Buka menu utama

Perubahan

5.518 bita ditambahkan ,  1 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
==Gerakan-gerakan kerohanian==
{{Main|Ignatius dari Loyola|Teresa dari Ávila|Yohanes dari Salib|Fransiskus dari Sales}}
{{Infobox Artwork
| image_file=The Battle of Lepanto by Paolo Veronese.jpeg
| backcolor=#FBF5DF
| painting_alignment=right
| image_size=300px
| title=Pertempuran Lepanto
| artist=[[Paolo Veronese]]
| year=1571
| material=[[Lukisan minyak|Minyak di atas kanvas]]
| height_metric=169
| width_metric=137
| metric_unit=cm
| imperial_unit=in
| city=[[Venesia]], Italia
| museum=[[Gallerie dell'Accademia]]
| italic title=no
}}
 
Reformasi Katolik tidak dilihat sebagai suatu gerakan yang sekadar berorientasi pada politik dan kebijakan Gereja, tetapi juga sebagai gerakan yang melibatkan tokoh-tokoh besar seperti St. [[Ignatius dari Loyola]], St. [[Teresa dari Ávila]], St. [[Yohanes dari Salib]], St. [[Fransiskus dari Sales]], dan St. [[Filipus Neri]], yang kesemuanya memperkaya [[spiritualitas Katolik|spiritualitas]] dari Gereja Katolik. Santa Teresa dari Avila dan Santo Yohanes dari Salib adalah para pembaru dan [[mistisisme Kristen|mistikus]] Spanyol dari [[Karmelit|Ordo Karmel]], yang karya pelayanannya berfokus pada [[kehidupan batin (teologi Katolik)|konversi batin]] menuju Kristus, pendalaman doa, dan penyerahan diri kepada kehendak Allah. Teresa menerima tugas dari bapa pengakuannya untuk menulis tentang [[Jalan Kesempurnaan|jalan menuju kesempurnaan]] dalam cinta dan persatuan dengan Kristus. Karya-karya tulisnya yang dipublikasikan, terutama autobiografinya yang terbit dengan judul ''Riwayat Hidup'' (judul buku dalam terjemahan Indonesia), dikatakan menghasilkan banyak pengaruh. [[Thomas Merton]] menyebut St. Yohanes dari Salib sebagai yang terbesar di antara semua teolog mistik.<ref>{{en}} {{cite book|title=John of the Cross|chapter=[[Mendaki Gunung Karmel|Ascent of Mount Carmel]]|publisher=Image Books|year=1958|ref=harv}}</ref>
 
Klarifikasi seputar kata "mistik" atau "mistis" dianggap perlu. Ketika seseorang memikirkan definisinya ataupun hakikat dari "mistisisme", kesalahpahaman yang lazim terjadi yaitu apabila seseorang ingin menjai seorang mistikus maka ia harus mengasingkan diri secara fisik dari dunia luar untuk mendapatkan pengalaman demikian. Kendati pengasingan semacam itu dapat menjadi satu-satunya karya kerasulan yang di dalamnya sejumlah orang dipanggil untuk menjalani suatu kehidupan doa, terdapat orang-orang lain yang terpanggil untuk melakukan karya kerasulan ganda. Yohanes dari Salib melayani sebagai pembimbing rohani sekaligus bapa pengakuan di dalam batas-batas [[tarekat religius tertutup|komunitas tertutup]], yang giat dibentuknya bersama dengan Teresa dari Ávila, namun ia juga secara harfiah membantu membangun sejumlah [[biara (tempat tinggal)|biara]] itu. Ignatius dari Loyola dan Fransiskus dari Sales terpanggil untuk melakukan karya kerasulan atau spiritualitas yang lebih aktif, tetapi panggilan mereka tidak dipandang sebagai "lawan" dari Teresa dan Yohanes sebagaimana dipaparkan sebelumnya. "Melihat Allah dalam segala hal" adalah satu ungkapan khas Ignatius dan salah satu tema utama dalam ''[[Latihan Rohani]]'' karyanya.<ref>Ignatius dari Loyola: ''Latihan Rohani''</ref>
 
Spiritualitas Filipus Neri, yang tinggal di Roma pada saat bersamaan dengan Ignatius, juga berorientasi pada praktik aktif, namun sama sekali berbeda dengan pendekatan tarekat [[Yesuit]] yang didirikan Ignatius. Kata Filipus, "Jika saya mengalami suatu persoalan yang sebenarnya, saya merenungkan apa yang akan dilakukan Ignatius ... dan kemudian saya melakukan apa yang benar-benar kebalikannya." Sebagai pengakuan atas kontribusi bersama mereka pada pembaruan spiritual dalam reformasi Katolik, [[Ignatius dari Loyola]], [[Filipus Neri]], dan [[Teresa dari Ávila]] di[[kanonisasi]] pada hari yang sama, 12 Maret 1622.
 
[[Maria|Perawan Maria]] memainkan satu peranan yang semakin penting dalam [[devosi Katolik]]. Kemenangan di [[Pertempuran Lepanto]] pada 1571 dipandang berkat [[perantaraan para kudus|perantaraan]] Perawan Maria, dan mengindikasikan awal mula dari suatu pembaruan yang intens atas devosi-devosi Marian.<ref>{{de}} Otto Stegmüller: "Barock", Dalam: ''Lexikon der Marienkunde'', Regensburg 1967, 566</ref> Selama dan setelah Reformasi Katolik, praktik kesalehan Marian mengalami pertumbuhan yang tak terduga dengan dihasilkannya lebih dari 500 halaman tulisan mariologis sepanjang abad ke-17 saja.<ref>{{la}} A Roskovany, conceptu immacolata ex monumentis omnium seculorum demonstrate III, Budapest 1873</ref> [[Francisco Suárez]], seorang imam Yesuit, menjadi teolog pertama yang menggunakan metode [[Thomisme|Thomis]] dalam [[Mariologi]]. Kontributor terkenal lainnya bagi spiritualitas Marian misalnya St. [[Laurensius dari Brindisi]], St. [[Robertus Bellarminus]], dan St. [[Fransiskus dari Sales]].
 
[[Sakramen Tobat (Gereja Katolik)|Sakramen Tobat]] ditransformasikan dari pengalaman sosial menjadi pengalaman personal, yakni dari suatu tindakan di hadapan masyarakat umum menjadi suatu pengakuan privat. Penerimaan sakramen tersebut hingga saat ini dilaksanakan secara pribadi, umumnya dalam suatu ruang atau bilik pengakuan. Praktik pelaksanaannya merupakan suatu perubahan dalam penekanannya dari rekonsiliasi dengan Gereja menjadi rekonsiliasi secara langsung dengan Allah, dan dari penekanan pada [[dosa (Kristen)|dosa-dosa]] sosial permusuhan menjadi dosa-dosa pribadi (yang disebut "dosa-dosa rahasia dalam hati").<ref>{{en}} John Bossy, "The Social History of Confession in the Age of the Reformation", ''Transactions of the Royal Historical Society'' (1975) Vol. 25, pp 21-38. [https://www.jstor.org/stable/3679084 in JSTOR]</ref>
<!--
==Church music==
14.576

suntingan