Sejarah sains: Perbedaan revisi

24 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (Bot: Perubahan kosmetika)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
Dikombinasikan dengan perkembangan pertanian, yang memungkinkan untuk surplus makanan, menjadi memungkinkan bagi peradaban awal untuk berkembang, karena lebih banyak waktu yang bisa dicurahkan untuk pekerjaan-pekerjaan lain selain untuk bertahan hidup.
 
Banyak peradaban kuno mengumpulkan informasi astronomi secara sistematis melalui pengamatan yang sederhana.
Meskipun mereka tidak memiliki pengetahuan tentang struktur fisik sebenarnya dari planet-planet dan bintang-bintang, banyak penjelasan teoretis yang diajukan.
Fakta dasar tentang fisiologi manusia dikenal di beberapa tempat, dan [[alkimia]] dipraktikkan dibeberapa peradaban.
<ref>
Lihat, misalnya Joseph Needham (1974, 1976, 1980, 1983) dan rekan penulis-nya, ''Science and Civilisation in China,'' '''V,''' Cambridge University Press, khususnya:
* Joseph Needham dan Lu Gwei-Djen (1974), ''', V.2 Spagyrical Discovery and Invention: Magisteries of Gold and Immortality'''
* Joseph Needham, Ho Ping-Yu [Ho Peng-Yoke], dan Lu Gwei-Djen (1976), '''V.3 Spagyrical Discovery and Invention: Historical Survey, from Cinnabar Elixirs to Synthetic Insulin'''
* Joseph Needham, Lu Gwei-Djen, dan Nathan Sivin (1980), '''V.4 Spagyrical Discovery and Invention: Apparatus and Theory'''
* Joseph Needham dan Lu Gwei-Djen (1983), '''V.5 Spagyrical Discovery and Invention: Physiological Alchemy'''
</ref>
[http://www.britannica.com/eb/article?tocId=9032043&amp;query=Edwin%20Smith%20papyrus&amp;ct=]
</sup>
yang menampilkan paralelisasi yang kuat dengan dasar [[metode empiris]] sains dan menurut G. E. R. Lloyd
<ref>
Lloyd, G.E.R. "The development of empirical research", dalam bukunya ''Magic, Reason and Experience: Studies in the Origin and Development of Greek Science''.
F.M. Cornford, ''Principium Sapientiae: The Origins of Thought Filosofis Yunani,'' (Gloucester, Mass, Peter Smith, 1971), hlm. 159.
</ref>
Filsuf pra-Sokrates, [[Thales]] (640-546 SM), yang dijuluki "bapak sains", adalah yang pertama mendalilkan penjelasan non-supranatural untuk fenomena alam, misalnya, tanah yang mengapung di atas air dan bahwa gempa bumi disebabkan oleh agitasi dari air yang di atasnya tanah mengapung, bukan oleh dewa Poseidon.
<ref>
Arieti, James A. ''Philosophy in the ancient world: an introduction'' , hal. 45
</ref>
Dengan demikian, tampak jelas garis pengaruh yang tak terputus dari [[Yunani Kuno|Yunani]] kuno dan [[Filsafat Helenistik|filsuf Helenistik]] kuno, sampai ke para [[Filsafat Islam awal|filsuf Muslim]] abad pertengahan dan [[Sains Islam|ilmuwan Islam]], sampai ke [[Eropa]] [[Abad Renaisans|Renaisans]] dan [[Abad Pencerahan]], sampai ke sains sekuler pada masa modern.
Baik alasan atau penyelidikan tidak bermula dari Yunani Kuno, tetapi [[metode Sokrates]] bermula dari sana, bersamaan dengan ide tentang [[Bentuk]], kemajuan besar dalam [[geometri]], [[logika]], dan ilmu-ilmu alam.
Menurut [[Benjamin Farrington]], mantan Profesor [[Klasik]] di Universitas Swansea:
:"Manusia telah menimbang selama ribuan tahun sebelum [[Archimedes]] mengerjakan hukum keseimbangan, mereka pasti telah memiliki pengetahuan praktis dan intuisi dari prinsip-prinsip yang terlibat. Apa yang Archimedes lakukan adalah memilah implikasi teoretis dari pengetahuan praktis ini dan menyajikannya dalam sebuah badan pengetahuan sebagai sebuah sistem koheren secara logis."
 
