Bengawan Solo: Perbedaan revisi

1.201 bita ditambahkan ,  3 tahun yang lalu
* Jambal (Pangasius Djambalis)
* Jendil (Pangasius nemurus)
 
Selain itu masih banyak jenis ikan yang terdapat di Bengawan Solo. Mulai bader (tawes), areng-areng, garingan, wader, gabus, nila, hingga lempuk. Tapi, dari sekian jenis ikan itu, hanya jendil yang jadi menu kuliner favorit masyarakat.
 
Ikan jendil adalah ikan asli Sungai Bengawan Solo. Ikan berlendir warna putih hijau ini sejenis dengan ikan patin yang hidup di sejumlah sungai di Sumatera. Bedanya, bentuknya agak kecil dan memanjang. Warga di Bojonegoro, Tuban, dan Cepu menyukai ikan ini, karena lemaknya relatif sedikit dan tekstur dagingnya lembut. Ini berbeda dengan ikan patin hasil budi daya, yang biasanya banyak lemak.
 
Pada musim kemarau Sungai Bengawan Solo surut dan ikan jendil melimpah. Biasanya ikan ini hidup di kedalaman air 2-3 meter dan cenderung berada di air mengalir. Para pemancing menggunakan umpan, mulai dari cacing, jangkrik, ulat daun, atau makanan campuran.
 
Lokasi pemancingan di Sungai Bengawan Solo, cukup banyak, seperti Bendung Gerak di Kecamatan Kalitidu-Trucuk, sungai sebelah utara Pasar Besar Bojonegoro, an di Desa Sale, Kalitidu. Biasanya, ikan jenis rengkik berada di kedalaman lebih dari empat meter. Sedangkan ikan jendil cenderung berada di permukaan.
 
== Lain-lain ==
6.209

suntingan