Mesir: Perbedaan revisi

131 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
Tag: Suntingan perangkat seluler Suntingan peramban seluler
{{utama|Politik Mesir}}
 
Mesir berbentuk [[republik]] sejak [[18 Juni]] [[1953]], Mesir adalah negara pertama yang mengakui kedaulatan Indonesia. [[Hosni Mubarak|MohamedMuhammad HosniHusni Mubarak]] telah menjabat sebagai [[Presiden Mesir]] selama lima periode, sejak [[14 Oktober]] [[1981]] setelah pembunuhan Presiden [[MohammedAnwar Sadat|Muhammad Anwar el-Sadat]]. Selain itu, ia juga pemimpin [[Partai Demokrat Nasional (Mesir)|Partai Demokrat Nasional]]. [[Perdana Menteri Mesir]], [[Ahmed Nazif|Dr. AhmedAhmad NazifNazhif]] dilantik pada [[9 Juli]] [[2004]] untuk menggantikan Dr. [[Atef Ebeid|Athaf Ubaid]].
 
Kekuasaan di Mesir diatur dengan sistem [[semipresidensial]] [[multipartai]]. Secara teoretis, kekuasaan eksekutif dibagi antara presiden dan perdana menteri namun dalam praktiknya kekuasaan terpusat pada presiden, yang selama ini dipilih dalam pemilu dengan kandidat tunggal. Mesir juga mengadakan pemilu parlemen multipartai.
 
Pada akhir [[Februari 2005]], Presiden Mubarak mengumumkan perubahan aturan pemilihan presiden menuju ke pemilu multikandidat. Untuk pertama kalinya sejak [[1952]], rakyat Mesir mendapat kesempatan untuk memilih pemimpin dari daftar berbagai kandidat. Namun, aturan yang baru juga menerapkan berbagai batasan sehingga berbagai tokoh, seperti [[Ayman Nour|Aiman Nur]], tidak bisa bersaing dalam pemilihan dan Mubarak pun kembali menang dalam pemilu.
 
Pada akhir [[Januari]] [[2011]] rakyat Mesir menuntut Presiden yang sekarang berkuasa [[Hosni Mubarak|Husni Mubarak]] untuk meletakan jabatannya. Hingga 18 hari aksi demonstrasi besar-besaran menuntut Presiden [[Hosni Mubarak|Husni Mubarak]] mundur, akhirnya pada tanggal [[11 Februari]] [[2011]] Hosni Mubarak resmi mengundurkan diri. Pengunduran diri [[Hosni Mubarak|Husni Mubarak]] ini disambut baik oleh rakyatnya, dan disambut baik oleh dunia Internasional.
 
Pada [[4 Juli]] [[2013]], Panglima [[Angkatan Bersenjata Mesir]] Jenderal [[Abdel Fattah el-Sisi|Abdul Fattah as-Sisi]] mengumumkan adanya revolusi untuk mengamankan Mesir, yang bertujuan untuk menggulingkan [[Mohamed Morsi|Muhammad Mursi]]. MoursiMursi sendiri adalah presiden pertama Mesir yang dipilih secara demokrasi.<ref>[http://www.vibiznews.com/2013-07-04/presiden-mesir-digulingkan-ketua-mk-mesir-jadi-presiden-baru Presiden Mesir Digulingkan, Ketua MK Mesir Jadi Presiden Baru]. Vibiznews. Diakses 14 Juli 2013</ref> Pada [[3 Juni]] [[2014]], Komisi Pemilihan Mesir mengumumkan, mantan Jenderal Mesir, [[Abdel Fattah el-Sisi|Abdul Fattah as-Sisi]] terpilih menjadi Presiden setelah menang dalam [[Pemilihan umum presiden Mesir 2014|Pemilu Mesir]] pada [[Mei]] [[2014]].<ref>[http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/06/140603_mesir_presiden_pemilihan.shtml Artikel"Abdul Fattah al-Sisi menang di pemilihan presiden Mesir" di bbc Indonesia]</ref>.
 
== Geografi ==
37

suntingan