Astronom [[Aristarkhus dari Samos|Aristarchus dari Samos]] adalah orang pertama yang diketahui mengusulkan model heliosentris dari tata surya, sedangkan ahli geografi [[Eratosthenes]] secara akurat menghitung keliling Bumi. [[Hipparchus]] (sekitar 190 - 120 SM) memproduksi [[Rentang waktu pemetaan astronomis, katalog, dan survey|katalog bintang]] sistematis yang pertama.
Tingkat pencapaian dalam [[astronomi]] dan [[Teknik|rekayasa]] Helenistik secara mengesankan ditunjukkan oleh [[mekanisme Antikythera]] (150-100 SM), sebuah [[komputer analog]] untuk menghitung posisi planet.
Artefak teknologi dengan kompleksitas yang sama tidak muncul lagi sampai abad ke-14, ketika [[jam astronomi]] mekanik muncul di [[Eropa]].
<ref name="insearchoflosttime">
[[Theophrastus]] menulis beberapa deskripsi awal tanaman dan hewan, menetapkan [[taksonomi (biologi)|taksonomi]] pertama dan melihat mineral dalam hal sifat mereka seperti [[kekerasan]].
[[Pliny the Elder]] menghasilkan salah satu [[ensiklopedia]] terbesar tentang dunia alam pada tahun 77 M, dan harus dianggap sebagai penerus sah dari Theophrastus.
Sebagai contoh, ia secara akurat menggambarkan bentuk [[oktahedral]] dari [[berlian]], dan menyebutkan bahwa debu berlian digunakan oleh [[pengukir]] untuk memotong dan memoles permata lain karena kekerasannya.
Penemuannya tentang pentingnya bentuk [[kristal]] adalah prekursor [[kristalografi]] modern, selain juga menyebutkan berbagai mineral lainnya mendahului [[mineralogi]].
Dia juga menemukan bahwa mineral lain memiliki karakteristik bentuk kristal, tetapi dalam satu contoh, mencampurkan [[sifat kristal]] dengan pekerjaan para [[pemotong perhiasan]].
 
Astronom dan matematikawan India, [[Aryabhata]] (476-550), dalam bukunya ''[[Aryabhatiya]]'' (499) memperkenalkan sejumlah [[fungsi trigonometri]] (termasuk [[sinus]], [[versine]], [[kosinus]] dan sinus invers), [[Tabel sinus Aryabhata|tabel]] [[trigonometri]] dan teknik-teknik dan [[algoritma]] [[aljabar]].
Pada tahun 628 M, [[Brahmagupta]] menyatakan bahwa [[gravitasi]] adalah suatu kekuatan tarik-menarik.
<ref>{{Cite book
|last= Pickover
'''Matematika''': Dari awal orang Cina menggunakan sistem desimal posisional pada papan penghitungan untuk menghitung.
Untuk mengungkapkan angka 10, sebuah batang tunggal ditempatkan di kotak kedua dari kanan.
Bahasa lisan menggunakan sistem yang mirip dengan bahasa Indonesia: misalnya, empat ribu dua ratus tujuh.
Tidak ada simbol yang digunakan untuk nol.
Pada abad ke-1 SM, angka negatif dan pecahan desimal digunakan dan ''[[The Nine Chapters on the Mathematical Art]]'' mengikutkan metode untuk mengekstraksi akar orde tinggi dengan [[metode Horner]] dan memecahkan persamaan linear dengan [[Teorema Pythagoras]].
<ref>
Needham, Yusuf (1986).
Science and Civilization in China: Volume 3, Mathematics and the Sciences of the Heavens and the Earth.
Taipei: Caves Books Ltd. Halaman 208.
</ref>]]
 
