Tengkawang: Perbedaan revisi

4 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (Bot: Perubahan kosmetika)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
 
 
== Jenis-jenis tengkawang ==
[[Berkas:Tengkawang 070312 0055 utk.jpg|thumbjmpl|leftkiri|180px|Pohon tengkawang]]
Ada belasan jenis pohon tengkawang, di antaranya:
* ''[[Shorea amplexicaulis]]'' P.S.Ashton, [[tengkawang mege]]
 
== Produksi ==
[[Berkas:Tengkawang 070313 0110 utk.jpg|thumbjmpl|leftkiri|180px|Membuang sayap-sayap buah tengkawang sebelum diasapi]]
Sebagaimana umumnya ''[[Shorea]]'', tengkawang tidak selalu berbuah pada setiap tahun. Dan ada waktu-waktu tertentu setiap beberapa tahun sekali di mana produksi tengkawang berlimpah, yang umum dikenal sebagai musim raya. Pada musim seperti ini, pohon-pohon tengkawang di banyak daerah berbunga dan berbuah pada saat yang hampir bersamaan, dan dalam jumlah yang berlimpah.
 
Meskipun beberapa jenisnya telah banyak ditanam penduduk, sebagian besar produksi datang dari tumbuhan liar di [[hutan|hutan-hutan]] alam. Ketika musimnya tiba, [[buah geluk|buah-buah geluk]] tengkawang yang berjatuhan di sekitar pohon segera dipunguti dan dikumpulkan oleh warga setempat, sebelum buah-buah itu dimakan oleh [[babi hutan]] atau hewan-hewan liar lainnya. Biji tengkawang yang bergizi tinggi disukai oleh banyak [[binatang]] hutan. Pada sisi yang lain, buah-buah tengkawang ini lekas tumbuh karena tidak memiliki masa [[dormansi]]. Dalam beberapa hari saja, apabila tidak dipungut, buah-buah yang jatuh ke tanah lembap akan segera berkecambah.
 
[[Berkas:Tengkawang 070314 0174 utk.jpg|thumbjmpl|leftkiri|180px|Buah tengkawang di atas tungku]]
Buah-buah yang dikumpulkan itu dibawa pulang untuk dijemur atau disalai, yakni dikeringkan dengan cara diasapi. Pada musim raya, puluhan gubuk khusus untuk menyalai dibuat orang di sekitar pemukiman orang-orang [[Dayak]] di pedalaman Kalbar. Setelah beberapa hari disalai dan cukup kering, biji-biji tengkawang itu diangkut dan dijual ke kota.
 
 
== Minyak tengkawang ==
[[Berkas:Tengkawang 070314 0280 utk.jpg|thumbjmpl|leftkiri|180px|Biji tengkawang setelah disalai]]
Minyak tengkawang diperoleh dari biji tengkawang yang telah dijemur atau disalai hingga kering, yang kemudian ditumbuk dan dikempa. Secara tradisional, minyak tengkawang ini dimanfaatkan untuk memasak, sebagai penyedap makanan dan untuk ramuan obat-obatan. Dalam dunia industri, minyak tengkawang digunakan sebagai bahan pengganti lemak coklat, bahan farmasi dan kosmetika. Pada masa lalu tengkawang juga dipakai dalam pembuatan lilin, sabun, margarin, pelumas dan sebagainya. Minyak tengkawang juga dikenal sebagai ''green butter''.