Jean-Marie Le Pen: Perbedaan revisi

2 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (Bot: Menghapus dari Orang hidup)
k (Bot: Perubahan kosmetika)
[[Berkas:JM le Pen.jpg|thumb|right|Jean-Marie Le Pen]]
'''Jean-Marie Le Pen''' adalah pimpinan partai Front Nasional (FN) dan calon [[Presiden Perancis]] pada tahun [[2002]]. Ia lahir tahun [[1928]] di Kota [[La Trinite-sur-Mer]] ([[Brittany]]) dan telah empat kali mencalonkan diri dalam pemilihan presiden dan baru pada pemilu presiden tahun 2002 ia lolos ke babak penentuan. Karier politiknya dimulai tahun [[1956]], ketika ia menjadi wakil ketua partai pada pedagang kecil.
 
Tahun [[1965]], ia membantu kampanye dari kandidat ekstrem kanan bernama [[Jean-Louis Tixier-Vignancour]]. Tahun [[1972]], ia membentuk Front Nasional (FN). Kampanyenya yang terus-menerus tentang bahaya serbuan kaum imigran [[Afrika Utara]] ke [[Perancis]] telah menaikkan dukungan baginya, dari 0,74% pada tahun 1974 menjadi 14% pada tahun [[1988]] dan 15% pada tahun [[1995]]. Berbagai pernyataannya yang kontroversial telah membuatnya dicap sebagai tokoh yang rasis, anti-imigran, dan ''xenophobic'' (memiliki rasa benci terhadap orang asing).
 
Dalam kampanye pemilu presiden tahun [[2002]], ia masih terus melontarkan gagasan lamanya tentang penghapusan pajak warisan sehingga perusahaan bisa berpindah tangan dari ayah ke anak, dan perlunya negosiasi ulang terhadap sejumlah kesepakatan antar-negara Eropa. Khusus tentang masalah imigran, pendapatnya tak pernah berubah. Lolosnya Le Pen juga menjadi kekhawatiran sejumlah negara tetangga Perancis. [[Menteri Luar Negeri]] [[Belgia]] [[Louis Michel]] mengaku kecewa. Juru bicara Pemerintah [[Yunani]] [[Christos Protopappas]] mengatakan, bahaya bagi demokrasi dengan naiknya ekstrem kanan dan xenophobia.
 
Pejabat Komisi [[Uni Eropa]] [[Neil Kinnock]] menilai kemenangan Le Pen bagaikan “lemparan batu kotor yang besar ke kolam politik Eropa”. Tak ayak lagi, Le Pen kalah telak pada pemilu babak penentuan pada [[5 Mei]] [[2002]]. Dengan meraih sekitar 82% suara, kemenangan Jacques Chirac adalah yang terbesar sepanjang sejarah Perancis. Kemenangan kubu konservatif tersebut mengakhiri lima tahun penguasaan Assemblee Nationale oleh pihak kiri, sekaligus memberi kekuasaan kanan-tengah dan Jacques Chirac untuk mengontrol penuh atas kinerja parlemen.