Kerajaan Kastila: Perbedaan revisi

194 bita ditambahkan ,  4 tahun yang lalu
tidak ada ringkasan suntingan
}}
 
'''Kerajaan Kastila''' ({{IPAc-en|k|æ|ˈ|s|t|iː|l}}; {{lang-es|Reino de Castilla}}, {{lang-la|Regnum Castellae}}) adalah salah satu kerajaan di [[Semenanjung Iberia]] pada [[abad pertengahan]]. Kastila muncul sebagai entitas politik yang otonom pada abad ke-9, yaitu sebagai ''County'' Kastila yang merupakan negara bawahan dari [[Kerajaan León]]. Kastila menjadi kerajaan yang berdiri sendiri pada tahun [[1035]]. Nama "Kastila" dianggap berhubungan dengan banyaknya [[kastil]] yang dibangun di wilayahnya. Kerajaan Kastila merupakan salah satu pendahulu [[Spanyol|Kerajaan Spanyol]].
 
Kastila muncul sebagai entitas politik yang otonom pada abad ke-9, yaitu sebagai ''County'' Kastila yang merupakan negara bawahan dari [[Kerajaan León]]. Kastila menjadi kerajaan yang berdiri sendiri pada tahun [[1035]]. Pada 1230, Raja Kastila, [[Fernando III]], menjadi Raja León karena terjadi kekosongan di takhta León. Hal ini menjadikan kedua kerajaan ini bersatu menjadi [[Kerajaan Kastila dan León]].
 
Kerajaan Kastila merupakan salah satu pendahulu [[Spanyol|Kerajaan Spanyol]].
 
== Bentuk pemerintahan ==
Dalam Kerajaan Kastila, kekuasaan tertinggi dianggap berasal dari Tuhan dan dianugrahkan kepada sang raja. Namun berbagai komunitas membentuk semacam majelis untuk memutuskan hal-hal yang berkaitan dengan kehidupan sehari-hari. Majelis ini kemudian berubah menjadi ''Concejo'' (jamak ''Concejos''; dewan kota) dimana beberapa orang ditunjuk untuk mewakili tetangga-tetangganya. Lama kelamaan, mereka cukup berpengaruh dalam penunjukan pejabat seperti walikota, dan lain-lain. Untuk menjalankan komunikasi antara raja dan ''Concejos'' dibentuk ''Cortes'' (semacam parlemen) pada tahun [[1250]], mengikuti pendirian lembaga serupa di [[Kerajaan León]], [[1188]]. Parlemen atau ''Cortes'' in tidak memiliki kekuasaan [[legislatif]] namun bertugas menghubungkan raja dan negaranya.