Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran ,  1 tahun yang lalu
Setelah Vincent wafat, pameran-pameran digelar di Brussel, Paris, Den Haag, dan Antwerpen untuk mengenang dirinya. Lukisan-lukisan karyanya dipajang dalam beberapa pameran terkemuka, antara lain dalam pameran tahunan ''[[Les XX]]'' yang mengikutsertakan enam buah lukisan karyanya; pada 1891, digelar sebuah pameran retrospektif di Brussel.{{sfnp|McQuillan|1989|loc=72}} Pada 1892, [[Octave Mirbeau]] mengulas dalam tulisannya bahwa peristiwa bunuh diri Vincent adalah "kehilangan yang sangat memilukan bagi dunia seni rupa ... sekalipun upacara pemakamannya tidak digelar secara besar-besaran serta dihadiri banyak pelayat, dan si malang Vincent van Gogh, yang kepergiannya bermakna sirnanya secercah cahaya jenius yang indah, telah berpulang dalam keadaan tidak terkenal dan terabaikan sebagaimana ketika ia masih hidup."{{sfnp|Sund|2002|loc= 305}}
 
Theo wafat pada bulan Januari 1891, dan dengan demikian hilanglah sosok pendukung Vincent yang paling lantang bersuara dan yang paling luas koneksinya.{{sfnp|Sund|2002|loc= 310}} Janda Theo, Johanna van Gogh-Bonger, adalah seorang perempuan Belanda berusia sekitar dua puluhan yang tidak begitu lama mengenal suami maupun abangkakak iparnya, dan mendadak harus mengurusi beberapa ratus lukisan, surat-surat, gambar-gambar, dan putranya yang masih bayi, Vincent Willem van Gogh.{{sfnp| Rewald|1986|loc= 244–254}}{{efn|group=note|Mendiang suaminya adalah satu-satunya pencari nafkah dalam keluarga, dan Johanna hanya ditinggali sebuah apartemen di Paris, beberapa buah perabot, dan lukisan-lukisan karya abangkakak iparnya yang kala itu "dianggap sama sekali tidak bernilai".{{sfnp|Van Gogh|2009|loc=[http://www.webexhibits.org/vangogh/memoir/nephew/1.html Memoirs of V.W. Van Gogh]}}}} Paul Gauguin tidak tergerak menawarkan bantuannya untuk mengangkat reputasi Vincent, bahkan abangkakak kandung Johanna sendiri, Andries Bonger, tampaknya tidak sungguh-sungguh berminat mengurusi lukisan-lukisan peninggalan Vincent.{{sfnp| Rewald|1986|loc= 244–254}} Albert Aurier, salah seorang pendukung Vincent yang paling awal dari kalangan kritikus, wafat akibat [[demam tifoid]] (''typhus abdominalis'') pada 1892 saat berusia dua puluh tujuh tahun.{{sfnp| Rewald|1986|loc= 245}}
 
[[Berkas:Vincent Van Gogh 0013.jpg|jmpl|ka|lurus|''Pelukis di Jalan menuju Tarascon'', Agustus 1888 (musnah terbakar pada Perang Dunia Kedua)]]