Situraja, Sumedang: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Tidak ada ringkasan suntingan
Tidak ada ringkasan suntingan
Baris 26:
 
=== Bangbayang ===
Bangbayang adalah sebuah desa yang terletak di gunung sekitar lebih dari 10 KM dari kota Kecamatan. Desa kecil yang terbagi menjadi enam dusun yakni Dusun Sadarayna, Dusun Sindangsari, Dusun Cikepuh, Dusun Sukarasa, Dusun Sukarenah dan Dusun Bangbayang itu sendiri. Mayoritas penduduknya bertani dan buruh. Kini, Desa Bangbayang sudah mengalami banyak kemajuan, bahkan akses jalan sudah bisa menggunakan kendaraan bermotor. Ciri khas oleh-oleh dari Desa Bangbayang yaitu gula aren dan sapu uyun. Di Desa Bangbayang terdapat Curug Cipelah, yang jika dikembangkan kelak akan menjadi destinasi wisata baru.
=== Cicarimanah ===
Cicarimanah sebelumnya merupakan bagian dari Kecamatan Tomo, namun karena alasan kemudahan akses, maka Desa Cicarimanah memutuskan untuk bergabung dengan Kecamatan Situraja. Desa Cicarimanah merupakan daerah penghasil Mangga Cikubang.
=== Cijati ===
Cijati adalah nama sebuah [[kampung]] sekaligus nama [[desa]]. Desa Cijati meliputi kampung Cijati Girang, Cigangsa, Bunut, Cilengkong dan Warung Limus.
 
Desa Cijati berbatasan dengan kampung Cigangsa di sebelah Selatan, serta kampung Cikopo dan Cijambe di sebelah Barat. Sebelah Utara dan Timur dibatasi pesawahan. Di Desa Cijati terdapat sekolah MTs Negeri Situraja dan SLB BC. Desa Cijati dikelilingi pesawahan yang dapat ditanami padi dan palawija. Sebagian besar penduduk desa Cijati mencari nafkah dengan cara bercocok tanam atau petani. Beberapa di antaranya menjadi pegawai negeri dan juga pengrajin.
 
