Sisupala: Perbedaan revisi

4 bita dihapus ,  3 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
k (Bot: Perubahan kosmetika)
| Senjata = [[Pedang]]
}}
Dalam [[wiracarita]] ''[[Mahabharata]]'', '''Sisupala''' {{Sanskerta|शिशुपाल|Śiśupāla}} merupakan putra Damagosa dan Srutasrawa dari [[kerajaan Chedi]], kerabat [[Basudewa]] dari [[Mathura]]. Ia merupakan sepupu [[Baladewa]], [[Kresna]], dan [[Subadra]]. Dalam kitab ''Mahabharata'' dan ''[[Bhagawatapurana]]'' diceritakan bahwa ia merupakan musuh bebuyutan Kresna. Sisupala dibunuh oleh Kresna pada saat upacara [[Rajasuya]] yang diselenggarakan oleh [[Yudistira]] sebagai hukuman atas penghinaan yang bertubi-tubi. Kitab ''Bhagawatapurana'' menjelaskan bahwa Sisupala merupakan penitisan dari [[Jaya dan Wijaya]], penjaga gerbang [[Waikuntha]], istana [[Wisnu]].
 
== Kelahiran ==
 
Menurut kitab ''[[Mahabharata]]'', Sisupala lahir dengan tiga mata dan empat lengan. Orangtuanya berniat untuk membuangnya, namun sabda dari langit mencegah mereka untuk melakukan hal tersebut sebab Sisupala ditakdirkan untuk hidup sampai dewasa. Sabda tersebut mengatakan bahwa tubuh Sisupala dapat menjadi normal jika dipangku oleh seseorang yang istimewa, yaitu seorang [[awatara|titisan]] [[Wisnu]], dan kematian Sisupala juga berada di tangan orang yang sama.
 
Ketika keluarga [[Basudewa]] menjenguk Srutasrawa, Kresna turut hadir. Saat [[Kresna]] memangku Sisupala, mata dan lengan tambahan di tubuh Sisupala langsung menghilang. Mengetahui hal tersebut, orangtua Sisupala sadar bahwa kematian Sisupala juga berada di tangan Kresna. Mereka memohon agar Kresna mau bersabar dan mengampuni kesalahan yang diperbuat Sisupala apabila anak tersebut sudah dewasa. Kresna berjanji bahwa ia akan menahan kemarahannya. Ia menambahkan, apabila Sisupala sudah menghinanya lebih dari 100 kali, dan penghinaan itu dilakukan di hadapan orang banyak, maka Kresna berjanji bahwa ia tidak akan segan untuk membunuh Sisupala.
[[Berkas:Sisupalabeheaded.jpg|right|300px|Lukisan [[India]] yang menggambarkan Sisupala dipenggal saat upacara [[Rajasuya]].|thumb]]
 
Setelah [[Jarasanda]] dari [[kerajaan Magadha|Magadha]] dibunuh oleh [[Bima (Mahabharata)|Bima]] dalam sebuah pertarungan, kerajaan Magadha tunduk pada [[kerajaan Kuru]]. Untuk menegakkan [[darma]] di daratan [[Bharatawarsha]], [[Yudistira]] dari [[Indraprastha]] menyelenggarakan upacara [[Rajasuya]]. Para raja dari kerajaan di penjuru Bharatawarsha menghadiri aula Indraprastha, termasuk Sisupala dari [[kerajaan Chedi|Chedi]]. Ketika Yudistira bingung memutuskan siapa yang akan menerima hadiah terlebih dulu, [[Bisma]]—kakek Yudistira yang merupakan sesepuh [[Dinasti Kuru]]—berkata bahwa Kresna paling layak mendapatkannya. Mengetahui hal tersebut, Sisupala menjadi dengki lalu menghina Kresna bertubi-tubi.
 
Sambil menghina Kresna, Sisupala menantangnya untuk bertarung. Karena Sisupala telah menghina Kresna bertubi-tubi dan dilakukan di hadapan banyak orang, maka Kresna memenuhi tantangan Sisupala. Dalam pertempuran, Sisupala tidak berhasil melukai Kresna. Sebaliknya, Kresna menebas leher Sisupala dengan [[Cakra Sudarsana]].
 
== Silsilah keluarga ==