'''Astronomi''': Pengamatan astronomi dari China merupakan urutan kontinu terpanjang dari setiap peradaban dan mengikutkan pencatatan bintik matahari (112 catatan dari tahun 364 SM), supernova (1054), lunar dan gerhana matahari.
Pada abad ke-12, mereka bisa cukup akurat memprediksi gerhana, tetapi pengetahuan ini hilang selama dinasti Ming, sehingga Jesuit [[Matteo Ricci]] mendapatkan banyak keuntungan pada tahun 1601 dengan prediksinya.
<ref>
Needham p422
Di antara prestasi teknologi China adalah, menurut sarjana Inggris Needham, detektor [[Seismometer|seismologi]] awal ([[Zhang Heng|(Zhang Heng]] pada abad ke-2), yang [[globe langit]] [[Hidrolika|bertenaga air]] (Zhang Heng), [[korek api]], penemuan independen dari [[desimal|sistem desimal]], [[galangan]], [[kaliper]] geser, [[pompa piston]] aksi ganda, [[besi cor]], [[tanur tinggi]], [[besi]] [[bajak]], [[benih bor]] multi-tabung, [[gerobak dorong]], [[jembatan gantung]], [[mesin penampi]], [[kipas mekanik|kipas berputar]], [[parasut]], [[gas alam]] sebagai bahan bakar, [[peta garis-menonjol]], [[baling-baling]], [[busur panah]], dan bahan bakar [[roket]] padat, [[roket multitahap]], [[tali kekang kuda]] bersama dengan kontribusi dalam [[logika]], [[astronomi]], [[pengobatan]] dan bidang lainnya.
 
Namun, faktor budaya mencegah prestasi Cina ini berkembang menjadi apa yang kita sebut "sains modern".
Menurut Needham, mungkin kerangka religius dan filosofis intelektual Cina yang membuat mereka tidak dapat menerima ide-ide hukum alam:
{{quote|Bukannya tidak ada keteraturan dalam alamnya orang Cina, tetapi karena ia bukanlah keteraturan yang ditasbihkan oleh makhluk rasional pribadi, dan oleh karena itu tidak ada keyakinan bahwa seorang yang rasional mampu menyebutkan dengan bahasa bumi mereka aturan-aturan kode ilahi yang mana mereka sabdakan sepanjang waktu. Para [[Taois]], tentu saja, akan mencemooh gagasan seperti itu karena terlalu naif bagi kesederhaan dan kompleksitas dari alam semesta yang mereka intuisikan.<ref>{{harvnb|Needham|Wang|1954}} 581.</ref>
[[Plutarch]], ''Life of Caesar'' 49.3.
</ref>
telah dihancurkan sejak tahun 642, segera setelah [[Muslim menaklukan Mesir|Arab menaklukan Mesir]].
<ref>
Abd-el-latif (1203): "the library which 'Amr ibn al-'As burnt with the permission of [[Umar bin Khattab|'Umar]]."
<ref>
Faith Wallis,
''Bede: The Reckoning of Time,''
Liverpool: Liverpool Univ. Pr., 2004, pp. xviii-xxxiv. ISBN 0-85323-693-3.
</ref>
[[Berkas:Albert Einstein Head.jpg|thumb|upright|[[Albert Einstein]]]]
 
Revolusi Ilmiah menjadikan sains sebagai sumber untuk perkembangan pengetahuan.
<ref>
{{harvnb|Heilbron|2003}}, 741-743
 
Geologi tidak mengalami restrukturisasi sistematis selama [[Revolusi Ilmiah]], tetapi teori-teori individu membuat kontribusi yang penting.
[[Robert Hooke]], misalnya, merumuskan teori gempa bumi, dan [[Nicholas Steno]] mengembangkan teori [[Hukum superposisi|superposisi]] dan berpendapat bahwa [[fosil]] adalah sisa-sisa makhluk yang pernah hidup.
Dimulai dengan ''Sacred Theory of the Earth'' -nya [[Thomas Burnet]] pada tahun 1681, filsuf alam mulai mengeksplorasi gagasan bahwa bumi telah berubah dari waktu ke waktu.
Burnet dan teman sezamannya menafsirkan Bumi pada masa lalu sesuai dengan kejadian-kejadian yang dijelaskan dalam Alkitab, tetapi pekerjaan mereka meletakkan dasar-dasar intelektual untuk interpretasi sekuler dari sejarah Bumi.
 