Pengrajin di kampung Cijati banyak menggeluti pembuatan sapu ijuk yakni sapu yang berbahan baku [http://arengabroom.blogspot.com/2009/08/serat-ijuk-merupakan-serat-alam-terbaik.html ijuk], sejenis bahan yang didapat dari pohon [[enau]]. Dengan gagang yang terbuat dari [[bambu]] atau [[rotan]] dan ijuknya dijahit memakai "benang" yang juga dipintal dari ijuk. Sapu buatan Cijati ini sangat kuat dan awet. Dibanding dengan sapu buatan pabrik yang kerap kali copot gagangnya, sapu ijuk buatan kampung Cijati bisa diandalkan. Karena terkenal, pemasaran sapu ijuk ini bisa sampai ke [[kota Bandung|Bandung]] dan [[Jakarta]]
Baris 38:
Bila ingin mengunjungi kampung Cijati, dari [[Sumedang]] bisa memakai angkutan umum dari eks terminal Tegal Kalong. Umumnya angkutan umum itu jurusan Corenda, Darmaraja atau Wado. Kemudian bisa turun di Warung Ketan atau Situ Asem untuk kemudian naik [[ojek]] yang banyak tersedia di sana. Hanya dengan menyebutkan Cijati atau nama orang yang akan dituju, maka pengendara ojek akan mengantarkan ke pemilik rumah yang disebutkan. Di antara Cigangsa dan Bunut terdapat dusun Warung Limus, dusun ini terbilang kecil dan hanya terdiri dari beberapa kepala keluarga saja. Letak dusun ini persis di sepanjang jalan raya Situraja. Di Warung Limus terdapat sebuah [[masjid]] yang bernama masjid Al-Ikhlas.
=== Cijeler ===
Cijeler memiliki kisah asal usul terbentuknya desa Cijeler yaitu: pada suatu hari ada sebuah desa yang belum memiliki nama, kemudian para warga memikirkan nama apa yang pantas untuk desa tersebut. Karena di desa itu banyak sekali terdapat ikan mujair, maka warga menamakannya Cijeler, yang berasal dari kata "ci" yang artinya air dan "jeler" artinya ikan mujair, yaitu ikan kecil bertubuh panjang yang hidup di air bening yang deras mengalir. Desa Cijeler merupakan tempat asal dari Deddy Dores, pencipta lagu dan penyanyi yang terkenal di tahun 1990-an. Tokoh wanita Jawa Barat yang berkecimpung di kancah nasional, Popong Otje Djundjunan atau yang lebih dikenal "Ceu Popong" konon berasal dari sini. Wilayah Desa Cijeler dikelilingi persawahan, membuat sebagian besar warganya bekerja di sektor pertanian, selain itu ada juga yang membudidayakan ikan air tawar. Tidak sedikit pula yang membuka industri rumahan pembuatan "Kurupuk Bangreng".
=== Cikadu ===
Desa Cikadu merupakan salah satu desa yang terkenal akan pertanian dan perikanan. Desa Cikadu berbatasan langsung dengan Kecamatan Cisitu. Desa Cikadu memiliki sekolah SDN Cikadu, dan Puskesmas Pembantu Cikadu. Selain di bidang pertanian, sebagian warganya menggeluti industri rumahan pembuatan makanan ringan opak dan kolontong. Tidak sedikit pula yang berprofesi sebagai PNS.
=== Jatimekar ===
Desa Jatimekar terdiri dari Kampung Warungketan, Cikopo, Cijambe, dan Cijati Hilir, terletak sekitar 1,5 km dari pusat kecamatan. Di desa ini terdapat sekolah SDN Warungketan, SMA - SMK PGRI Situraja, minimarket, Klinik 24 Jam Pembina Sehat, toko bahan bangunan, dealer sepeda motor, dan beberapa unit bengkel sepeda motor. Desa Jatimekar terus berkembang, dikarenakan desa ini merupakan pintu gerbang menuju lokasi wisata Waduk Jatigede.
Desa Jatimekar terdiri dari Kampung Warungketan, Cikopo, Cijambe, dan Cijati Hilir .
 
=== Kaduwulung ===
Desa Kaduwulung terletak di Selatan Desa Karangheuleut. Sebagian besar warganya menggantungkan hidupnya di bidang pertanian. Sementara sisanya bergerak di bidang industri rumahan membuat sapu uyun dan makanan ringan.
=== Karangheuleut ===
Desa Karangheuleut terletak di Kecamatan Situraja, Kabupaten Sumedang, Jawa Barat. Desa yang terletak di antara pegunungan ini memiliki sejarah yang panjang. Dahulu desa ini belum bernama Karangheuleut. Desa ini merupakan gabungan dari dua dusun yang terbesar, yaitu Dusun Kaduheuleut dan Dusun Karangnangka. Namun setelah pemekaran pada tanggal 31 Juli 1982 kedua desa itu digabungkan dengan sebutan Desa Karangheuleut. Nama karang diambil dari Karangnangka sedangkan heuleut diambil dari Kaduheuleut. dusun Kaduheuleut berubah nama menjadi Kaduwulung. Keadaan Desa Karangheuleut secara topografi berada di dataran tinggi, dikelilingi oleh pegunungan, dan berbukit-bukit. Dengan keadaan itu maka mayoritas tata guna lahan digunakan untuk pertanian dan perkebunan. Hasil pertanian utamanya adalah padi, disamping itu hasil lain seperti umbi-umbian (singkong, kacang, talas), sawo, dan durian.
Baris 77 ⟶ 78:
 
