Politik Etis: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Hpfariz (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Mdiannafi (bicara | kontrib)
Baris 26:
Migrasi ke daerah luar Jawa hanya ditujukan ke daerah-daerah yang dikembangkan perkebunan-perkebunan milik Belanda. Hal ini karena adanya permintaan yang besar akan tenaga kerja di daerah-daerah perkebunan seperti perkebunan di [[Sumatera Utara]], khususnya di [[Deli]], [[Suriname]], dan lain-lain. Mereka dijadikan kuli kontrak. Migrasi ke [[Lampung]] mempunyai tujuan menetap. Karena migrasi ditujukan untuk memenuhi kebutuhan akan tenaga kerja, maka tidak jarang banyak yang melarikan diri. Untuk mencegah agar pekerja tidak melarikan diri, pemerintah Belanda mengeluarkan ''Poenale Sanctie'', yaitu peraturan yang menetapkan bahwa pekerja yang melarikan diri akan dicari dan ditangkap [[polisi]], kemudian dikembalikan kepada mandor/pengawasnya.
 
DariPenyimpangan ketigapolitik penyimpangan ini,etis terjadi karena lebihadanya banyakkepentingan untukBelanda kepentinganterhadap pemerintahanrakyat BelandaIndonesia.
 
== Kritik ==
Baris 38:
* {{id}} [http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2005/0405/21/0802.htm Semangat Kartini dan Politik Etis], Pikiran Rakyat
* {{id}} [http://www.minggupagi.com/print.php?sid=303 Osmose Budaya, Kartini dan Kreativitas Sastra]
* ({{id}} [http://www.sejarahumum.com/2017/12/pengertian-latar-belakang-tujuan-dan.html Sejarah Umum Politik Etis di Indonesia]
 
[[Kategori:Sejarah Indonesia]]