kenangan.
 
Di banyak negara, platpelat nomor dikeluarkan oleh Badan Pemerintahan Nasional, kecuali di [[Kanada]], [[Mexico]], [[Australia]], [[Jerman]], [[Pakistan]], dan [[Amerika Serikat]], karena platpelat nomor diterbitkan oleh lembaga pemerintah [[provinsi]], [[teritori|wilayah]], atau [[negara bagian]].
 
== Sejarah ==
PlatPelat nomor usianya hampir sama dengan mobil, dan muncul saat periode awal transisi dari kendaraan berkuda yakni antara [[1890]] hingga [[1910]]. Negara bagian [[New York]] di Amerika Serikat mengharuskan penggunaan plat nomor sejak tahun 1901. Awalnya platpelat nomor tidak dikeluarkan pemerintah, dan di banyak wilayah Amerika, para para pengendara diharuskan membuat platpelat nomor sendiri. Negara bagian [[Massachusetts]] dan [[West Virginia]] adalah yang pertama menerbitkan plat nomor pada tahun 1903. PlatPelat nomor awal dibuat dari porselin yang dibakar menjadi besi, atau keramik biasa yang tidak dibakar, sehingga mudah pecah dan tidak praktis. Bahan-bahan platpelat nomor yang kemudian termasuk karton, kulit, plastik, bahkan juga tembaga dan kedelekedelai.
 
PlatPelat nomor awal memiliki bermacam bentuk dan ukuran, sehingga kalau dipindahkan antar kendaraan harus dibuat lobang baru untuk memasukkan baut ke bumper. Standarisasi platpelat nomor baru dimulai tahun 1957 saat pabrik mobil sepakat dengan berbagai pemerintahan dan organisasi standar internasional. Meski masih ada variasi lokal, platpelat nomor umumnya mengikuti tiga standar dunia:
 
* Pertama yang dipakai di negara-negara di belahan Barat bumi, yakni berukuran 15 kali 30 sentimeter (6 x 12 inci)
13

suntingan