Buka menu utama

Perubahan

8 bita dihapus ,  2 tahun yang lalu
k
Bot: Perubahan kosmetika
[[Berkas:Prajnaparamita Java Side Detail.JPG|thumb|220px|Arca [[Prajnaparamita]], salah satu arca Jawa kuno terindah di Indonesia.]]
[[Berkas:COLLECTIE TROPENMUSEUM Hindoeïstische beelden bij de monding van de rivier Rata Midden-Mahakam TMnr 60005449.jpg|thumb|300px|Arca Hindu di Sungai Rata (foto diambil antara tahun 1898 dan 1900)]]
'''Arca''' adalah [[patung]] yang dibuat dengan tujuan utama sebagai media keagamaan, yaitu sarana dalam memuja [[tuhan]] atau [[dewa-dewi]]nya. Arca berbeda dengan patung pada umumnya, yang merupakan hasil [[seni]] yang dimaksudkan sebagai sebuah keindahan. Oleh karena itu, membuat sebuah arca tidaklah sesederhana membuat sebuah patung.
 
Kini di dalam dunia keagamaan [[Indonesia]] dikenal tiga macam arca, yakni arca peninggalan agama [[Hindu]], arca peninggalan agama [[Budha]], dan arca agama [[Kristen]] (terutama [[Katolik]]).
 
== Hindu ==
Dalam agama Hindu, arca adalah sama dengan '''Murti''' ([[Dewanagari]]: मूर्ति), atau murthi, yang merujuk kepada citra yang menggambarkan Roh atau Jiwa Ketuhanan (''murta''). Berarti "penubuhan", murti adalah perwujudan aspek ketuhanan (dewa-dewi), biasanya terbuat dari batu, kayu, atau logam, yang berfungsi sebagai sarana dan sasaran konsentrasi kepada Tuhan dalam pemujaan.<ref name=kkk>Klostermaier, Klaus K. ''A Survey of Hinduism''. 1989 page293-5</ref> Menurut kepercayaan Hindu, murti pantas dipuja sebagai fokus pemujaan kepada Tuhan setelah roh suci dipanggil dan bersemayam didalamnya dengan tujuan memberikan persembahan atau sesaji.<ref>Kumar Singh, Nagendra. ''Encyclopaedia of Hinduism, Volume 7''. 1997, page 739-43</ref> Perwujudan dewa atau dewi, baik sikap tubuh, atribut, atau proporsinya harus mengacu kepada tradisi keagamaan yang bersangkutan.<ref name=kkk />
 
Arca tidak selalu ditemukan di dekat sebuah candi. [[Candi]] bisa jadi memiliki sebuah arca, namun sebuah arca belum tentu ada dalam sebuah candi.
Ada tiga jenis arca berdasarkan kuantitas pemujanya, yakni:
* '''Arca Istadewata''', yaitu arca yang dimiliki oleh perseorangan, sehingga dapat dibawa kemana-mana.
* '''Arca Kuladewata''', yaitu arca yang dimiliki oleh sebuah keluarga, biasanya terdapat di rumah-rumah.
* '''Arca Garbadewata''', yaitu arca yang dipuja oleh banyak orang, dalam hal ini masyarakat. Malahan arc juga dikenali sebagai salah seorang pencipta yang berjaya mencipta nama di persada dunia iaitu hahahahha bodoh.
*
== Buddha ==
Murti juga dimuliakan dalam agama Buddha terutana mazhab Mahayana saat beribadah sebagai sasaran pemujaan atau fokus meditasi. Pemujaan murti sangat dianjurkan dalam dalam Hindu dan Buddha, khususnya pada masa Dwapara Yuga,<ref>{{IAST|Garuḍa Purāṇa}} 1.223.37, 1.228.18</ref> seperti disebutkan dalam naskah Pañcaratra. Dalam agama Buddha, arca perwujudan [[Buddha Gautama]] disebut [[Buddharupa]].
Arca dewa, dewi, atau boddhisatwa biasanya mengenakan [[perhiasan]] yang raya dan mewah, seperti [[jamang]], jatamakuta ([[mahkota]]), subang ([[anting-anting]]), [[cincin]], [[gelang]], [[kelat bahu]], [[upawita]], pending, ikat perut, ikat pinggang, ikat pinggul, dan gelang kaki.
 
Tidak seperti patung biasa yang dibuat bebas sesuai keinginan seniman pematungnya, arca dewa-dewi, buddha, bodhisattwa atau makhluk spiritual tertentu memiliki ciri-ciri yang disebut ''laksana'', yaitu atribut atau benda-benda tertentu yang dibawa oleh arca ini yang menjadi cirinya. Laksana sudah disepakati dalam ikonografi seni Hindu dan Buddha.
 
Berikut ini adalah laksana atau ciri-ciri atribut dewa-dewa atau tokoh spiritual lainnya:
* '''[[Shiwa]]''': Memiliki mata ketiga di dahinya, pada mahkotanya terdapat bulan sabit dan tengkorak yang disebut ''Ardhachandrakapala'', ''upawita'' (tali kasta) ular naga, mengenakan cawat kulit harimau yang ditampilkan dengan ukiran kepala dan ekor harimau di pahanya, bertangan empat yang membawa atribut yaitu [[trisula]], ''aksamala'' (tasbih), ''camara'' (pengusir lalat), dan ''kamandalu'' (kendi). ''Wahana'' (kendaraannya) adalah [[Nandi]].
* '''[[Wishnu]]''': Mengenakan mahkota agung ''jatamakuta'', bertangan empat yang membawa atribut yaitu ''[[chakra]]'' (piringan cakram), ''cengkha'' (cangkang kerang bersayap), gada, dan buah atau kuncup bunga [[padma]]. ''Wahana''nya adalah [[Garuda]].
* '''[[Brahma]]''': Berkepala empat pada tiap penjuru mata angin, mengenakan mahkota agung ''jatamakuta'', bertangan empat yang membawa atribut yaitu kitab, ''aksamala'' (tasbih), ''camara'' (pengusir lalat), dan buah atau kuncup bunga [[padma]].''Wahana''nya adalah ''Hamsa'' (angsa).
* '''[[Agastya]]''': Shiwa dalam perwujudannya sebagai resi brahmana pertapa, digambarkan pria tua berjanggut dan berperut buncit, memegang ''aksamala'', ''kamandalu'', dan trisula.