Buka menu utama

Perubahan

1 bita ditambahkan ,  2 tahun yang lalu
 
=== Saudi ===
Ketika [[Saud bin Abdul Aziz bin Muhammad bin Saud|Saud bin Abdul Aziz]] merebut Madinah pada 1805, para pengikutnya, [[Wahhabisme|Wahhabi]], merobohkan setiap makam berkubah yang ada di Madinah dalam pandangannya pada pencegahan pemuliaan bangunan,<ref name="Weston2008">{{cite book|author=Mark Weston|title=Prophets and princes: Saudi Arabia from Muhammad to the present|url=https://books.google.com/books?id=EEEFsVYLko4C&pg=PA102|year=2008|publisher=John Wiley and Sons|isbn=978-0-470-18257-4|pages=102–103}}</ref> termasuk Kubah Hijau yang dikatakan akan segera dihancurkan.<ref name="Behrens-AbouseifVernoit2006">{{cite book|author1=Doris Behrens-Abouseif|author2=Stephen Vernoit|title=Islamic art in the 19th century: tradition, innovation, and eclecticism|url=https://books.google.com/books?id=A4q58Af5zAoC&pg=PA22|year=2006|publisher=BRILL|isbn=978-90-04-14442-2|page=22}}</ref> Mereka tidak menghendaki orang-orang memuliakan kuburan dan tempat yang dianggap memiliki keajaiban supranatural yang berlawanan dengan ''[[tauhid]]''.<ref>{{Cite encyclopedia | edition = 2nd| publisher = Brill Academic Publishers| volume = 11| pages = 40, 42| last = Peskes| first = Esther | title = Wahhābiyya | encyclopedia = [[Encyclopaedia of Islam]]| year = 2000 |isbn=90-04-12756-9}}</ref> Makam Nabi Muhammad dilepaskan dari hiasan emas dan berliannya, tetapi kubah tersebut menjadi salah satu yang masih dipelihara karena sebuah ketidaksuksesan percobaan untuk merobohkan struktur kerasnya, atau karena beberapa tahun sebelumnya Ibnu Abdul Wahhab menulis bahwa tidak berharap untuk melihat kubah dihancurkan pertentangannya pada orang-orang yang berdoa di sekitar makam.<ref name="Weston2008"/> Kejadian serupa terjadi pada 1925 ketika [[Ikhwan|Ikhwan Saudi]] kembali merebut dan mengawasi kota Madinah.<ref>{{cite web|url=http://www.al-islam.org/shrines/baqi.htm|title=History of the Cemetery Of Jannat Al-Baqi|work=Al-Islam.org}}</ref><ref name="Weston2008b">{{cite book|author=Mark Weston|title=Prophets and princes: Saudi Arabia from Muhammad to the present|url=https://books.google.com/books?id=EEEFsVYLko4C&pg=PA136|year=2008|publisher=John Wiley and Sons|isbn=978-0-470-18257-4|page=136}}</ref><ref name="Cornell2007">{{cite book|author=Vincent J. Cornell|title=Voices of Islam: Voices of the spirit|url=https://books.google.com/books?id=8dNKFLJVvNkC&pg=PA84|year=2007|publisher=Greenwood Publishing Group|isbn=978-0-275-98734-3|page=84}}</ref><ref name="Ernst2004">{{cite book|author=Carl W. Ernst|title=Following Muhammad: Rethinking Islam in the Contemporary World|url=https://books.google.com/books?id=DOWn22EkJsQC&pg=PA1173|year=2004|publisher=Univ of North Carolina Press|isbn=978-0-8078-5577-5|pages=173–174}}</ref>
 
Setelah pendirian [[Arab Saudi|Kerajaan Arab Saudi]] pada 1932, masjid mengalami modifikasi besar. Pada 1951 Raja [[Abdul Aziz bin Saud|Ibnu Saud]] (1932–1953) merencanakan penghancuran bangunan sekitar masjid untuk membuat sayap baru ke timur dan barat dari gedung peribadatan utama, dengan tetap kolom [[beton]] dengan sentuhan seni. Kolom tertua diperkokoh beton dan dipasangi cincin [[tembaga]] diatasnya. Minaret Suleymaniyya dan Majidiyya dipindahkan menjadi dua minaret bergaya Mamluk. Dua menara tambahan ditegakkan ke barat daya dan timur laut masjid. Sebuah perpustakaan dibangun sepanjang tembok bagian barat yang menjadi tempat koleksi Al-Qur'an bersejarah dan beragam teks keagamaan lainnya.{{sfn|Ariffin|p=65}}<ref>{{cite web|title=New expansion of Prophet's Mosque ordered by king|url=http://www.arabnews.com/saudi-arabia/new-expansion-prophet%E2%80%99s-mosque-ordered-king|publisher=Arab News|accessdate=19 June 2015}}</ref>
34.303

suntingan