Muhammad Zainuddin Abdul Madjid: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Akmal abrar (bicara | kontrib)
Tidak ada ringkasan suntingan
Sevanho (bicara | kontrib)
k Informasi gelar Pahlawan Nasional kepada TKGH Muhammad Zainuddin Madjid dan informasi tokoh lain yang juga dianugerahi gelar Pahlawan Nasional
Baris 191:
Perjuangan beliau dalam menegakkan syiar Islam dan pendidikan di bumi Indonesia tidak boleh terhenti begitu saja, namun harus terus dilanjutkan oleh siapa saja, baik umat muslim Indonesia secara keseluruhan dan masyarakat [[Sasak]] pada umumnya, maupun oleh kader-kader Nahdlatul Wathan yang telah dididik melalui lembaga-lembaga pendidikan Nahdlatul Wathan serta seluruh warga Nahdlatul Wathan (abituren, pencinta dan simpatisan) pada khususnya.
 
Akhirnya, memperhatikan seluruh riwayat kelahiran, pendidikan, dan perjuangan Maulana Syaikh Zainuddin Abdul Madjid baik untuk masyarakatnya dan negaranya, sehingga tokoh-tokoh daerah setempat setuju dan berusaha memperjuangkan Beliau <sup>[5]</sup> agar beliau bisa diangkat sebagai Pahlawan Nasional dalam bidang Pendidikan dan Gerakan Kepemudaan. NamunPada sayangnyahari Kamis, sampai9 saatNovember ini2017 wargabertempat di Istana Negara, beliau dianugerahi gelar Pahlawan Nasional, berdasarkan Keputusan Presiden (Kepres) Nomor 115/TK/Tahun 2017 tentang Penganugerahan Gelar Pahlawan Nasional. Empat tokoh yang dianugerahi Pahlawan Nasional oleh Presiden Joko Widodo yakni almarhum Tuan Guru Kiai Haji (TKGH) Muhammad Zainuddin Madjid asal Lombok Nusa Tenggara Barat, belumalmarhumah mendengarLaksamana pemerintahMalahayati mengeluarkanasal SKAceh, untukalmarhum pengangkatanSultan BeliauMahmud sebagaiRiayat PahlawanSyah Nasionalasal Kepulauan Riau, dan almarhum Prof. Drs. Lafran Pane asal Daerah Istimewa Yogyakarta.
 
''Wallahua'lam bi al-Shawab''
 
== Pranala luar ==