Moestopo: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Eltha59 (bicara | kontrib)
Eltha59 (bicara | kontrib)
Baris 58:
Pada pertengahan 1946 Moestopo dikirim ke [[Kabupaten Subang|Subang]], di mana dia memimpin Pasukan Terate. Selain dari pasukan militer reguler, Pasukan Terate di bawah Moestopo juga beranggotakan legiun pencopet dan pelacur yang diberi tugas menyebarkan kebingungan dan mengadakan pasokan dari belakang garis Belanda. Moestopo juga menjabat sebagai pendidik politik bagi pasukan militer di Subang. Pada Mei 1947, setelah menjalani periode sebagai kepala Biro Perjuangan di Jakarta, ia dipindahkan ke Jawa Timur setelah terluka dalam pertempuran dengan pasukan Belanda.
 
=== Kemudian Kehidupan lanjut ===
 
Setelah perang, Moestopo pindah ke Jakarta, di mana dia menjabat sebagai Kepala Bagian Bedah Rahang di Rumah Sakit Angkatan Darat (sekarang RSPAD Gatot Subroto Militer). Pada tahun 1952, Moestopo mulai pelatihanmelatih dokter gigi lain di offrumahnya waktusaat daritidak rumahnya,bertugas. Ia memberikan pelatihan dasar dalam kebersihan, gizi, dan anatomi. SementaraDi itusaat yang sama, ia berada di bawah pertimbangandipertimbangkan untuk menjabat posisi Menteri Pertahanan untukdalam Kabinet [[Wilopo Kabinet Wilopo|Wilopo]], tetapi akhirnya ia tidak dipilihterpilih, melainkan,bahkan ia memimpin serangkaian demonstrasi menentang sistem parlementer.
 
Moestopo diformalkanmelegalkan sajakursus kedokteran gigi rumahnya pada tahun 1957, dan pada tahun 1958 - setelah pelatihan di Amerika Serikat - ia mendirikan Dr Moestopo GigiDental College, yang ia terus mengembangkannyadikembangkannya sampai menjadi sebuah universitas pada 15 Februari 1961. Pada tahun yang sama, ia menerima gelar doktor dari [[Universitas Indonesia]].
 
Moestopo meninggal dunia pada 29 September 1986 dan dimakamkan di Pemakaman Cikutra, [[Bandung]].
 
== Penghargaan ==
 
Pada tanggal 9 November 2007, Presiden [[Susilo Bambang Yudhoyono]] memberi Moestopo judulgelar [[Pahlawan Nasional dari Indonesia]];. Moestopo mendapat predikat ini bersama dengan [[Adnan Kapau Gani]], [[Ida Anak Agung Gde Agung]], dan [[Ignatius Slamet Riyadi]] berdasarkan Keputusan Presiden Nomor 66/2007 TK. Pada tahun yang sama ia dianugerahi Bintang Mahaputera Adipradana.
 
== Data Pribadi ==