Buka menu utama

Perubahan

3 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
Rencana pembangunan Jalur Ladia Galaska (Samudera Indonesia, Gayo, Alas, dan Selat Malaka) yang menghubungkan Samudera Indonesia dengan Selat Malaka sangat diharapkan dapat memperbaiki tingkat perekonomian masyarakat Gayo Lues. Saat ini, lalu lintas dari Blangkejeren, pusat pemerintahan kabupaten, ke [[Banda Aceh]] harus melalui [[Medan]], [[Sumatera Utara]]. Meskipun demikian, rencana ini banyak ditentang oleh kalangan pelestari lingkungan hidup karena memotong zona utama taman nasional.
 
Gayo Lues kemudian dikenal dengan nama ''Negeri Seribu Bukit''. Nama ini ditabalkan dan dipopulerkan oleh [[Mohsa El Ramadan]], wartawan senior, Pemimpin Redaksi Koran Rajapost Banda Aceh, dan editor buku ''Memadamkan Bara di atas Ladia Galaska''. Buku yang ditulis oleh Muhammad Alikasim Kemaladerna ini adalah sebuah solusi penyelesaian konflik pembangunan jalan Ladia Galaska antara pemerintah dan pemerhati lingkungan di Aceh.
 
== Suku ==
 
== Potensi Daerah ==
Kabupaten yang berpenduduk kebanyakan [[Suku Gayo]] ini sedang berbenah diri untuk menggapai kemajuan dalam pembangunan. Potensi pertanian menjadi prioritas utama pengembangan.
 
=== Pertambangan ===
 
=== Pariwisata ===
* Pintu utama pendakian Gunung Leuser di Kedah, Penosan, Kecamatan Blang Jerango
* Pemandian air panas di Kecamatan Puteri Betung
* Air terjun Akang Siwah di Kecamatan Blang Pegayon