Gandari: Perbedaan antara revisi

Konten dihapus Konten ditambahkan
DragonBot (bicara | kontrib)
Borgxbot (bicara | kontrib)
k Robot: Cosmetic changes
Baris 10:
'''Gandari''' ([[Sansekerta]]:गांधारी; ''Gāndhārī'') adalah nama seorang tokoh dalam [[wiracarita]] [[Hindu]], [[Mahabharata]]. Dalam kisah, ia merupakan puteri Subala, Raja [[Gandhara]] (di masa sekarang disebut [[Kandhahar]]), yaitu wilayah yang meliputi [[Pakistan]] barat daya dan [[Afghanistan]] timur, dan namanya diambil dari sana. Gandari menikahi [[Dretarastra]], pangeran tertua di [[Kerajaan Kuru]]. Semenjak bersuami, Gandari sengaja menutup matanya sendiri agar tidak bisa menikmati keindahan dunia karena ingin mengikuti jejak suaminya.
 
== Ibu para Korawa ==
 
Gandari melahirkan seratus putera, (secara keseluruhan dikenal sebagai [[Korawa]]), dan seorang puteri bernama [[Dursala]] yang menikahi [[Jayadrata]]. Pada saat kehamilannya, ia merasa iri dengan [[Kunti]] yang sudah memiliki anak, sedangkan ia sendiri belum dikaruniai anak. Ketika anaknya lahir, ternyata yang keluar dari rahim bukan bayi melainkan sebongkah daging. Gandari kemudian bersujud pada [[Byasa]], seorang [[resi]] sakti yang telah meramalkan ia akan memiliki seratus anak. Byasa kemudian membelah-belah daging tersebut menjadi seratus potong, dan dimasukkan ke dalam guci kemudian dikubur selama setahun. Setelah guci-guci tersebut digali kembali, dari setiap potongan daging itu kemudian tumbuh seorang anak, yang kemudian menjadi Korawa.
Baris 18:
Meskipun putera-putera Gandari disebut sebagai tokoh jahat, ajaran moral yang tinggi dalam [[Mahabharata]] mengacu kepada Gandari. Ia berulang kali menasihati puteranya agar mengkikuti [[dharma]] dan berdamai dengan [[Pandawa]]. Gandari dekat dengan [[Kunti]] yang menghormatinya seperti seorang kakak.
 
== Anugerah Gandari ==
 
Pada saat perang antara [[Korawa]] dan [[Pandawa]] berkecamuk, satu-persatu putera Gandari gugur dalam pertempuran, hingga akhirnya hanya [[Duryodana]] yang tersisa. Takut akan kehancuran keturunannya, Gandari memberi anugerah kepada Duryodana agar puteranya tersebut mendapat kekebalan terhadap berbagai serangan musuh. Ia menyuruh agar Duryodana mandi dan setelah itu datang menemui ibunya dalam keadaan telanjang bulat. Pada saat Duryodana pergi untuk menemui ibunya, ia berpapasan dengan [[Kresna]] yang baru saja mengunjungi Gandari. Kresna mencemooh Duryodana yang tak tahu malu karena mau menghadap ibunya sendiri dalam keadaan telanjang bulat. Oleh karena malu terhadap ejekan [[Kresna]], Duryodana mengambil kain dan menutupi wilayah kemaluannya, termasuk paha. Setelah itu ia pergi menemui ibunya.
Baris 24:
Ketika [[Duryodana]] tiba, Gandari langsung membuka penutup matanya dan melihat Duryodana. Pada saat matanya terbuka, sinar ajaib muncul dan memberi kekuatan kepada Duryodana. Namun ketika ia mengetahui bahwa puteranya menutupi wilayah kemaluannya termasuk paha, Gandari mengatakan bahwa wilayah tersebut tidak akan kebal oleh serangan musuh karena tidak mendapat siraman kekuatan. Prediksi Gandari menjadi kenyataan. Pada saat Duryodana bertarung dengan [[Bima (tokoh Mahabharata)|Bima]] pada pertempuran di hari kedelapan belas, Duryodana gugur perlahan-lahan karena pahanya yang tidak kebal dihantam oleh gada Bima.
 
== Kutukan Gandari ==
 
Setelah [[perang di Kurukshetra|pertempuran besar]] di [[Kurukshetra]] berakhir, Gandari meratapi kematian seratus putera-puteranya. Gandari menghujat [[Kresna]] yang membiarkan perang berkecamuk. Ia juga menyalahkan [[Kresna]] yang tidak mampu mencegah peperangan dan tidak bisa mendamaikan kedua pihak. Kresna berkata bahwa kewajibannya adalah melindungi kebenaran, bukan mencegah peperangan. Kemudian Gandari mengutuk [[Kresna]], bahwa keluarga Krena, yaitu Wangsa [[Wresni]], akan binasa karena saling membantai sesamanya. Kresna menerima kutukan tersebut dengan senyuman dan sadar bahwa Wangsa [[Wresni]] tidak akan terkalahkan kecuali oleh sesamanya. Tiga puluh enam tahun setelah kutukan tersebut diucapkan, Wangsa [[Wresni]] melakukan pembantaian besar-besaran terhadap keluarga mereka sendiri. Mereka saling membunuh sesama. Hanya [[Kresna]], [[Baladewa]], dan para wanita yang bertahan hidup. Setelah itu, kediaman Wangsa [[Wresni]], yaitu [[Kerajaan Dwaraka]], tenggelam ke dalam lautan dan memusnahkan jejak mereka. [[Kresna]] dan [[Baladewa]] bertapa ke dalam hutan dan [[moksa]] di sana, sementara para wanita mengungsi ke [[Kurukshetra]].
 
== Kematian ==
 
Setelah [[Pandawa]] memenangkan [[Perang di Kurukshetra|pertempuran di Kurukshetra]], [[Yudistira]] mendapat restu untuk menjadi raja. Sementara itu, [[Dretarastra]] mulai menyadari umurnya yang tua dan memutuskan untuk mengembara sebagai pertapa ke dalam hutan di [[Himalaya]]. Gandari menemaininya bersama dengan saudara dan iparnya, seperti [[Widura]], [[Kunti]], dan [[Sanjaya (Mahabharata)|Sanjaya]]. Di sana, tubuh Dretarastra mengeluarkan api dan membakar hutan tempat mereka tinggal. Gandari dan saudara-saudaranya meninggal ditelan api tersebut.
 
== Lihat pula ==
* [[Wresni]] ([[Wresni#Hancurnya Wangsa Wresni|Kisah kehancuran Wangsa Wresni]])
 
Baris 38:
{{tokoh mahabharata}}
 
[[kategoriKategori:Tokoh Mahabharata]]
 
[[en:Gandhari (character)]]