=== Malaka ===
Desa Malaka terletak 1,5 km di Utara pusat kecamatan. Secara geografis berbatasan dengan Kecamatan Paseh, dengan aliran Sungai Cipeles sebagai batasnya. Desa ini merupakan salah satu desa yang terdampak pembangunan "Bendung Rengrang". Akan tetapi dampak positiflah yang akan didapat, dikarenakan akan dibangun juga jembatan yang menghubungkan Kecamatan Situraja dan Kecamatan Paseh, yang membuat Desa Malaka menjadi tujuan wisata baru, dan diharapkan secara ekonomi jelas menguntungkan. Sebagian besar warganya bekerja di sektor pertanian. Di desa ini banyak terdapat juga usaha perkayuan.
=== Mekarmulya ===
Mekarmulya adalah pemekaran dari Desa Cikadu. Terdiri dari Kampung Cigodeg, Tarikolot, Cilimus, dan Cimuruy. Penduduk di sinidisini sebagian besar adalah petani, yang lainnya berwiraswasta di bidang meubel dan tidak sedikit pula yang berprofesi sebagai PNS. Di desa ini pula tinggal seorang seniwati yang cukup terkenal dengan lagu-lagu hits-nya di wilayah Jawa Barat, yaitu Bungsu Bandung. Desa Mekarmulya memiliki sekolah SDN Neglasari, SDN Sukasari, dan SMP Negeri 2 Situraja. Letak desa ini sekitar 1 km dari pusat kecamatan.
 
=== Pamulihan ===
Sebelum berganti nama menjadi Desa Pamulihan, dulu bernama Desa Wanakerta. Di Utara dan Barat desa ini berbatasan dengan Kecamatan Paseh, Desa Cicarimanah di Timur, dan Desa Malaka di Selatan. Desa Pamulihan berjarak 5 km dari pusat kecamatan. Disini terdapat sekolah SDN Pamulihan, dan Puskesmas Pembantu Pamulihan, serta Klinik. Desa Pamulihan terkenal dengan kuliner khasnya, yaitu Sambel Pamulihan. Sebagian besar warganya bekerja sebagai petani, akan tetapi ada juga yang berprofesi sebagai PNS. Konon, leluhur dari eks-Bupati Sumedang, Don Murdono berasal dari Desa Pamulihan.
=== Situraja ===
Desa Situraja merupakan pusat pemerintahan Kecamatan Situraja dan pusat perdagangan, dimana pasar kecamatan terletak di kawasan ini. Secara geografis berbatasan dengan Desa Mekarmulya di sebelah Selatan, Desa Situraja Utara di sebelah Utara, Desa Sukatali di sebelah Barat, dan Desa Jatimekar di sebelah Timur. Desa Situraja merupakan desa padat penduduk dan terletak di perkotaan. Mayoritas mata pencaharian penduduknya adalah sebagai petani dan wiraswasta. Di Desa Situraja terdapat pusat pemerintahan Kecamatan Situraja yaitu Kantor Kecamatan Situraja, alun-alun Situraja, dan Mesjid AgungBesar Situraja. Alun-alun Situraja yang tertata apik, membuat setiap pengunjung betah. Selain itu, Desa Situraja merupakan pusat pendidikan dengan adanya SMA Negeri Situraja dan SMP Negeri 1 Situraja, sehingga di daerah sekitar sekolah banyak terdapat tempat kost, tepatnya di daerah Dusun Pakemitan.
=== Situraja Utara ===
Bersama Desa Situraja, Desa Situraja Utara merupakan ibu kota Kecamatan Situraja yang padat penduduk dan terletak di perkotaan. Di desa ini terdapat Kantor Polsek, Puskesmas, PDAM, Bank BRI Cabang Pembantu Situraja, Bank Mandiri KCP MMU Situraja, Waroeng BJB, BMT Al-Amanah, beberapa unit ATM (BRI, BJB, Bank Mandiri, dan BNI), Perum Pegadaian, dealer Sepeda Motor, Apotik, beberapa toko dan minimarket, Pondok Pesantren Zumrotul Mutaqien, serta sekolah SMK Perbankan Syariah. Di daerah Dusun Sukaluyu banyak terdapat tempat kost dan kontrakan, yang didominasi para pendatang dari luar daerah.
=== Sukatali ===
Desa Sukatali berada di perbatasan Kecamatan Ganeas dan Kecamatan Situraja, yaitu jalan antara Sumedang-Wado, atau dikenal juga dengan nama Jl. Rd. Umar Wirahadikusumah. Kepala Desanya saat ini adalah Ade Ratna Wulan. Desa Sukatali dikenal sebagai penghasil sawo dan terdapat pula usaha pembuatan keramik.
 
=== Mengenal Desa Sukatali ===