Buka menu utama

Perubahan

1.819 bita ditambahkan, 1 tahun yang lalu
k
Menambahkan kisah perjalanan abu hasan al asyari
 
Walaupun banyak juga ulama yang menentang pamikirannya,tetapi banyak masyarakat muslim yang mengikuti pemikirannya. Orang-orang yang mengikuti/mendukung pendapat/paham imam ini dinamakan kaum/pengikut "Asyariyyah", dinisbatkan kepada nama imamnya. Di [[Indonesia]] yang mayoritas penduduknya [[muslim]] banyak yang mengikuti paham imam ini, yang dipadukan dengan paham ilmu Tauhid yang dikembangkan oleh Imam [[Abu Manshur Al-Maturidi]]. Ini terlihat dari metode pengenalan sifat-sifat Allah yang terkenal dengan nama "20 sifat Allah", yang banyak diajarkan di [[pesantren]]-pesantren yang berbasiskan Ahlussunnah Wal Jama'ah dan [[Nahdhatul Ulama]] (NU) khususnya, dan [[sekolah]]-sekolah formal pada umumnya.
 
Kisah Perjalanan Hidup Beliau
 
Tiga Fase Kehidupan Abul Hasan al-Asy’ari
 
Perlu diketahui, Abul Hasan al-Asy’ari t melalui tiga marhalah (fase) dalam kehidupannya.
 
Fase pertama: Beliau berakidah Mu’tazilah, dididik oleh ayah tirinya, Abu Ali al-Jubba’i, dalam pendidikan Mu’tazilah. Beliau berada dalam akidah Mu’tazilah ini selama empat puluh tahun.
 
Fase kedua: masa peralihan. Ketika itu beliau dalam posisi antara akidah Mu’tazilah tulen yang tidak mengimani sifat-sifat Allah dan akidah Ahlus Sunnah yang murni. Dan mendirikan [[teologi]] baru yang kemudian dikenal sebagai [[Asy'ariah]]. Di masa tersebut beliau mulai mengkritisi pemikiran-pemikiran Mu’tazilah dan sering beradu argumen dengan ayah tirinya. Namun, beliau belum kembali kepada akidah Ahlus Sunnah secara total.
 
Fase ketiga: Beliau kembali memeluk akidah Ahlus Sunah wal Jamaah dan mengikuti prinsip-prinsip al-Imam Ahmad bin Hanbal. Hal ini beliau tegaskan di dalam kitab-kitabnya bahwa beliau di atas akidah yang didakwahkan al-Imam Ahmad bin Hanbal.
 
Dari penjelasan fase diatas Abul Hasan al-Asy’ari adalah seorang Ahlus Sunnah, sebagaimana disebutkan oleh para ulama dalam banyak kitab dan Abul Hasan al-Asy’ari tuliskan dalam kitab-kitabnya, di antaranya di dalam kitab beliau al-Ibanah fi Ushuli Diyanah.
 
Adapun pengakuan orang yang mengaku-aku mengikuti beliau (kelompok Asya’riyah) adalah pengakuan yang keliru, karena pada hakikatnya mereka mengikuti pemahaman beliau sebelum rujuk kepada manhaj Ahlus Sunnah.
 
Asy-Syaikh Muhammad bin Shalih al-Utsaimin berkata, “Orang-orang belakangan yang menisbahkan diri kepada beliau (yakni Abul Hasan al-Asy’ari) hanya mengambil marhalah kehidupan beliau yang kedua.” (Lihat al-Qawaidul Mutsla)
 
Karya-karyanya
28 Risālah ila Ahli Ats-Tsughar]
 
Catatan kaki<references group="https://asysyariah.com/siapakah-abul-hasan-al-asyari/" />
 
{{clr}}
5

suntingan