Ngantang, Malang: Perbedaan revisi

82 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k
Hasil pangan yang di peroleh penduduknya
k (Bot: Perubahan kosmetika)
k (Hasil pangan yang di peroleh penduduknya)
Ngantang adalah tempat dibangunnya [[Waduk Selorejo]] oleh [[Jepang]], yang dulunya adalah sebuah perkampungan dan kini dimanfaatkan sebagai tempat wisata dengan berbagai fasilitas penginapan atau tempat olahraga air. Ketika [[PON]] dituanrumahi oleh [[Jawa Timur]], waduk tersebut digunakan untuk lomba [[ski]] air. Tempat tersebut ramai terutama ketika hari libur atau akhir pekan, cocok bagi para penghobi memancing atau penikmat [[ikan]] bakar maupun goreng. Di tengah [[waduk]] terdapat sebuah villa dan kebun [[jambu]] yang cukup luas. Di bagian [[barat]] [[waduk]], terbentang Bukit Selokurung yang membentang dari utara ke selatan.
 
Kabupaten Ngantang berbatasan langsung dengan [[Kasembon, Malang|Kecamatan Kasembon]], [[Pujon, Malang|Kecamatan Pujon]], [[Kota Batu]], [[Kabupaten Mojokerto]], dan [[Kabupaten Blitar]]. Bagian yang berbatasan dengan [[Kasembon, Malang|Kecamatan Kasembon]] Kasembon ditandai oleh Bukit Selokurung, lokasi makam [[Trunojoyo]], seorang [[pahlawan]] perintis kemerdekaan [[Indonesia]]. Bagian yang berbatasan dengan [[Doko, Blitar|Kecamatan Doko]], [[Kabupaten Blitar]], ditandai oleh [[Gunung Kawi]].
 
Jalan utama pada kecamatan ngantang dihubungkan oleh Desa Jombok, Waturejo, Kaumrejo,Sumberagung, dan Mulyorejo. Jalur utama Kediri-Malang/Jombang-Malang.
 
Penduduk setempat bergantung hidup pada hasil bumi dan beternak hewan.
 
{{Ngantang, Malang}}