Nyai: Perbedaan revisi

1 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
Nyai juga berarti isteri (nyonya) dari Kyai (gelar ulama di Jawa), misalnya [[Nyai Ahmad Dahlan]]. Tetapi [[Kiai]] di Kalimantan merupakan gelar menteri kerajaan dan gelar kepala distrik (Lalawangan) yang bukan keturunan bangsawan (Tutus Raja), sedangkan Nyai berarti gelar untuk wanita terhormat yang bukan keturunan bangsawan, misalnya [[Nyai Undang]], [[Nyai Siti Diang Lawai]], [[Nyai Ratu Komalasari]]. Ratu Komalasari adalah permaisuri Sultan Adam dari [[Kesultanan Banjar]], penambahan gelar Nyai di depan gelar '[[Ratu]]' menunjukan bahwa dia bukan berasal dari kalangan bangsawan.
 
== Nyai dalam sastraSastra ==
Di sejumlah karya [[sastra]] yang terbit pada masa kolonialisme, seorang nyai selalu digambarkan sebagai sosok perempuan yang suka serong, bodoh, dan suka mencuri harta tuannya. Cerita ''[[Nyai Dasima]]'' yang dikarang G. Francis misalnya. Dasima, perempuan dari Kampung Koeripan menjadi nyai Tuan Edward W. Ia sangat dicintai dan dimanjakan layaknya istri yang sah. Namun, Dasima yang rupanya elok ternyata bukan perempuan yang bisa dipercaya. Ia serong dengan Baba Samioen dari Kampung Pedjambon.
 
{{indo-stub}}
 
[[Kategori:Sejarah Indonesia]]
[[Kategori:Gelar]]
Pengguna anonim