Buka menu utama

Perubahan

Tidak ada perubahan ukuran, 2 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
|conflict = Pendudukan Indonesian di Timor Timur
|partof = the [[Perang Dingin]]
|image = [[FileBerkas:LocationEastTimorNamed.svg|300px]]
|caption = Lokasi Timor Timur,ditengah negara tetangga.
|date = 7 Desember 1975 – 31 Oktober 1999
{{History of East Timor}}
{{Sejarah Timor Leste}}
'''Pendudukan [[Indonesia]] di [[Timor Timur]]''' berlangsung dari Desember 1975 hingga Oktober 1999. Setelah berabad-abad [[Timor Portugis|dijajah Portugis]], [[Revolução dos Cravos|kudeta di Portugal]] tahun 1974 telah menimbulkan ketidakstabilan di Timor Timur. Setelah perang saudara berskala kecil, [[FRETILIN]] menyatakan kemenangan dan mendeklarasikan kemerdekaan Timor Timur pada [[28 November]] [[1975]].
 
Dengan klaim bahwa pemimpin-pemimpin di Timor Timur minta bantuan,  pasukan militer Indonesia melakukan [[invasi]] ke Timor Timur pada tanggal 7 Desember 1975. Pada tahun 1979 militer Indonesia telah menghancurkan semua perlawanan terhadap pendudukan Indonesia di Timor Timur. Setelah diadakannya suatu pemungutan suara oleh rakyat Timor Timur yang dianggap kontroversial karena dikatakan tidak sesuai dengan keinginan rakyat Timor Timur yang sesungguhnya, Indonesia mendeklarasikan wilayah Timor Timur sebagai provinsi Indonesia (provinsi Timor Timur).
Segera setelah invasi, Majelis Umum dan [[Dewan Keamanan Perserikatan Bangsa-Bangsa]] mengeluarkan resolusi yang mengecam tindakan Indonesia di Timor Timur dan meminta penarikan segera dari wilayah tersebut. Australia dan Indonesia adalah satu-satunya negara di dunia yang mengakui Timor Timur sebagai provinsi Indonesia. Segera setelah itu juga, Indonesia dan [[Australia]] memulai negosiasi untuk membagi sumber daya yang ditemukan di [[Celah Timor]]. Negara-negara lain, termasuk pemerintah [[Amerika Serikat]], [[Jepang]], [[Kanada]] dan [[Malaysia]], juga mendukung pemerintah Indonesia. Akan tetapi, invasi ke Timor Timur dan penindasan atas perlawanan gerakan kemerdekaan Timor Timur, menyebabkan kerugian besar bagi reputasi dan kredibilitas Indonesia di dunia internasional.<ref>{{Citation|last=ClassicDoc|title=Manufacturing Consent - Noam Chomsky and the Media - 1992|date=2016-01-20|url=https://www.youtube.com/watch?v=YHa6NflkW3Y&t=1886s|accessdate=2017-02-10}}</ref><ref>Schwarz (1994), p. 195.</ref>
 
Setelah pemungutan suara tahun 1999 untuk memilih kemerdekaan, kelompok paramiliter yang bekerja dengan militer Indonesia melakukan gelombang kekerasan di mana sebagian besar infrastruktur di Timor Timur hancur. Pasukan Internasional yang dipimpin oleh Australia di Timor Timor bertugas untuk memulihkan ketertiban. Setelah kepergian pasukan Indonesia dari Timor Timur, Pemerintahan Transisi Perserikatan Bangsa-Bangsa di Timor Timur mengelola wilayah tersebut selama dua tahun, membentuk Unit Kejahatan Berat untuk menyelidiki dan mengadili kejahatan yang dilakukan pada tahun 1999. Karena pengadilan Indonesia mengeluarkan pernyataan yang terbatas atas keterlibatan Indonesia di Timor Timur, banyak pengamat meminta pengadilan internasional untuk Timor Timur.<ref>{{Cite web|url=http://pantheon.hrw.org/legacy/english/docs/2005/06/28/eastti11231.htm|title=East Timor: U.N. Security Council Must Ensure Justice (Human Rights Watch, 28-6-2005)|website=pantheon.hrw.org|access-date=2017-05-14}}</ref>
 
Universitas Oxford mengadakan konsensus akademis dan hasilnya menyebut pendudukan Indonesia di Timor Timur sebagai genosida. Universitas Yale memekai kasus Timor Timur dalam kurikulum bagian dari program "Studi Genosida". <ref name=Payaslian>{{cite web|last=Payaslian|first=Simon|title=20th Century Genocides|url=http://www.oxfordbibliographies.com/view/document/obo-9780199743292/obo-9780199743292-0105.xml|publisher=Oxford bibliographies|ref= {{sfnref|Payaslian}}}}</ref><ref name="gsp.yale.edu">{{cite web|title=Genocide Studies Program: East Timor|url=http://gsp.yale.edu/case-studies/east-timor|website=Yale.edu}}</ref>