Buka menu utama

Perubahan

75 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
|leader_title3 =<!-- for places with, say, both a mayor and a city manager -->
|leader_name3 =
| pushpin_map = Indonesia Sumatra South
| pushpin_label_position7 = bottom
| pushpin_map_caption = Lokasi kota Bengkulu di peta Sumatera
| pushpin_map1 = Indonesia
| pushpin_label_position1 = bottom
| pushpin_map_caption1 = LokasiPeta kotalokasi Kota Bengkulu di peta Indonesia
| coordinates_display = {{coord|-3.795556|102.259167}}
| coordinates_region = ID
| dau = Rp. 537Rp537.903.521.000.-
| dauref = (2013)<ref>{{cite web|url=http://www.djpk.depkeu.go.id/regulation/27/tahun/2013/bulan/02/tanggal/04/id/873/|title=Perpres No. 10 Tahun 2013|date=2013-02-04|accessdate=2013-02-15}}</ref>
|established_title =
<!-- zona waktu, kode telepon -->
}}
'''Kota Bengkulu''' adalah [[ibu kota]] provinsi [[Provinsi Bengkulu]], [[Indonesia]]. Kota ini merupakan kota terbesar kedua di pantai barat [[Pulau Sumatera]], setelah [[Kota Padang]]. Sebelumnya kawasan ini berada dalam pengaruh [[kerajaan Inderapura]] dan [[kesultanan Banten]]. Kemudian dikuasai [[Inggris]] sebelum diserahkan kepada [[Belanda]]. Kota ini juga menjadi tempat pengasingan [[Bung Karno]] dalam kurun tahun [[1939]] - [[1942]] pada masa pemerintahan [[Hindia Belanda]]. Kota Bengkulu memiliki luas wilayah sebesar 144,52 km²<ref>[http://bengkulukota.bps.go.id/?page_id=129 Luas Wilayah Kota Bengkulu - BPS Kota Bengkulu]</ref> dengan jumlah penduduk sebesar 351.298 jiwa yang terdiri atas 176.535 orang laki-laki dan 174.763 orang perempuan pada tahun [[2015]].<ref>[https://bengkulukota.bps.go.id/webbeta/website/pdf_publikasi/Kota-Bengkulu-Dalam-Angka-2016.pdF Kota Bengkulu Dalam Angka Tahun 2016 (BPS)]</ref>
 
== Daftar Walikota ==
Kota Bengkulu sekarang telah dipimpin oleh H. Helmi Hasan, SES.E. dan Ir. Patriana Sosia Linda sebagai [[Wali Kota]] dan wakil [[Walikota]] Bengkulu periode 2013-2018<ref>[http://www.bengkulukota.go.id/v2/sekilas/kepala-daerah/ Kepala Daerah Kota Bengkulu]</ref>, Kepala Daerah yang pernah memimpin Kota Bengkulu:<ref>[http://www.bengkulukota.go.id/v2/sekilas/walikota-dari-masa-ke-masa/ Walikota Daridari Masa Ke Masa]</ref>
 
# Hamzah Sa’ari (Ketua Dewan Pemerintahan Kotapraja Bengkulu, 1945 – 1950)
Salah satu rempah-rempah yang dicari adalah [[lada]]. Salah satu daerah di mana lada tumbuh adalah bagian selatan pulau Sumatera. Tahun 1633 [[VOC]] mendirikan pos perdagangan di Bengkulu. Kemudian VOC mengusir Inggris dari Banten. Ini memaksa East India Company, yang tetap ingin terlibat dalam perdagangan lada, mendirikan tahun 1685 suatu pos di Bengkulu, "Bencoolen" dalam bahasa Inggris, dengan tujuan mencari lada. Untuk melindungi pos ini, Inggris mengirim pasukan kecil. Untuk menampung pasukan tersebut dibangun suatu benteng, [[Fort Marlborough]].
 
Inggris menduduki Bengkulu selama 140 tahun. Dalam masa ini ratusan prajurit Inggris meninggal karena [[kolera]], [[malaria]] dan [[disenteri]]. Kehidupan di Bengkulu sangat susah bagi orang Inggris, dibandingkan dengan India. Saat itu perjalanan pelayaran dari Inggris ke Bengkulu memakan waktu 8 bulan. Pertentangan muncul antara penguasa di London dan India di satu pihak, dan mereka yang ingin mempertahankan pendudukan Inggris di Sumatera untuk melanjutkan perdagangan lada. Di samping Fort Marlborough, ''Company'' juga membangun Fort York di Bengkulu dan Fort Anne di [[Muko-MukoMukomuko]].
 
Terjadi juga bentrokan dengan penduduk setempat. Tahun 1719 Inggris dipaksa meninggalkan Bengkulu. Inggris kemudian kembali. Namun tahun 1760 Fort Marlborough menyerah kepada pasukan yang dikirim Prancis. Tahun 1807 ''[[residen]]t'' Inggris Thomas Parr dibunuh. Parr diganti [[Thomas Stamford Raffles]], yang berusaha menjalin hubungan yang damai antara pihak Inggris dan penguasa setempat. Di bawah perjanjian Inggris-Belanda yang ditandatangani tahun 1824, Inggris menyerahkan Bengkulu ke Belanda, dan Belanda menyerahkan [[Melaka]] ke Inggris.<ref name=Roberts1>{{cite book|last=Roberts|first=Edmund|title=Embassy to the Eastern Courts of Cochin-China, Siam, and Muscat|year=1837|publisher=Harper & Brothers|location=New York|page=34|url=http://www.wdl.org/en/item/7317/view/1/34/}}</ref> Namun, Belanda baru sungguh-sungguh mendirikan administrasi kolonialnya di Bengkulu tahun 1868. Karena produksi rempah-rempah sudah lama menurun, Belanda berusaha membangkitkannya kembali. Ekonomi Bengkulu membaik dan kota Bengkulu berkembang. Tahun 1878 Belanda menjadikan Bengkulu ''[[karesidenan|residentie]]'' terpisah dari Sumatera Selatan.
40.380

suntingan