Revolusi Sosial Sumatra Timur: Perbedaan revisi

94 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
Yang Melakukan pemberontakan adalah buruh pendatang yang digerakkan oleh komunis dan Jepang karena Empat Kesultanan Melayu dan Kerajaan Simalungun belum menerima untuk bergabung dengan NKRI.
(Yang Melakukan pemberontakan adalah buruh pendatang yang digerakkan oleh komunis dan Jepang karena Empat Kesultanan Melayu dan Kerajaan Simalungun belum menerima untuk bergabung dengan NKRI.)
{{Sejarah Indonesia}}
'''Revolusi Sosial Sumatera Timur''' (Genosida Melayu) adalah gerakan sosial di [[Sumatera Timur]] oleh rakyatburuh pendatang di masa penjajahan terhadap penguasaEmpat kesultananKeultanan Melayu dan Kerajaan Simalungundan berserta warga pribumi yang mencapai puncaknya pada bulan Maret 1946. Revolusi ini dipicu oleh gerakan kaum komunis yang hendak menghapuskan sistem kerajaan dengan alasan antifeodalisme. Revolusi melibatkan mobilisasi rakyatburuh yang berujung pada pembunuhan anggota keluarga kesultanan Melayu yang dikenalmasih pro-Belandabernegoisasi namundengan jugapemerintah golonganIndonesia menegahyang pro-Republikmeminta danmereka bergabung pimpinanke lokalNegara administrasiKesatuan Republik Indonesia.<ref>Nationalism and Revolution in Indonesia, George McTurnan Kahin, Cornell University Press, 2003 (cetak pertama 1952), hal.412, ISBN 0-87727-734-6</ref>
 
== Latar belakang ==
Pengguna anonim