Buka menu utama

Perubahan

3 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
k
Dirapikan dengan menggunakan AutoEd
* Otonomi khusus untuk Aceh
* Pelucutan GAM
* Ditariknya tentara Indonesia
* [[Misi Pemantau Aceh]]
* [[Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah Aceh 2006|Diadakannya pilkada]]
Didukung oleh:{{br}}{{flag|PBB}}{{br}}{{flag|Finlandia}}{{br}}{{flag|Amerika Serikat}}{{br}}{{flagicon image|Morning Star flag.svg}} [[Organisasi Papua Merdeka]] (sampai 2004)
|commander1={{flagicon|Indonesia}} [[Suharto]]<br /> {{flagicon|Indonesia}} [[Bacharuddin Jusuf Habibie|Jusuf Habibie]]<br /> {{flagicon|Indonesia}} [[Abdurahman Wahid]]<br /> {{flagicon|Indonesia}} [[Megawati Sukarnoputri]]<br /> {{flagicon|Indonesia}} [[Susilo Bambang Yudhoyono|Susilo Yudhoyono]]
|commander2=[[Berkas:Flag of Free Aceh Movement.svg|20px]] [[Hasan di Tiro]] <br /> [[Berkas:Flag of Free Aceh Movement.svg|20px]] [[Zaini Abdullah]] <br /> [[Berkas:Flag of Free Aceh Movement.svg|20px]] [[Abdullah Syafi'i (GAM)|Abdullah Syafi'i]]{{KIA}} <br /> [[Berkas:Flag of Free Aceh Movement.svg|20px]] [[Muzakir Manaf]] <br /> <br /> [[Berkas:Flag of Free Aceh Movement.svg|20px]] [[Sofyan Dawood]] <br /> [[Berkas:Flag of Free Aceh Movement.svg|20px]] Ayah Muni
|strength1= 150,000 <ref>Miller, Michelle Ann. Rebellion and Reform in Indonesia. Jakarta's Security and Autonomy Policies in Aceh (London: Routledge 2008) ISBN 978-0-415-45467-4</ref>
|strength2= 3,000 <ref>{{cite book|last=Schulze|first=Kirsten E.|title=The Free Aceh Movement (GAM): Anatomy of a Separatist Organization|year=2004|publisher=East-West Center Washington|location=Washington|isbn=1-932728-03-1|page=30}}</ref>
 
Banyak pemimpin GAM adalah pemuda dan profesional berpendidikan tinggi yang merupakan anggota kelas ekonomi atas dan menengah masyarakat Aceh.<ref>{{cite book|last=di Tiro|first=Hasan M.|title=The Price of Freedom The Unfinished Diary|year=1984|publisher=Information Department, National Liberation Front Acheh Sumatara|location=Norsborg, Sweden|pages=108}}</ref> Kabinet pertama GAM, yang dibentuk oleh di Tiro di Aceh antara tahun 1976 dan 1979, terdiri dari tokoh [[Darul Islam|pemberontakan Darul Islam]] berikut ini:<ref>{{cite book|last=Schulz|title=Op Cit|page=10}}</ref>
 
* Teungku [[Hasan di Tiro]]:''Wali Negara'', Menteri Pertahanan, dan Panglima Agung
* Dr [[Muchtar Hasbi]]: Wakil Presiden, Menteri Dalam Negeri
 
Kingsbury menguraikan berikut sebagai kegiatan usaha yang diduga dilakukan oleh militer Indonesia di Aceh:<ref>{{cite journal|last=Kingsbury|title=Military Businesses in Aceh|journal=Verandah of Violence|pages=212–217}}</ref>
 
* [[Obat terlarang]]: Pasukan keamanan mendorong petani lokal Aceh untuk menanam [[ganja]] dan membayar mereka harga yang jauh di bawah nilai [[pasar gelap]]. Salah satu contoh kasus yang disorot adalah di mana seorang polisi pilot helikopter mengakui setelah penangkapannya, bahwa ia mengangkut 40&nbsp;kg konsinyasi obat (ganja) untuk atasannya, kepala polisi [[Aceh Besar]] (perlu dicatat bahwa pada saat itu [[Kepolisian Republik Indonesia]] atau Polri berada di bawah komando militer atau [[ABRI]]). Kasus lain adalah pada bulan September 2002 di mana sebuah truk tentara dicegat oleh polisi di Binjai, [[Sumatera Utara]] dengan muatan 1.350&nbsp;kg ganja.
* [[Industri pertahanan|Penjualan senjata ilegal]]: Wawancara pada tahun 2001 dan 2002 dengan para pemimpin GAM di Aceh mengungkapkan bahwa beberapa senjata mereka sebenarnya dibeli dari oknum militer Indonesia. Metode pertama penjualan ilegal tersebut adalah: personel militer Indonesia melaporkan senjata-senjata tersebut sebagai senjata yang disita dalam pertempuran. Kedua, oknum personel militer utama Indonesia yang mempunyai otoritas akses bahkan langsung mensuplai GAM dengan pasokan senjata serta amunisi.