Candi Jago: Perbedaan antara revisi

26 bita dihapus ,  5 tahun yang lalu
Masih menurut kitab Negarakertagama dan Pararaton, pembangunan Candi Jago atas perintah Raja [[Kertanagara]] ini berlangsung sejak tahun 1268 M sampai dengan tahun 1280 M, sebagai penghormatan bagi ayahandanya Raja Singasari ke-4, Sri Jaya Wisnuwardhana, yang mangkat pada tahun 1268. Walaupun dibangun pada masa pemerintahan Kerajaan Singasari, disebutkan dalam kedua kitab tersebut bahwa Candi Jago selama tahun 1359 M merupakan salah satu tempat yang sering dikunjungi Raja Hayam Wuruk dari Kerajaan Majapahit. Keterkaitan Candi Jago dengan Kerajaan Singasari terlihat juga dari pahatan padma (teratai), yang menjulur ke atas dari bonggolnya, yang menghiasi tatakan arca-arcanya. Motif teratai semacam itu sangat populer pada masa Kerajaan Singasari.
 
Yang perlu dicermati dalam sejarah Candi Jago adalah adanya kebiasaan raja-raja zaman dahulu untuk memugar candi-candi yang didirikan oleh raja-raja sebelumnya. Beberapa tahun berselang, Candi Jago juga telah mengalami pemugaran pada tahun 1343 M atas perintah Raja Adityawarman dari Melayu yang masih memiliki hubungan darah dengan Raja Hayam Wuruk<ref>http://candi.perpusnas.go.id/temples/deskripsi-jawa_timur-candi_jago</ref>.
 
Adityawarman pun mendirikan candi tambahan dan menempatkan Arca Manjusri<ref>Brandes, J.L.A., (1904), ''Beschrijving van de ruïne bij de desa Toempang, genaamd Tjandi Djago in de Residentie Pasoeroean'', 's-Gravenhage-Batavia, Nijhoff/Albrecht.</ref>.
93

suntingan