Disiplin [[ekologi]] biasanya dapat ditelusuri asal-usulnya ke sintesis dari [[Evolusi|evolusi Darwin]] dan [[Biogeografi]] [[Sains Humboldtian|Humboldtian]], di akhir abad ke-19 dan awal abad ke-20.
Sama penting dalam munculnya ekologi, bagaimanapun, [[mikrobiologi]] dan [[ilmu tanah]]—khususnya konsep [[siklus biogeokimia|siklus kehidupan]], terkemuka dalam karya [[Louis Pasteur]] dan [[Ferdinand Cohn]].
Kata ''ekologi'' diciptakan oleh [[Ernst Haeckel]], yang secara khusus merupakan pandangan holistik terhadap alam secara umum (dan teori Darwin secara khususnya) sangat penting dalam penyebaran pemikiran ekologis.
Pada tahun 1930, [[Arthur Tansley]] dan lain-lain mulai mengembangkan bidang [[ekologi ekosistem]], yang dikombinasikan ilmu tanah eksperimental dengan konsep fisiologis dari energi dan teknik-teknik dari [[Sejarah alam|bidang biologi]].
yang secara tradisional diidentifikasi dengan {{IAST|Chāṇakya}} (sekitar 350-283 SM).
Dalam risalah ini, perilaku dan hubungan masyarakat, Raja, Negara, Pengawas Pemerintah, Keluarga Istana, Musuh, Penjajah, dan Korporasi dianalisis dan didokumentasikan.
Roger Boesche menggambarkan ''Arthasastra'' sebagai "sebuah buku realisme politik, sebuah buku yang menganalisis bagaimana dunia politik tidak bekerja dan tidak terlalu sering menyatakan bagaimana hal tersebut harus berjalan, sebuah buku yang sering mengungkapkan kepada raja bagaimana perhitungan dan kadang-kadang tindakan brutal harus yang harus raja lakukan untuk melestarikan negara dan kepentingan umum."
<ref>{{cite book
|last = Boesche
Setelah Jones, upaya untuk meng-katalog-kan semua bahasa di dunia dilakukan sepanjang abad ke-19 dan abad ke-20.
Publikasi [[Ferdinand de Saussure]] ''[[Cours de linguistique générale]]'' menciptakan perkembangan [[linguistik deskriptif]].
Linguistik deskriptif, dan gerakan [[strukturalisme]] yang terkait lainnya menyebabkan linguistik untuk fokus pada bagaimana bahasa berubah dari waktu ke waktu, bukan hanya menggambarkan perbedaan antara bahasa.
[[Noam Chomsky]] lebih lanjut men-diversifikasi linguistik dengan perkembangan [[linguistik generatif]] pada tahun 1950-an.
Usahanya didasarkan pada model matematika dari bahasa yang memungkinkan untuk deskripsi dan prediksi [[sintaks]] yang valid.
 
Pada tahun 1920-an, [[John Maynard Keynes]] mendorong pembagian antara [[mikroekonomi]] dan [[makroekonomi]].
Dalam [[ekonomi Keynesian]] tren makroekonomi dapat membanjiri pilihan ekonomi yang dibuat oleh individu.
Pemerintah harus mempromosikan [[permintaan agregasi]] untuk barang sebagai sarana untuk mendorong ekspansi ekonomi.
Setelah Perang Dunia II, [[Milton Friedman]] menciptakan konsep [[monetarisme]].
Pada tahun 1970-an, monetarisme telah diadaptasi menjadi [[ekonomi sisi-penawaran]] yang menganjurkan pengurangan pajak sebagai sarana untuk meningkatkan jumlah uang yang tersedia untuk ekspansi ekonomi.
 
Aliran pemikiran ekonomi modern lainnya adalah [[ekonomi Klasik Baru]] dan [[ekonomi Keynesian Baru]].
Ekonomi klasik baru dikembangkan pada tahun 1970-an, menekankan ekonomi mikro yang solid sebagai dasar untuk pertumbuhan ekonomi makro.
Ekonomi Keynesian Baru diciptakan sebagian sebagai tanggapan terhadap ekonomi Klasik Baru, dan berhubungan dengan bagaimana ketidak-efisiensianan di pasar menciptakan kebutuhan untuk kontrol oleh bank sentral atau pemerintah.
Sarton menunjukan pandangan awal abad ke-20 terhadap sejarah sains sebagai sejarah orang-orang besar dan ide-ide besar.
Ia berbagi dengan banyak orang sezamannya kepercayaan Whiggish tentang sejarah sebagai catatan kemajuan dan keterlambatan dalam pawai kemajuan.
Sejarah sains bukan subbidang yang diakui dalam sejarah Amerika pada periode itu, dan sebagian besar pekerjaan dilakukan oleh para ilmuwan dan dokter yang tertarik bukan oleh sejarawan profesional.
<ref>{{cite journal
| doi = 10.1017/S0007087400023268