Buka menu utama

Perubahan

2 bita dihapus ,  1 tahun yang lalu
Jenazah Vincent Van Gogh dimakamkan pada 30 Juli, di tanah pemakaman Auvers-sur-Oise. Upacara pemakamannya dihadiri oleh dua puluh orang kerabat, sahabat, dan warga setempat, termasuk Theo van Gogh, [[Andries Bonger]], [[Charles Laval]], [[Lucien Pissarro]], Émile Bernard, Julien Tanguy, dan Paul Gachet. Theo sendiri sebenarnya sedang sakit, dan kesehatannya semakin terganggu sepeninggal kakaknya. Akibat kondisi tubuh yang lemah dan dukacita mendalam karena ditinggal mati kakaknya, Theo akhirnya wafat pada 25 Januari 1891 di [[Den Dolder]], dan dimakamkan di Utrecht.{{refn|{{harvp|Hayden|2003|loc=152}}; {{harvp|Van der Veen|Knapp|2010|loc=260–264.}}}} Pada 1914, [[Johanna van Gogh-Bonger]] mengeluarkan jenazah Theo dari makamnya di Utrecht untuk dimakamkan kembali di tanah pemakaman Auvers-sur-Oise, tepat di sebelah makam Vincent.{{sfnp|Sweetman|1990|loc= 367}}
 
Hakikat dari gangguan kesehatan yang diderita Van Gogh serta dampaknya terhadap karya-karyanya sudah banyak diperdebatkan, dan sudahada banyak pula [[diagnosis retrospektif]] yang dikemukakan. Menurut kesepakatan umum, Vincent Van Gogh mengidap gangguan jiwa yang bersifat episodik (adakalanya kambuh dan adakalanya normal).{{sfnp|Arnold|2004}} Isabella H. Perry adalah orang pertama yang berpendapat (pada 1947) bahwa Vincent Van Gogh mengidap [[gangguan bipolar]],{{sfnp|Perry|1947}} dan pendapatnya ini telah didukung oleh para psikiater, yakni oleh R. E. Hemphill dan Dietrich Blumer.{{sfnp|Hemphill|1961}}{{sfnp|Blumer|2002}} Meskipun demikian, pendapat ini telah disanggah oleh ahli biokimia, Wilfred Arnold, yang beranggapan bahwa gejala-gejala pada diri Vincent lebih bersuaian dengan gangguan [[porfiria intermiten akut]], dan berpendapat bahwa penyangkutpautan gangguan bipolar dengan kreativitas, sebagaimana yang banyak dilakukan orang, mungkin saja menyesatkan.{{sfnp|Arnold|2004}} [[Epilepsi lobus temporalis]] disertai masa-masa depresi yang berlangsung singkat juga pernah dikemukakan sebagai gangguan kesehatan yang diderita Vincent.{{sfnp|Blumer|2002}} Apa pun diagnosisnya, kondisi kesehatan Vincent agaknya kian diperburuk oleh malagizi, bekerja melampaui batas, insomnia, dan alkohol.{{sfnp|Blumer|2002}}
{{Clear}}