Nicolaus Driyarkara: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
Stephensuleeman (bicara | kontrib)
k ~kat
Borgxbot (bicara | kontrib)
k Robot: Cosmetic changes
Baris 13:
Lewat tulisan, pidato, ceramah, dan kuliah, Driyarkara memberikan pencerahan proses pencarian jati diri bangsa. Misalnya, ketika [[gerakan mahasiswa]] marak pada tahun [[1966]], dialah pembela pertama hak mahasiswa dan pelajar untuk demonstrasi. Di tengah keadaan kritis dan buntu-mentok, dia tampil dengan gagasan menerobos lewat pemberian makna.
 
== Biografi ==
* Pada tahun 1952, ia mendapat gelar [[Doktor]] bidang [[Filsafat]] di [[Universitas Gregoriana]] dengan disertasi mengenai [[Nicolas Malebrance]].
 
Baris 25:
* 1965-1967, anggota [[DPA]]
 
== Buku dan tulisan ==
Driyarkara memang tidak pernah menulis buku. Driyarkara tidak meninggalkan satu pun karya utuh komprehensif tentang satu persoalan.
 
Baris 34:
Dengan metode [[fenomenologi eksistensial]], metode yang dikembangkan Malebranche, persoalan kemanusiaan ditempatkan dalam situasi bersama masyarakatnya. Driyarkara lewat perenungan kehidupan bangsa-negara Indonesia terlibat dalam jatuh-bangunnya menjadi Indonesia. Driyarkara mengamati, mempertanyakan, menggugat, memberi makna, dan menawarkan jalan keluar yang menerobos.
 
=== Beberapa buku kumpulan tulisan dan tentang Driyarkara ===
* Jejak sebagai pemikir dibukukan dari siaran-siaran radio [[RRI]] dan renung filsafatnya dalam buku ''Pertjikan Filsafat'' (PT Pembangunan, Jakarta, 1962).
* Kumpulan kuliah-kuliahnya disatukan dalam ''Filsafat Manusia'', Kanisius, Yogyakarta 1969 Cet I dan 1975 Cet II.
* ''Driyarkara tentang Pendidikan'', ''Driyarkara tentang Manusia'', ''Driyarkara tentang Negara dan Bangsa'', Yayasan Kanisius, Yogyakarta 1980.
 
== Sekolah Tinggi ==
Pada tanggal [[2 Februari]] [[1969]] (tepat 2 tahun setelah Driyarkara meninggal), di sebuah ruang tamu di [[Susteran Theresia]] Jalan H Agus Salim, Jakarta, jejak perintisan Sekolah Tinggi Filsafat bernama Driyarkara dimulai.
 
Proses pembidanan sebuah sekolah filsafat dilakukan bersama oleh rekan-rekan almarhum, yaitu Prof. Dr. [[Fuad Hassan]], Prof. Dr. [[Slamet Iman Santosa]] yang mendambakan didirikannya sebuah institut filsafat di Indonesia yang terbuka untuk umum, berdiri sendiri, dan merupakan pusat yang mampu menarik dosen untuk lebih memantapkan usaha pengembangan filsafat di Jakarta. Inilah dies natalis pertama [[Sekolah Tinggi Filsafat Driyarkara]] di tahun 1969.
 
== Pendapat ==
[[Soe Hok Gie]], adik [[Arief Budiman]]—salah satu pengagumnya—menyebut Driyarkara sebagai "filsuf dalam arti sebenarnya". "Dia selalu meragukan postulat, bertanya, menggugat segala bidang, termasuk tentang dirinya sendiri. Tetapi, dari segala keraguan itu dia susun kembali satu-satu dan sederhana, sampai tercipta kepastian-kepastian kecil."
 
Baris 51:
Pemikir besar Indonesia lainnya, [[Soedjatmoko]], menyebut Driyarkara pembawa pemikiran filsafat modern. Driyarkara pemberi makna atas perjalanan kehidupan bangsa Indonesia.
 
== Pranala luar ==
*{{id}} [http://www.kompas.com/kompas-cetak/0402/19/opini/861953.htm "Jejak Pikiran dan Sosok Driyarkara"], ''Kompas''
*{{id}} [http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0612/01/utama/3134783.htm "Warisan Driyarkara: Sumbangsih untuk Bangsa Ini"], ''Kompas''
{{DEFAULTSORT:Driyarkara, Nicolaus}}
 
[[Kategori:Kelahiran 1913]]
[[Kategori:Kematian 1967]]